Jangan Ditiru! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

Banyak sekali investor yang tidak tahu apa yang harus mereka ketahui saat hendak mulai berinvestasi. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beredarnya pemikiran yang salah namun masih dipercaya. Lalu bagaimana cara investasi untuk pemula?

Para investor pemula ini pun bisa terjerumus bahkan saat baru ambil langkah awal. Misalkan, harus berani ambil risiko sebesar-besarnya atau anggapan langsung bisa kaya kalau sudah berinvestasi. 

Simak kesalahan-kesalahan para investor pemula yang kerap dilakukan. 

Cara investasi untuk pemula – 5 Kesalahan umum yang sering dilakukan

#1 Hanya berinvestasi di satu tempat

Membeli satu individu saham adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh para inverstor pemula. Hal ini diungkapkan oleh Thomas Henske, seorang finansial planner yang berasal dari New York.

Biasanya diawali dengan pemikiran: “Saya akan melakukan riset pada salah satu perusahaan ternama dan paling populer, saya akan pelajarinya perusahaannya secara mendalam, kemudian saya akan memutuskan membeli saham perusahaan tersebut.”

Strategi yang benar adalah pahami dahulu prinsip utama berinvestasi. Jangan terlalu larut melihat perusahaannya.

Meskipun perusahaan tersebut sangat ternama dan membuat kita yakin akan mendapat keuntungan yang sangat besar saat mendatang.

Kenapa? Karena dengan mempelajari dahulu konsep-konsep dasar berinvestasi, maka kamu akan memiliki banyak ilmu dan nilai untuk tindakan investasi selanjutnya. 

Kemudian, pelajari banyak sektor saham, berbagai kelas aset dan diversifikasi investasi saham. Tidak hanya satu perusahaan saja.

Ibarat pepatah mengatakan “don’t put all your eggs in one basket”. Ketika saham tersebut tidak berjalan sesuai rencana, maka dampaknya akan sangat besar. 

#2 Terlalu banyak mikir di awal

Kesalahan lain yang dilakukan oleh para investor pemula adalah tidak menyadari pentingnya waktu saat berinvestasi. Seperti halnya, pepatah cina mengatakan: “Waktu terbaik pertama untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Sedangkan waktu terbaik kedua adalah sekarang.” 

Kebanyakan orang tahu lebih dahulu dimana mereka akan berinvestasi. Tetapi mereka tidak menyadari apa yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan saat berinvestasi yaitu kesabaran, konsistensi dan waktu (bisa mencapai puluhan tahun).

Hal yang terpenting adalah jangan terlalu lama larut memikirkan investasi mana yang harus kamu pilih. Mulailah langsung berinvestasi ketika kamu sudah memiliki cukup dana dan merasa siap.

Perubahan bisa dibuat setelahnya. Kalau tidak mulai, bisa jadi tidak akan pernah dimulai kan?

Cara investasi untuk pemula #3 Terlalu banyak membandingkan

Ada banyak tawaran investasi di luar sana yang terlihat menjanjikan. Hal ini kadang membuat kita jadi terlalu banyak membandingkan.

Misal, membandingkan satu jenis investasi dengan jenis lainnya. Hal ini menjadi kesalahan ketika apa yang dibandingkan tidaklah sama/sebanding. 

Misalkan, membandingkan keuntungan dari investasi low risk & low return dengan investasi lain yang high risk & high return. Masing-masing memiliki keunggulan dan risikonya.

Kalaupun satu jenis investasi diikuti dengan high return tentu risikonya pun lebih besar. Maka, jangan dibandingkan dengan investasi yang return kecil namun sebanding dengan risikonya yang lebih kecil.

Kalaupun mau membandingkan haruslah setipe atau sejenis. Tapi inipun juga mustahil ditemukan. 

#4 Tergesa-gesa mengambil keputusan 

Ketika memulai menjadi investor, keinginan untuk selalu fokus pada pergerakan saham pun meningkat. Selalu ter-update dengan informasi kapan saham anjlok atau melonjak setiap waktu.

Hal ini pun memicu mereka panik/gelisah sehingga mendorong mereka cepat untuk mengambil keputusan.

Seperti terburu-buru ingin membeli saham ketika harga masih tinggi atau ketakutan sehingga cepat menjual saham ketika kondisinya sedang turun. Mereka pun selalu mengecek portofolio dari waktu ke waktu.

Langkah yang tepat adalah melihat histori perusahaan kurang lebih 5 sampai 10 tahun yang lalu. Melihat kapan saja saat saham berada di posisi terendah, rata-rata/median dan saat saham tertinggi.

Saham bisa saja naik turun. Tetapi ketika histori perusahaan menunjukkan tren positif, sewaktu-waktu saham bisa bergerak naik di masa mendatang. Selama perusahaan belum menyentuh titik terendah yang pernah terjadi. 

Di tahap ini, perlu Anda belajar mengenai fundamental perusahan untuk melihat tren yang terjadi sekarang dan prediksi di masa depan. Ingatlah, Warren Buffett mengatakan “kesabaran adalah aset”.

Apa yang terjadi ketika Anda terburu-buru mengambil keputusan? Ketika saham bergerak turun sedikit, Anda langsung menjual saham. Namun ternyata di waktu yang panjang, saham kembali melonjak tinggi terus-menerus, Anda pun tidak bisa menikmati keuntungan yang optimal. 

#5 Tidak berinvestasi pada diri sendiri

Mudah sekali kita melupakan bahwa  investasi yang terpenting adalah berinvestasi terhadap diri sendiri. Ilmu yang diserap bisa membuat Anda mencapai kesuksesan yang lebih besar dan mengelola keuangan lebih baik.Rob Cavallaro, seorang Chief Investment Officer di New Jersey mengatakan: perubahan ekonomi sekarang bergerak sangat cepat. Maka dari itu, semua investor perlu mengembangkan keterampilan diri agar bisa beradaptasi.

Nah, jangan sampai kamu melakukan kelima kesalahan di atas ya!

Baca juga:

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

Jangan Terjebak, 41 Saham Gorengan Ini Dipantau Ketat oleh BEI

Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?

Recent Articles

apa itu market share

Apa Itu Market Share?

faang stocks adalah

Apa Itu FAANG Stocks?

definisi regresi

Apa Itu Regresi?

wall street adalah

Apa Itu Wall Street?

volatilitas adalah

Apa Itu Volatilitas?

Related Stories