Currently set to Index
Currently set to Follow

Terlalu Optimis? Analis Bloomberg Malah Ramal Bitcoin Tembus Rp5,6 Miliar!

Banyak pihak memang masih mengkritik Bitcoin sebagai aset yang sangat fluktuatif. Harganya bisa naik dan turun begitu cepat, bahkan prediksi harga Bitcoin naik pun terkadang tak jitu.

Meski demikian, hal itu tak menghalangi analis untuk tetap memasang pandangan optimistis terhadap Bitcoin. Salah satunya adalah analis Bloomberg Intelligence, Mike McGlone.

Dalam cuitannya di akun Twitter-nya pada 25 Maret, McGlone percaya bahwa tahun ini menandai momen titik balik untuk cryptocurrency terbesar, Bitcoin. Sebab, Bitcoin diprediksi akan menjadi aset yang dipilih investor untuk mengurangi paparan risiko terhadap portofolio aset mereka, atau karib disebut risk-off.

Ia melanjutkan, kini banyak investor institusi yang butuh melindungi nilai kekayaannya dari inflasi dan depresiasi dolar AS. Makanya, Bitcoin pun menjadi salah satu pilihan aset yang mereka kumpulkan.

Hal itu menjadi patokan prediksi harga Bitcoin naik di kemudian hari, di mana angkanya akan melonjak delapan kali dari posisi saat ini, merujuk tren historis.

“Untuk menjadi aset digital pelindung kekayaan, tahun 2021 akan menjadi tahun transisi bagi Bitcoin untuk menjadi pilihan aset risk-off bagi investor,” tulisnya.

Baca juga: Seberapa Kuat Bitcoin Whales dalam Mengendalikan Harga? Simak di Sini!

Terlalu Optimis? Analis Bloomberg Malah Ramal Bitcoin Tembus Rp5,6 Miliar!, Pluang

Prediksi Harga Bitcoin Naik ke US$400.000 “Sesuai” Secara Historikal

McGlone mengunggah grafik harga rata-rata Bitcoin terhadap dolar AS dan Bitcoin Liquid Index, acuan harga yang dibuat khusus untuk investor institusi. Grafik tersebut bisa dilihat di bawah ini.

Terlalu Optimis? Analis Bloomberg Malah Ramal Bitcoin Tembus Rp5,6 Miliar!, Pluang
Sumber: Mike McGlone/Bloomberg Intelligence/Cointelegraph

Dengan berbasiskan grafik tersebut, maka potensi puncak harga Bitcoin tahun ini akan mencapai US$400.000 per keping. Prediksi yang fantastis ini mengalahkan prediksi yang dibuat oleh model lainnya, seperti model stock-to-flow yang memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$288.000 hingga 2024.

Data menunjukkan, harga potensial puncak tahun ini dengan historikal sebelumnya sebagai konteks, bisa mencapai US$400.000 per koin. Prediksi harga bitcoin naik ini mengerdilkan perkiraan lainnya, seperti stock-to-flow (hitungan pasokan Bitcoin), yang memprediksi harga rata-rata Bitcoin sebesar US$288.000 antara tahun ini hingga 2024.

Di sisi lain, McGlone tidak memberikan detail pasti tentang faktor-faktor di balik prediksi harga Bitcoin naik dalam pandangan tersebut.

Dasar Prediksi McGlone Sempat Menuai Pro-Kontra

Memang, gagasan mengenai potensi penggunaan Bitcoin sebagai aset risk-off tengah menjadi perdebatan hangat antara investor institusi. Laporan baru menunjukkan bahwa alokasi aset milik institusi ke Bitcoin semakin deras dan tak terpengaruh oleh fluktuasi harga.

Meski demikian, tetap saja ada beberapa pihak yang pesimistis bahwa investor institusi tak akan menggenggam Bitcoin sebagai pilihan aset risk-off mereka. Diantaranya adalah pakar keuangan dan pendukung emas garis keras, Peter Schiff.

Schiff berkaca pada aksi Morgan Stanley, yang belakangan ini menjadi bank besar pertama yang membuka akses ke pasar Bitcoin pada pekan ini. Memang, di satu sisi, langkah tersebut akan membuka akses masyarakat ke Bitcoin. Hanya saja, untuk mengakses produk Morgan Stanley tersebut, investor dijejali banyak persyaratan.

Hal ini, lanjut dia, masih membuktikan bahwa institusi keuangan sebesar Morgan Stanley pun masih sangsi dengan kemampuan Bitcoin sebagai alat lindung nilai.

“Morgan Stanley membatasi akses aset kripto terhadap 2,5% dari akun individu dengan kekayaan bersih tinggi, yang juga memiliki aset lebih dari US$2 juta dan telah aktif selama lebih dari enam bulan. Hal itu menunjukkan bahwa bank sebenarnya menyadari Bitcoin sangat berisiko dan ingin membatasi tanggung jawab hukum soal investor yang kehilangan uang,” kata pakar keuangan Peter Schiff.

Berbeda dengan Peter Schiff, Chairman Federal Reserve Jerome Powell menyamakan Bitcoin dengan “pengganti” emas. Ia bahkan menambahkan bahwa hal itu tidak menimbulkan risiko terhadap nilai dolar AS atau stabilitas keuangan.

Baca juga: Tergiur Investasi Bitcoin? Cek Dulu 3 Syarat Kesiapan Kamu di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CoinTelegraph

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img