Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Pekan Ini Akan Berkibar Ditopang Stimulus Fiskal AS

Pekan pertama Maret kembali jadi pekan yang menyedihkan bagi harga emas. Harganya terus tergelincir dan bahkan sempat berada di bawah menyentuh titik terendahnya dalam sembilan bulan terakhir. Sebelumnya, berbagai analisis sudah meramal ihwal kejatuhan harga emas pada minggu lalu.

Pekan lalu, harga emas dikepung oleh dua kekuatan besar, yakni kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menguatnya nilai dolar AS. Alhasil, harga emas yang tadinya mengawali pekan dengan dibuka di kisaran US$1.740 per ons kini merosot 3,45% di akhir pekan ke kisaran US$1.680 per ons.

Pada pekan lalu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sempat menyentuh 1,5%, atau melonjak dari posisi pekan lalu yang hanya 1,3%. Hal ini tentu bikin investor kian meninggalkan emas lantaran mereka bisa mengejar cuan yang lebih baik dengan menggenggam obligasi AS.

Angka imbal hasil obligasi AS yang bertengger di atas pun kian kokoh setelah ketua bank sentral AS The Fed Jerome Powell seolah-olah tak menghiraukan kondisi tersebut.

Dalam pidatonya Kamis (4/3), Powell mengatakan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS adalah sesuatu yang “menarik perhatiannya”, namun ia sama sekali tidak menyinggung kekhawatiran mengenai hal tersebut. Ucapan tersebut mengecewakan investor lantaran The Fed seolah-olah menunjukkan inkonsistensi bank sentral AS.

Kenaikan imbal hasil obligasi tentu akan meningkatkan suku bunga kredit. Namun, di pidato yang sama, Powell juga mengatakan bahwa The Fed ingin penyaluran kredit tetap longgar.

Powell bahkan tidak memberikan konfirmasi mengenai apakah The Fed akan mengintervensi pasar untuk meredam kenaikan imbal hasil obligasi, yang nantinya juga bisa berefek ke penurunan suku bunga kredit.

Tak cukup dihantam obligasi, indeks dolar AS juga menguat seiring ekspektasi penguatan ekonomi AS.

Baca juga: Harga Emas Bisa Bangkit di Akhir Februari Meski Babak Belur Pekan Lalu

Harga Emas Pekan Ini Akan Berkibar Ditopang Stimulus Fiskal AS, Pluang

Analisis Harga Emas: Apa yang Perlu Diantisipasi?

Pelaku pasar nampaknya perlu mengantisipasi dampak stimulus fiskal AS US$1,9 triliun terhadap harga emas pekan ini. Apalagi, paket belanja pemerintah tersebut sudah disetujui oleh Senat AS pada Sabtu (6/3) setelah melalui diskusi yang cukup alot. Sebanyak 50 anggota Senat menyetujui paket tersebut, sementara 49 lain mengatakan sebaliknya.

Stimulus fiskal AS akhirnya disetujui setelah menjadi wacana dalam dua bulan terakhir. Setelah ini, Rancangan Undang-Undang (RUU) stimulus ini seharusnya sudah bisa mendarat di meja Presiden AS Joe Biden pada 14 Maret mendatang.

Stimulus fiskal tentu akan menjadi angin segar bagi harga emas. Sebab, penggelontoran stimulus akan menambah jumlah uang beredar, sehingga melemahkan nilai dolar AS dan meningkatkan inflasi. Di waktu yang sama, investor tentu akan melindungi kekayaannya dari gerusan inflasi dengan berinvestasi di aset lindung nilai, seperti emas.

Hanya saja, investor perlu mengantisipasi pergerakan dolar AS dalam jangka pendek setelah nilainya sempat melonjak pada Jumat (5/3) setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang memuaskan.

Sepanjang Februari, ekonomi AS tercatat menciptakan 379 ribu pekerjaan baru pada bulan lalu. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibanding 166 ribu di bulan Januari.

Angka ketenagakerjaan AS pada bulan lalu tersebut mengalahkan prediksi sebelumnya yakni 182 ribu pekerjaan baru.

Baca juga: Harga Emas Pekan Ini Dibayangi Harap-Harap Cemas Stimulus Fiskal AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img