Currently set to Index
Currently set to Follow

Marak Orang Kaya Posting Kemewahan di Medsos. Apa Sih Arti ‘Kaya’ Sesungguhnya?

Belakangan ini, masyarakat Indonesia kerap disuguhkan penampilan selebgram yang doyan pamer kemewahan di media sosial. Para warganet kemudian lantas mengelu-elukan mereka sebagai Crazy Rich Indonesia. Namun, fenomena ini tentu bisa kita kritisi. Apakah memang arti kaya sesungguhnya adalah dengan bergelimang harta dan memamerkannya ke orang lain?

Salah satu unggahan pamer harta yang menarik perhatian adalah video selebgram dan selebtiktok bernama Sisca Kohl. Baru-baru ini, ia mengunggah video membongkar “celengannya” yang berisikan uang yang diduga ratusan juta rupiah beserta beberapa unit ponsel mewah. Video ini kemudian menjadi viral karena isi celengannya yang tak kaleng-kaleng.

Sisca tidak sendiri. Setelahnya, muncul nama Ovi Dian yang belakangan dijuluki masyarakat sebagai Crazy Rich Indonesia. Pembawa acara ini jadi trending topic karena kekayaannya konon melampaui aktor tajir melintir Indonesia Raffi Ahmad. Seberapa kaya Ovi? Kamu bisa bayangin, deh, kekayaan seseorang yang punya masjid pribadi bak Masjid Nabawi dan lapangan golf sendiri ini.

Tampak tajir melintir, ya, Sobat Cuan? Meski demikian, beberapa ahli dan perencana keuangan mengatakan bahwa bergelimang harta atau mengenakan barang-barang mewah bukan jaminan seseorang adalah Crazy Rich beneran, lho.

Mereka semua sepakat bahwa arti kaya sesungguhnya bukan dari apa yang ditampilkan atau dipamerkan seseorang, melainkan dari kebebasan waktu dan finansial mereka. Seseorang bisa saja menampilkan diri sebagai individu yang bergelimang harta meski kondisi kesehatan finansialnya tengah merintih dan tidak memiliki kekayaan bersih sama sekali.

Jadi, apa arti kaya sesungguhnya? Yuk, simak kata para perencana keuangan berikut ini!

Baca juga: Catat! 7 Rahasia Suskes Hidup Minimalis Seperti Mark Zuckerberg

Marak Orang Kaya Posting Kemewahan di Medsos. Apa Sih Arti ‘Kaya’ Sesungguhnya?, Pluang

Kata Perencana Keuangan tentang Arti Kaya Sesungguhnya

1. Kemampuan Membuat Keputusan Tanpa Mempertimbangkan Soal Uang

Konon, salah satu arti kaya sesungguhnya adalah ketika uang bukan lagi menjadi pertimbanganmu untuk mengambil keputusan.

“Orang kaya memiliki kemampuan untuk meninggalkan pekerjaan tanpa bertanya-tanya apakah mereka bisa makan malam pada hari, bulan, atau bahkan tahun berikutnya,” jelas CFP Eric Croak dari Croak Asset Management.

2. Menggunakan Uang yang Kamu Punya untuk Nilai-nilai Hidup yang Kamu Anggap Penting

Misty Lynch, CFP Beck Bode mengatakan, menjadi kaya berarti memiliki kemampuan untuk membelanjakan hal-hal yang mencerminkan nilai-nilai pribadimu.

Misalnya, sebagai orang tua yang menghargai keluarga dan pendidikan, Lynch gemar menyumbangkan buku ke ruang kelas sekolah anak-anaknya. “Ini membuat saya merasa nyaman untuk bisa menggunakan uang saya bagi hal-hal yang memberi pengaruh penting,” ungkapnya.

3. Menikmati Apa yang Kamu Miliki

Yep, menjadi kaya berarti memiliki cukup uang untuk menutupi gaya hidupmu dan mendanai tujuanmu. Lebih-lebih bagi Brittney Castro, seorang CFP untuk Mint and Turbo, yang menilai arti kaya sesungguhnya adalah menyadari bahwa kamu memiliki limpahan harta.

“Menjalani hidup yang kaya berarti menjalani hidup yang kamu merasa penuh cinta dan kebahagiaan,” jelasnya.

4. Bisa Berhenti Bekerja dan Tetap Mempertahankan Gaya Hidup yang Sama

Bagi Matthew Hamilton, CFP dan CEO Hamilton Capital, arti kaya sesungguhnya adalah memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk berhenti bekerja kapan pun kamu mau.

Dan, meski demikian, kamu masih dapat mempertahankan gaya hidup yang sama. Bahkan, jika memungkinkan, bisa memiliki portofolio investasi yang lebih besar di akhir masa pensiun daripada di awal.

5. Punya Kebebasan Waktu

Dan Routh, seorang CFP untuk Old Peak Finance, menyamakan kekayaan sejati dengan kebebasan waktu yang dimiliki “para orang kaya sesungguhnya”. Misalnya, jika kamu bisa membayar sewa tukang bersih-bersih rumah di akhir pekan sementara kamu bisa menikmati waktu yang menyenangkan dengan keluarga, maka kamu orang yang kaya.

“Orang kaya menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang mereka sukai dan mendelegasikan yang lainnya,” pungkasnya.

Baca juga: Selain Gak Bikin Kantong Jebol, Ini 5 Manfaat Gaya Hidup Minimalis untuk Keuanganmu

Aspek-aspek Penentu Kekayaan

Selain arti kaya sesungguhnya yang bernada filosofis di atas, menjadi kaya juga bisa dilihat dari beberapa aspek, lho.

1. Kekayaan dalam Bentuk Penghasilan

Ketika kita mendefinisikan arti “kaya”, kerap kita mendefinisikannya berdasarkan seberapa banyak penghasilan yang dihasilkan oleh seseorang. Namun, ada masalah dengan definisi ini.

Jika kamu punya pendapatan tinggi tapi kamu menghabiskan bahkan setiap sen dari pendapatan itu, kamu tetap saja akan berakhir tidak punya apa-apa untuk disimpan. Artinya, kendati kamu berpenghasilan tinggi, jika sewaktu-waktu kamu kehilangan pekerjaan, maka kamu akan bangkrut dalam semalam.

Berada dalam posisi genting semacam ini di saat krisis atau ketika terjadi perubahan dalam hidupmu bukanlah gagasan yang tepat tentang arti kaya sesungguhnya.

2. Kekayaan dalam Bentuk Kekayaan Bersih

Para investor tajir dan mereka yang punya kekayaan bersih setara US$5 juta atau lebih sepakat bahwa pendapatan yang tinggi bukanlah jaminan kekayaan seseorang.

Dalam survei kepada 1.100 investor yang dilakukan oleh Spectrem Group, hanya 6% saja yang mendefinisikan kekayaan satu garis lurus dengan penghasilan. Sisanya, mayoritas menilainya berdasarkan net worth alias kekayaan bersih dari si individu.

Rata-rata para ekonom setuju dengan para investor dalam survei tersebut. Kekayaan bersih adalah cara terbaik untuk menentukan kekayaan seseorang. Namun, mereka menekankan bahwa kekayaan bersih tidak hanya tentang apa yang kamu miliki, angka itu juga mencakup besar utang si individu.

Untuk menghitung kekayaan bersih, kita perlu menghitungnya berdasarkan segala aset yang dimiliki seseorang; uang di bank, investasi, rumahnya, mobil, dsb. Lantas, dikurangi dengan semua utang, begitu juga pajak yang belum dibayarkan.

Dalam artian itu, seseorang dengan gaya hidup yang sangat boros, dengan rumah besar, beberapa mobil mewah, pakaian dari desainer ternama, atau rangkaian pesta mewah, belum tentu kaya dalam ukuran kekayaan bersih. Malahan, orang yang gaya hidupnya tampak sederhana sebenarnya bisa jadi “diam-diam tajir melintir”, loh.

Contoh klasiknya adalah investor Warren Buffett. Dengan kekayaan bersihnya lebih dari US$60 miliar. Ia menjadi salah satu orang terkaya di planet ini. Namun, meski dengan kekayaan sebanyak itu, ia masih bertahan tinggal di rumahnya di Omaha yang dibelinya senilai US$31.500 pada 1958.

Ia bahkan tidak suka dengan mobil mewah, dan merayakan pernikahan keduanya di tahun 2006 hanya dengan upacara pribadi yang sederhana selama 15 menit di rumah putrinya.

3. Kekayaan sebagai Gaya Hidup

Sebagian besar orang tajir melintir yang disurvei oleh Spectrem Group pada 2014 mengatakan mereka tidak memiliki kapal pesiar, tidak membeli perhiasan senilai lebih dari US$10.000 dalam setahun, dan tidak menghabiskan lebih dari US$50.000 untuk mobil mewah.

Satu-satunya kemewahan yang diakui sebagian besar responden adalah mereka menikmati liburan yang mahal, dengan 60% dari mereka menghabiskan setidaknya US$10.000 setahun untuk perjalanan.

Ada orang kaya yang memang menyukai gaya hidup ala Donald Trump, dengan pakaian, mobil, dan makanan terbaik yang dapat dibeli dengan uang. Namun, ada orang lain, tipe Warren Buffett, yang lebih suka memfokuskan arti kaya sesungguhnya pada manfaat kekayaan yang lebih filosofis seperti: keamanan dan rasa nyaman, waktu luang, dan kebebasan pribadi.

4. Kekayaan sebagai Kepuasan Hidup

Untuk pengertian kaya dalam aspek ini, kekayaan berarti kepuasan hidup. Atau, kemampuan untuk menjalani jenis kehidupan yang membuatmu bahagia. Hal terpenting tentang jenis kekayaan satu ini adalah bahwa kamu tidak harus menjadi seorang miliarder untuk mencapainya.

Sebaliknya, kamu hanya perlu memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan pribadimu. Jika kamu dapat menjalani kehidupan yang memuaskan dengan penghasilan hanya US$15.000 setahun, maka yah, artinya kamu hanya butuh US$15.000 itu saja untuk merasa kaya. Simpel, kan, arti kaya sesungguhnya di kategori ini?

Baca juga: 5 Trik Cerdik Bagaimana Semestinya Investor Pemula Menghadapi Inflasi

Empat Tipe Crazy Rich

Seru, ya, membandingkan gaya hidup orang-orang kaya dan persepsi mereka soal arti kaya sesungguhnya? Coach bisnis dan founder Top Coach Indonesia Tom Martin Charles Ifle juga memberikan pandangannya tentang tolak ukur seseorang bisa dikatakan sukses, dalam menanggapi fenomena crazy rich Indonesia belakangan ini.

Ia mengambil contoh dari label “crazy rich” yang belakangan kerap disangkutpautkan dengan kesuksesan. Menurutnya, definisi itu belum jelas, apakah dihitung berdasarkan omzet harian, berapa banyak aset yang dimiliki, atau berdasarkan kategori lain. Jadi, ia berupaya menentukan definisi yang pas untuk menjelaskan tentang crazy rich Indonesia ini.

Tom Martin pun membagi jenis crazy rich ke dalam 4 kategori lho, Sobat Cuan. Tujuannya, agar ia bisa mendefinisikan arti kaya sesungguhnya di kalangan crazy rich Indonesia ini. Berikut ini kategorinya:

Pertama, the real rich: Ini nih, mereka yang crazy rich actually rich, yakni mereka yang adalah orang-orang kaya yang tidak pernah menonjolkan kekayaan, tetapi lebih menonjolkan karya.

Kedua, the crazy marketing rich: mereka yang menonjolkan kekayaan untuk sebetulnya berjualan.

Ketiga, the crazy hard worker rich: mereka yang enggak pernah sekolah, dulunya miskin, dan enggak punya apa-apa tapi lantas bisa mencapai kekayaan hari ini.

Keempat, crazy social climber rich, alias crazy rich pansos: didefinisikan sebagai orang-orang yang merasa tidak nyaman dengan dirinya dan harus menutupi kelemahan diri mereka itu dengan barang mewah dan memang haus perhatian saja.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Tribun News, Tribun News, Business Insider, Money Crashers, Detik Finance

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img