Currently set to Index
Currently set to Follow

Aturan Pajak Cryptocurrency Bisa Bikin BTC & ETH Makin Anjlok? Simak di Sini!

Sobat Cuan, beberapa negara kini mulai menyiapkan aturan pajak yang bakal menyasar investor cryptocurrency. Banyak pro kontra yang terjadi terkait hal ini, karena berkaitan dengan pengawasan transaksi hingga perhitungan cuan.

Rencana kebijakan ini seolah-olah menjadi tren, mengingat tak hanya satu negara saja yang mau mengutip pajak dari aktivitas ini.

Yang pertama adalah Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam tersebut, presiden baru terpilih Joe Biden mengusulkan untuk menaikkan tarif pajak capital gain (keuntungan investasi) jangka panjang tertinggi dari 20% menjadi 39,6%. Kenaikan itu rencananya berlaku bagi mereka yang cuan lebih dari US$1 juta.

Nah, kenaikan pajak ini dinilai bakal berdampak negatif bagi para whales yang punya portofolio aset kripto jumbo. Padahal, para whales kebanyakan punya capital gain yang belum direalisasikan.

Baca juga: Tenang, Prediksi Harga Bitcoin Jangka Panjang Tembus Rp3,62 Miliar di 2025 Lho!

Rencana kebijakan serupa juga akan diberlakukan di Korea Selatan. Negara asal K-Pop tersebut akan membebani investor cryptocurrency dengan pajak keuntungan investasi 20% mulai tahun depan. Tetapi, di sisi lain, mereka berhak atas pengurangan pajak terhadap biaya yang timbul selama proses penambangan, seperti tagihan listrik.

Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan mengatakan bahwa aturan pajak cryptocurrency ini dikenakan untuk perolehan keuntungan lebih dari 2,5 juta won. Rencananya, pengenaan pajak capital gain dengan tarif 20% akan dimulai tahun 2022.

Aturan Pajak Cryptocurrency Bisa Bikin BTC & ETH Makin Anjlok? Simak di Sini!, Pluang

Rencana Aturan Pajak Cryptocurrency di Indonesia

“Demam” memungut pajak dari cryptocurrency juga terjadi di tahah air. Pemerintah mengakui bahwa aset kripto ini merupakan ‘barang baru’. Untuk itu pihak yang berkaitan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, akan mendalami lebih lanjut jenis pajak apa yang akan diterapkan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Suryo Utomo beralasan, kripto bisa dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) apabila dianggap sebagai mata uang atau alat tukar atas barang/jasa. Meski demikian, otoritas fiskal itu kini tengah membahas model bisnis kripto. Ia menyatakan

Baca juga: Bingung Pilih Trading atau HODL? Simak Tips Investasi Cryptocurrency Ini!

“PPN dikenakan barang dan jasa daerah pabean pertanyaan apakah kripto sama seperti itu, dan pengganti uang atau bukan atas produk itu kena barang kena pajak,” kata Suryo.

Sementara itu, aset kripto dikenakan pajak penghasilan (PPh) dari sudut pandang investasi. Alasannya, kini aset kripto diperdagangkan seperti investasi di pasar saham. Sehingga PPh akan ditarik atas capital gain.

“Investasi Rp1 juta bertambah Rp3 juta ada keuntungan sisi investor sebesar Rp2 juta. Dan bagaimana pemajakannya, jelas kita akan pajaki dan kita potong,” ujar Suryo.

Setelah banyak negara mengincar pajak dari cryptocurrency, lantas bagaimana dampaknya ke pasar aset kripto itu sendiri?

Aturan Pajak Cryptocurrency bisa Picu Aksi Jual

Secara gamblang, jika Sobat Cuan melihat di masa depan cuan yang diperoleh bakal dikenakan pajak yang lebih tinggi, maka ada kecenderungan untuk menjual sekarang agar cuan lebih maksimal. Jadi, tidak mengherankan jika berita soal aturan pajak cryptocurrency itu memicu penurunan nilai banyak aset kripto.

Beberapa pakar menyatakan, apabila aturan pajak tersebut didorong untuk direalisasikan, maka pasar crypto harus bersiap untuk aksi jual yang tajam.

“Ini adalah asumsi yang realistis, bahwa jika rencana itu menjadi kenyataan, maka hal itu dapat menciptakan beberapa turbulensi yang signifikan di pasar crypto. Alasannya karena investor berusaha untuk mengkristalisasi keuntungan sebelum kenaikan pajak terjadi,” kata Chris Etherington, Private Client Tax Partner di RSM Inggris.

Alex Straight dari Tax Partner Blick Rothenberg mengatakan jika Joe Biden menaikkan tarif pajak capital gain menjadi 39,6% untuk orang berpenghasilan tinggi, maka manfaat memegang aset selama lebih dari 12 bulan untuk mencapai penghematan pajak akan hilang.

Padahal, perbedaan pajak ini adalah biaya utama bagi orang biasa di AS yang membeli dan menjual cryptocurrency untuk penggunaan biasa.

Jason Cozens, CEO Glint punya pandangan lain. Ia mengatakan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi masih dapat membuat permintaan untuk cryptocurrency tetap kuat, terlepas dari rencana Biden.

“Meskipun langkah-langkah baru mungkin agak ditargetkan pada pemegang aset kripto, ini sebenarnya dapat mendorong lebih banyak konsumen menuju mata uang alternatif, seperti crypto dan emas. Alasannya konsumen terkena pajak yang meningkat sama seperti lonjakan inflasi, sementara suku bunga tetap pada posisi terendah dalam sejarah,” ujarnya.

Jadi, meski investor harus menyadari adanya rencana kenaikan pajak, itu bukanlah alasan untuk benar-benar panik. Tetap berinvestasi, tetapi jangan ‘menaruh semua telur’ kamu hanya di Bitcoin.

Baca juga: Meski Digempur Altcoins, Ini Satu Alasan Kenapa Kamu Masih Perlu HODL Bitcoin!

Strategi Cuan Saat Harga Turun Tajam

Nah, karena terdapat kemungkinan harga anjlok menjelang realisasi aturan pajak cryptocurrency, maka Sobat Cuan juga harus mempersiapkan strategi khusus. Percayalah, nilai aset kripto yang turun bukan pertanda mimpi buruk, lho!

Ambil contoh kasus Bitcoin. Pada 2018, harga raja aset kripto ini anjlok 61% dari level tertinggi US$8.300 menjadi level terendah US$3.200 hanya dalam enam bulan. Hal itu menunjukkan seberapa besar harga dapat berayun dalam waktu singkat.

Namun nyatanya, ada beberapa orang yang mampu melihat peluang dari peristiwa tersebut. Bagaimana caranya?

Sebagai permulaan, kamu dapat langsung menjual aset kripto dan kemudian membeli lagi ketika harga mencapai titik terendah yang parah. Biasanya ada level harga yang cukup rendah dalam opini pasar saat itu untuk membuatnya layak dibeli sebelum menghasilkan cuan.

Kamu juga dapat memanfaatkan penurunan harga aset kripto dengan melakukan short selling atau bertaruh bahwa nilai aset kripto akan mengalami pergerakan harga yang turun. Penjelasan lanjut mengenai short selling bisa kamu baca di artikel berikut.

Investor juga dapat menggunakan fitur perdagangan margin atau perdagangan dengan leverage untuk meningkatkan keuntungan lebih lanjut. Leverage memungkinkan kamu untuk terlibat dalam perdagangan yang berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi tanpa harus menginvestasikan sejumlah besar modal.

Dalam dunia perdagangan modern saat ini, fitur perdagangan dengan leverage tinggi sangat membantu. Alasannya karena lebih banyak orang kini dapat berspekulasi di pasar dengan modal yang relatif rendah, tapi berpotensi cuan tinggi.

Selain itu, pantau kinerja aset kripto lainnya untuk memberi kamu gambaran tentang bagaimana pasar berperilaku dan di mana pada investor meletakkan uang mereka.

Gunakan berbagai analisis untuk membantu membentuk gambaran umum tentang apa yang terjadi di pasar. Manfaatkan berbagai jenis media termasuk media sosial, ikuti influencer di dunia aset kripto, namun berhati-hatilah saat mencari informasi dan pastikan kebenarannya. Daftar influencer aset kripto bisa kamu temukan di artikel ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes, Bangkok Post, Kontan, MoneyWeek, Action Forex

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img