Currently set to Index
Currently set to Follow

AUM atau Asset Under Management sebagai Indikator Penilaian Manajer Investasi yang Baik

Dalam pengelolaan investasi reksadana, investor bergantung pada kerja manajer investasi (MI). AUM adalah salah satu kriteria bagi investor untuk memilih manajer investasi. AUM adalah singkatan dari Asset Under Management.

Reksadana kini merupakan instrumen investasi yang relatif populer. Berbeda dengan jual beli saham di pasar saham, investasi reksadana umumnya dikelola oleh manajer investasi yang mengelola dana investor.

Beberapa institusi finansial yang juga menggunakan indikator AUM di antaranya untuk mengelola reksadana, venture capital, perusahaan pialang (brokerage company), manajer investasi perorangan, atau portofolio manajer.

AUM adalah kriteria yang umum menjadi tolok ukur bagi investor untuk menggunakan jasa MI. Kinerja manajer investasi dapat dilirik melalui AUM, AUM adalah singkatan dari asset under management

Asset under management alias AUM adalah total nilai pasar dari seluruh investasi yang dipercayakan oleh investor kepada manajer investasi. Definisi dari AUM dan formula perhitungannya relatif berbeda antara masing-masing perusahaan MI.

Perhitungan total AUM alias aset yang di bawah manajemen perusahaan si manajer investasi relatif berbeda. Namun, umumnya faktor yang digunakan ialah nominal tabungan di bank, uang tunai, dan total portofolio investasi para investor perusahaan MI tersebut.

Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

Memahami AUM adalah indikator dalam penilaian manajer investasi

aum adalah singkatan dari

AUM alias aset di bawah manajemen pada dasarnya adalah satu aspek yang digunakan dalam mengevaluasi perusahaan MI atau manajer investasi. Pertimbangan umumnya bergantung pada kinerja manajemen dan pengalaman manajemen tersebut.

Akan tetapi, secara umum investor memang dapat mempertimbangkan arus masuk investasi yang lebih tinggi dan perbandingan AUM yang lebih tinggi sebagai indikator positif kualitas dan pengalaman manajemen.

AUM mengacu pada berapa banyak uang klien (investor) yang ditangani oleh perusahaan keuangan secara teratur.

Namun, AUM sebenarnya tidak hanya indikator bagi manajer investasi yang mengelola reksadana. AUM adalah jumlah dana investasi yang juga dikelola oleh perusahaan modal ventura, perusahaan pialang atau individu yang terdaftar sebagai penasihat investasi atau manajer portofolio.

Jika investor menginvestasikan USD 50.000 dalam reksadana, dana itu menjadi bagian dari total AUM.

Manajer dana dapat membeli dan menjual saham mengikuti tujuan investasi dana, menggunakan semua dana yang diinvestasikan tersebut tanpa memperoleh izin khusus tambahan.

Selain AUM, investor juga perlu melihat reputasi manajer investasi. Ini tentu dapat dilakukan dengan mengecek rekam jejak alias track record. Begitu juga investor perlu menilai kepatuhan MI terhadap mandat investasi, atau due diligence lebih jauh sebelum memutuskan.

Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

Mengapa AUM penting dan bagaimana menghitung aset yang dikelola?

AUM adalah informasi yang penting untuk dipantau karena berkaitan dengan strategi investasi dan aliran produk investor dalam menentukan kekuatan perusahaan.

Perusahaan investasi juga menggunakan aset yang dikelola sebagai alat pemasaran untuk menarik investor baru. AUM dapat membantu investor mendapatkan indikasi ukuran operasi perusahaan relatif terhadap para pesaingnya.

AUM juga dapat menjadi pertimbangan penting untuk penghitungan biaya. Banyak produk investasi membebankan biaya manajemen yang merupakan persentase tetap dari aset yang dikelola.

Banyak penasihat keuangan dan manajer finansial pribadi yang membebani klien persentase dari total aset yang mereka kelola. Biasanya, persentase ini akan menurun ketika AUM meningkat.

Karena itulah, AUM adalah indikator yang penting diperhatikan investor dalam menilai kinerja dan due dilligence dari manajer investasinya.

Metode penghitungan AUM sendiri akan bervariasi di antara perusahaan. Total aset perusahaan tentunya akan meningkat seiring peningkatan kinerja investasi atau investor baru yang melibatkan dananya di perusahaan MI tersebut.

Dengan demikian, AUM adalah aset yang cenderung berfluktuasi setiap hari tergantung pada aliran uang investor yang masuk dan keluar. Kinerja aset investor yang dikelola oleh MI akan mempengaruhi angka harian tersebut.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

Apa Hubungan Antara Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi?

Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut 5 Manajer Investasi yang Bisa Kamu Pertimbangkan

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img