Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata dengan Gelontoran Dana Rp37,43 T

Akuisisi Bank Bangkok, bank asal Thailand, atas Bank Permata menjawab pertanyaan publik tentang masa depan bank milik PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank (SCB) ini.

Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk (BNLI) Ridha DM Wirakusumah sambut baik akuisisi ini. Pernyataannya ini berkaitan dengan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang diumumkan oleh pemegang saham mayoritas SCB dan ASII.

Pelaksanaan perjanjian pembelian ini dilaksanakan pada 12 Desember 2019. Dengan demikian, saham Bank Permata telah resmi dipegang oleh Bangkok Bank Public Company Limited.

Penyelesaian transaksi ini masih mesti melalui sejumlah kondisi preseden termasuk persetujuan peraturan yang berlaku di Indonesia dan Thailand.

Akuisisi Bank Permata ini akan memberi peluang pada Bank Permata untuk memanfaatkan keahlian serta jaringan luas Bangkok Bank dalam bisnis korporat dan UMKMK.

Peluang termasuk kerja sama dengan korporasi terbesar di Thailand serta jaringan regionalnya. Bank Bangkok adalah korporasi terbesar di Thailand dengan total aset USD 105 M dan beroperasi secara internasional pada 31 lokasi di 14 negara berkembang.

Lokasi termasuk di Tiongkok, Kamboja, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Vietnam, Inggris, dan Amerika Serikat. Saat ini, Bangkok Bank miliki lebih dari 17 juta nasabah retail dan beroperasi lewat 1.200 cabang.

Baca juga: Bunga Deposito Tertinggi Kini Cuma 6,5%, Pluang Saver Bersaing Tanpa Tenor

Berikut ini fakta-fakta menarik seputar akuisisi ini.

#1 PT Astra International Tbk (ASII) lego seluruh sahamnya di BNLI

bank permata

Setelah dilaksanakan penandatanganan conditional share purchase agreement (CSPA) antara ASII, SCB, dan Bangkok Bank pada Kamis (12/12), ASII bakal jual seluruh sahamnya di Bank Permata sebanyak 44,56%.

Adapun harga pembelian saham sebesar 1,77 book value Bank Permata per September 2009 senilai Rp1.498.

Transaksi ini ditargetkan rampung paling lambat 12 bulan mendatang. “Dana hasil transaksi akan ditujukan bagi keperluan investasi perseroan,” ujar Gita Tiffani Boer, Corporate Secretary PT Astra International Tbk.

#2 Bangkok Bank gelontorkan dana Rp37,43 T bagi Bank Permata

Dengan resminya akuisisi oleh Bangkok Bank, maka Bangkok Bank dapat gelontorkan sejumlah dana. Bank Bangkok targetkan transaksi akuisisi Bank Permata bisa rampung dalam setahun ke depan.

Nilai transaksi 1,77 book value yang akan disesuaikan. Merujuk pada nilai buku Bank Permata sebesar Rp1.498 pada September 2019, maka bank ini akan gelontorkan USD 2,67 M atau setara Rp37,43 T untuk borong saham Astra dan SCB di Bank Permata.

Dalam keterangan resmi Bank Bangkok, gelontoran dana ini diharapkan dapat tambah earnings per sharing (EPS) dan return of equity (RoE) perseroan.

Baca juga: Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

#3 Akuisisi Bank Bangkok ini memang sudah bidik pasar Indonesia

akuisisi bank

Laporan Bloomberg menunjukkan Bangkok Bank sudah incar pasar baru di Indonesia lantaran suku bunga di Thailand yang tetap rendah.

Ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5% pada 2020. Prospek ini tawarkan lebih banyak potensi pertumbuhan bagi bank asal Thailand tersebut.

Dalam sebuah catatan yang dikutip Bloomberg, Kritapas Siripassom dan Robert Kong, analis Citigroup, sebutkan Bangkok Bank punya modal cukup untuk beli bank asal Indonesia.

Namun, menurut analis itu, Bangkok Bank bisa alami kesulitan untuk kelola bank menengah di pasar Indonesia yang didominasi empat besar bank. Menjawab ini, Bangkok Bank akui tetap optimis dan terus melanjutkan niat untuk mengakuisisi bank.

Keputusan ini karena berdasarkan evaluasi atas cabang Bangkok Bank yang sudah dibuka di Indonesia sejak 51 tahun lalu, hasil pantauan dan evaluasi pertumbuhan organik menunjukkan performa Bank Permata selaras dengan target akuisisi mereka.

#4 Setelah akuisisi Bank Permata, tinggal tunggu izin OJK

Selanjutnya, RUPSLB akan digelar untuk meminta restu pemegang saham perseroan terkait aksi ini. Bangkok Bank diakui bakal penuhi ketentuan akuisisi yang berlaku guna dapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Targetnya, pada kuartal ketiga 2020, akuisisi ini akan rampung.

#5 Fokus pada ritel dan ekspansi

Setelah akuisisi rampung, Bangkok Bank akan terus dukung bisnis Bank Permata di segmen ritel. Mereka cukup terkesan pada platform digital perbankan Bank Permata, yaitu Permata Mobile X.

Ada kemungkinan mereka akan lanjutkan hubungan kemitraan dengan Astra mencakup produk seperti asuransi, manajemen cash, hingga payroll loan kepada karyawan Astra.

Kelak, Bangkok Bank juga akan dorong Bank Permata untuk lakukan ekspansi segmen korporasi dan UMKMK yang merupakan bisnis utama Bangkok Bank.

Sumber: Tempo, CNBC Indonesia, Kontan

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img