Cuan dengan Manfaatkan Celah Bid Ask Spread untuk Dapatkan Untung

0
1959
bid ask spread formula

Dalam perdagangan komoditas maupun ekuitas, bid ask spread formula adalah istilah yang dipakai untuk transaksi bid dan ask. Bid ask spread adalah keadaan di mana harga ask melebihi harga bid untuk suatu aset di pasar.

Bid ask spread adalah perbedaan antara harga tertinggi yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk suatu aset dan harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.

bid ask spread adalah
Sumber: Seekingalpha

Karena itu, bid ask spread formula perlu dipahami oleh mereka yang melakukan transaksi jual-beli aset tersebut. Bid ask spread adalah dasar untuk menentukan nilai jual dan penawaran harga sementara dalam transaksi.

Harga suatu ekuitas ditentukan oleh persepsi pasar terhadap nilainya pada suatu titik waktu tertentu. Untuk memahami mengapa ada bid dan ask, kita perlu memperhitungkan pemain utama dalam transaksi pasar, yaitu price taker (trader) dan market maker (counterparty).

Market maker ini umumnya dipekerjakan oleh broker, menawarkan penjualan sekuritas dengan harga tertentu (harga permintaan) dan mengajukan penawaran untuk membeli sekuritas pada harga tertentu (harga penawaran).

Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

Memahami bid ask spread adalah kunci transaksi dalam investasi

bid ask spread formula
Sumber: Wikipedia

Saat seorang investor memulai perdagangan, mereka akan menerima salah satu dari dua harga ini (yakni ask dan bid) tergantung pada dua hal.

Pertama, apakah mereka ingin membeli sekuritas (harga permintaan) atau menjual sekuritas (harga penawaran). Perbedaan keduanya ada pada spread.

Bid ask spread formula, dengan spread merupakan biaya transaksi pokok perdagangan (komisi luar). Biaya ini dikumpulkan oleh market maker melalui aliran dana alami atau proses permintaan pada harga bid dan ask. Pialang keuangan memperoleh pendapatannya dari spread perdagangan ini.

Dapat dikatakan, bid ask spread adalah ukuran persediaan dan permintaan aset tertentu. Penawaran dapat dikatakan mewakili permintaan dan permintaan mewakili penawaran, maka ketika spread-nya berkembang, terjadi perubahan pada penawaran dan permintaan.

Perbedaan signifikan antara “tawaran” (ask) dan “permintaan” (bid) ini signifikan pada bid ask spread. Spread akan melebar secara signifikan jika sedikit investor menempatkan penawaran, demikian pula sebaliknya.

Ukuran bid ask spread dari satu aset dengan aset lainnya berbeda, terutama karena adanya perbedaan likuiditas masing-masing set.

Baca juga: Dari A ke Z, Ini 33 Istilah Saham yang Paling Penting untuk Kamu Ketahui

Kaitan antara bid ask spread dengan likuiditas

istilah saham

Bid ask spread adalah ukuran de facto likuiditas pasar. Pasar tertentu lebih likuid daripada yang lainnya dan itu tercermin dalam spread yang lebih rendah. Jadi, semakin likuid suatu investasi, maka semakin rendah pula spread-nya.

Pada dasarnya, pemrakarsa investasi (penentu harga, price takers) menuntut likuiditas sementara mitra (market makers) memasok likuiditas.

Mata uang dianggap sebagai aset paling likuid di dunia dan bid ask spread mata uang di pasar adalah yang terkecil (seperseratus persen). Dengan kata lain, spread masih dapat diukur dalam pecahan uang.

Di sisi lain, aset yang kurang likuid, seperti saham yang kurang likuid, mungkin memiliki spread yang setara dengan 1 hingga 2 dari harga permintaan terendah aset.

Bid ask spread juga mencerminkan risiko yang dirasakan pembuat pasar dalam menawarkan perdagangan. Misalnya, kontrak berjangka mungkin memiliki bid ask spread yang mewakili persentase harga yang jauh lebih besar daripada perdagangan valas atau ekuitas.

Lebar spread mungkin tidak hanya didasarkan pada likuiditas, tetapi pada seberapa besar harga dapat berubah dengan cepat.

Beberapa elemen kunci dari bid ask spread adalah terkait pasar yang sangat likuid untuk memastikan celah memperoleh keuntungan. Selanjutnya, gesekan dalam penawaran dan permintaan untuk hadirnya spread.

Trader harus menggunakan limit order daripada market order, artinya trader harus memutuskan titik masuk sehingga mereka tidak kehilangan peluang spread. Sejauh ini, dalam memanfaatkan peluang spread, yang paling populer di kalangan investor adalah valuta asing dan komoditas.

Sumber: Investopedia, Forex Indonesia

Simak juga:

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here