Memperkenalkan Bitcoin, Mata Uang Elektronik Sebagai Investasi Alternatif

Bitcoin mencapai nilai 400 dolar AS pada November 2015. Artikel dari Bloomberg melaporkan harga ini meningkat positif dan cenderung naik signifikan. Bitcoin adalah aset digital (uang elektronik, cryptocurrency) yang dikembangkan pada 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Artikel itu menyatakan, “Bitcoin sedang maju. Awal minggu ini, kami menemukan mata uang virtual sedang beruntun naik. Hampir 40% dalam tiga hari terakhir.”

Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebagai mata uang yang terdesentralisasi. Database yang didistribusikan menyebar ke node-node jaringan P2P. Ini memungkinkan kepemilikan tanpa identitas dan pemindahan kekayaan lebih efisien.

Artikel Bloomberg itu menyatakan analis Gil Luria dari Wedbush Securities menulis pada 2014, “Kami percaya bitcoin dan teknologi blockchain sejenis memiliki potensi mengganggu infrastruktur keuangan selama beberapa tahun ke depan. Kami percaya nilai mata uang bitcoin mendapat manfaat dari tren ini.”

Bitcoin adalah mata uang elektronik yang mengandalkan transaksi terbuka untuk umum dengan sistem teknologi blockchain

Masih pada November 2015, Paul Vigna dari Wall Street Journal menulis untuk kolomnya, “Harga bitcoin melonjak, melewati batas 400 dolar AS untuk kali pertama sejak November lalu, di tengah lonjakan aktivitas dagang dan ketertarikan yang meningkat atas teknologi yang mendasari uang elektronik.”

bitcoin adalah

Kurs tertinggi bitcoin pada Juni 2016 adalah 768 dolar AS. Kemudian, bitcoin menghadapi periode fluktuatif. Ini karena terjadi peretasan pertukaran bitcoin. Harga bitcoin pun turun. Apakah kamu perlu mempertimbangkan untuk investasi bitcoin?

Apakah kamu dapat melipatgandakan keuntungan dengan Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang digital yang paling terkenal saat ini. Semua transaksi bitcoin dilakukan dengan terbuka dan disimpan dalam database. Ini memudahkan bitcoin didistribusikan. Untuk mencegah terjadinya pengeluaran ganda, jaringan peer ke peer memastikan keamanan penggunaan bitcoin.

Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya

Sebelumnya, tak banyak e-commerce yang melayani pembelian dengan bitcoin. Tapi, kini banyak pembelian yang menawarkan opsi ini. Overstock.com, Dell, Microsoft, Reeds Jewelers, dan bahkan Sacramento Kings memungkinkan pembelian dengan kartu kredit yang secara otomatis didebet ke dompet bitcoin.

Bitcoin adalah mata uang yang dapat diperbandingkan kursnya dengan mata uang lain di forex, baik dolar AS ataupun yen. Kurs bitcoin bahkan menunjukkan performa terbaik pada 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2015.

Apa yang terjadi pada 2014? Bitcoin pernah jatuh. Yuk, kita ketahui apa saja yang membuat terjadinya volatilitas bitcoin ini.

Bitcoin adalah investasi alternatif

Karena nilai bitcoin dapat didenominasikan dalam nilai dolar dan pasar menentukan fluktuasi nilainya, maka bitcoin dapat pula menjadi sarana investasi. Bitcoin diperdagangkan di bursa seluruh dunia 24 jam sehari. Kita akan selalu tahu nilai bitcoin dalam dolar AS atau mata uang lokal.

Tapi sebelum kamu terjun dan memutuskan membeli bitcoin, dan menganggapnya sebagai investasi, kamu perlu membuat rencana dan strategi keuangan yang didasarkan pada situasimu saat ini. Pikirkan tujuan, sasaran, dan alokasi asetmu saat ini dengan lebih bijak.

Ini saatnya para investor melihat bitcoin adalah mata uang elektronik yang dapat dipertimbangkan sebagai porto folio. Sebagai investasi alternatif, bitcoin dapat menjadi salah satu pilihan jika ingin melakukan diversifikasi investasi.

Investasi alternatif pada umumnya tidak berkorelasi dengan jenis investasi lain. Artinya, bitcoin adalah investasi alternatif yang tidak terkait dengan saham dan obligasi. Ini menyebabkan nilai mereka berbeda dengan investasi lainnya.

Selama bertahun-tahun, perusahaan investasi telah menyarankan untuk mengambil sedikit risiko pada aset bernilai tinggi, demi investasi hari tua.

Mereka umumnya menyarankan dana lindung nilai (hedge fund), ekuitas pribadi, emas, forex, dan properti sebagai jenis investasi yang perlu diambil. Bitcoin adalah investasi alternatif yang perlu juga dipertimbangkan karena kamu dapat memantau harganya secara langsung dan pertukarannya dapat dilakukan via daring.

Baca juga: Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Bagaimana cara berinvestasi Bitcoin?

Cara langsung paling mudah untuk mendapatkan bitcoin adalah dengan menggunakan aplikasi Coinbase atau Lawnmower. Coinbase adalah salah satu bursa yang terpercaya–didukung oleh para investor yang juga menanam modal di NYSE. Kamu dapat membuat “wallet” atau dompet di sana dan membeli bitcoin atau ether (ethereum).

Lawnmower adalah aplikasi seluler baru yang memungkinkan pembelian bitcoin secara berulang dan menyediakan analisis mendalam serta data pergerakan bitcoin. Bukan hanya bitcoin, aplikasi ini juga mengawasi semua mata uang elektronik lain, seperti ethereum, dash, dan ripple.

Aplikasi ini bekerja sama dengan Coinbase (dompetmu sebenarnya ada di Coinbase). Ini memungkinkanmu untuk melacak indeks cryptocurrency teratas, yang disebut sebagai Lawnmower Blockchain Index (Indeks Blockchain Lawnmower).

Selain itu, kamu dapat membelinya melalui bursa saham, Bitcoin Investment Trust memperdagangkannya dengan kode GBTC di OTCQX. Nilai underlying saham GBTC adalah 1/10 dari nilai sesungguhnya bitcoin. Bila bitcoin dijual dengan harga 300 dolar AS, maka nilai underlying saham GBTC sekitar 30 dolar AS.

Berinvestasi di teknologi blockchain

Bila kamu masih skeptis untuk secara langsung berinvestasi bitcoin atau mata uang elektronik (cryptocurrency) lainnya, tetapi kamu percaya pada potensi teknologi blockchain–instrastuktur yang memungkinkan adanya bitcoin–maka kamu dapat mempertimbangkan untuk investasi saham di perusahaan yang meibatkan teknologi blockchain dalam bisnis mereka.

R3 Consortium adalah salah satu kelompok usaha yang menggunakan teknologi blockchain. Mereka adalah gabungan sembilan investasi bank yang secara aktif mengujicobakan teknologi ini. Tujuannya adalah memperoleh infrastruktur dan sistem yang lebih baik untuk pengelolaan aset.

Grup ini meliputi JP Morgan Chase, Goldman Sachs, Credit Suisse, State Street, UBS, Commonwealth Bank of Australia, BBVA, Barclays, dan Royal Bank of Scotland. Kini, ini sudah meliputi 40 bank dan mereka mencari rekanan non-bank.

IBM adalah salah satu perusahaan besar yang sangat intens menerapkan teknologi blockchain. Mereka menyadari keamanan yang ditawarkan oleh sistem teknologi ini.

Jadi, bila kamu adalah investor yang tertarik pada disrupsi yang terjadi akibat bitcoin dan teknologi blockchain ini, tidak ada salahnya untuk ikut menanam modal.

Selain tersedianya bitcoin sebagai mata uang dan adanya saham Bitcoin Investment Trust di bursa saham, kamu bisa pertimbangkan berinvestasi di perusahaan dengan teknologi blockchain.

Sumber: The Balance

Simak juga:

Takut Investasi karena Istilah Rumit? Simak Kamus Investasi Emas Ini!

Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

Enam Cara Investasi Emas bagi Pemula

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Recent Articles

Retained Earnings adalah

Apa Itu Retained Earnings?

Personal Finance adalah

Apa Itu Personal Finance?

gini index adalah

Apa Itu Gini Index?

Leverage Ratio adalah

Apa Itu Leverage Ratio?

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel lainnya