Suku Bunga KUR Turun Jadi 6%, Pemerintahan Jokowi Dukung Percepatan Kinerja UMKM

0
801
bunga kredit usaha rakyat

Suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) kembali diturunkan oleh pemerintah menjadi 6% per tahun, sebelumnya 7%. Total plafon ditingkatkan untuk program KUR dari Rp140 Triliun jadi Rp190 Triliun.

Plafon pada umumnya disesuaikan pada APBN. Total plafon ini diramalkan akan terus meningkat secara bertahap hingga Rp325 T pada 2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini mendukung penurunan suku bunga kredit usaha rakyat untuk program KUR ini demi mendorong percepatan pengembangan UMKM.

Berdasarkan kebijakan yang akan efektif per 1 Januari 2020, plafon maksimum pun akan ditingkatkan, dari yang semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur.

Total akumulasi plafon untuk sektor perdagangan juga berubah, dari semula Rp100 juta menjadi Rp200 juta.

Baca juga: Perusahaan Start Up Ramai Pilih Co-Working Space, Apa Alasannya?

Tingkatkan bunga kredit usaha rakyat untuk dongkrak kinerja

Total unit usaha UMKM sebanyak 99,9% dari total unit usaha berdasarkan data oleh BPS 2017. Tenaga kerja di sektor ini juga hingga sebanyak 96,9 persen dari total tenaga kerja Indonesia.

Ditinjau dari kontribusi pendapatan domestik bruto (PDB), UMKM bahkan menyumbang hingga 60,34%. Melihat fakta ini, peningkatan kinerja program KUR pada tahun-tahun mendatang akan didorong pada semua sektor.

program KUR

Peningkatan di semua sektor ini akan melibatkan berbagai kelompok dan klaster demi lebih mengefisienkan perekonomian negara.

Pemerintah memang mengubah kebijakan program KUR sangat signifikan per 2015. Akumulasi penyaluran KUR terlepas dari bunga kredit usaha rakyat yang ditetapkan memang membawa dampak positif, dari Agustus 2015 hingga 30 September 2019 telah mencapai nilai sebesar Rp449,6 T.

Total debitur penerima dari periode itu mencapai hingga 18 juta debitur dengan 12 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar menggunakan bantuan kredit.

Sejauh ini, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di kisaran 1,24 persen. Ini berarti, sebagian besar debitur bertanggung jawab terhadap program KUR mereka dan memenuhi pelunasan dan pembayaran bunga kredit usaha rakyat yang ditetapkan.

Baca juga: Bekraf Ditiadakan di Era Jokowi Jilid II, Apa Pengaruhnya bagi Industri Kreatif?

Program KUR di masa mendatang

Manfaat program KUR tidak disangsikan lagi memang telah sangat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah membantu menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat. Ini agar bertumbuhan UMKM dengan skala ekonomi usaha yang lebih baik.

Komposisi penyaluran KUR mikro sejauh ini sebesar 64,6 persen, KUR kecil sebanyak 35 persen, dan KUR TKI 0,4 persen.

Pada 30 September 2019, penyaluran kredit untuk program KUR hingga Rp115,9 T atau 82,79 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp140 T. Total debitur sebanyak 4,1 juta. Sementara untuk sektor produksi, sebanyak 50,4 persen dari target minimal 60 persen.

Ini menunjukkan keberhasilan kredit usaha rakyat sebagai program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM. Melanjutkan rencana-rencana program KUR dari periode sebelumnya, ke depannya kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UMKMK akan mencakup beberapa hal. Di antaranya adalah peningkatan akses pada sumber pembiayaan, pengembangan kewirausahaan, peningkatan pasar produk UMKMK, hingga reformasi regulasi UMKMK.

Sumber: Cermati, Moneysmart

Simak juga:

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Perkara Saham hingga Krisis Ekonomi, Ini 7 Rekomendasi Film Terbaik Soal Keuangan

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

S.O.S Tanggal Tua? Ini 7 Trik Hemat yang Menyelamatkanmu dari Sikap Boros

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here