Currently set to Index
Currently set to Follow

Terancam Kriminal di Bank atau ATM? Simak Cara Membela Diri yang Mudah di Sini!

Beberapa waktu belakangan, selain begal yang mengintai di jalanan, warganet ramai membicarakan tentang kasus penodongan senjata api di kala dini hari. Peristiwa itu bikin kita bertanya-tanya, bagaimana caranya menghindar dari nasib nahas itu dan cara membela diri saat kepepet?

Salah satu peristiwa yang menarik perhatian warganet terjadi pada Jumat (2/4) lalu. Kala itu, beredar video di media sosial yang menunjukkan seorang pria di dalam mobil yang mengacungkan senjata api ke pengendara motor pada dini hari. Ia melakukan aksi tersebut setelah sang pengendara motor diduga tersenggol mobil sang empunya pistol.

Polisi pun segera bertindak dan langsung meringkus sang “koboi jalanan” tersebut. Belakangan, sang pengendara mobil itu diketahui sebagai MFA, yang kebetulan juga menjabat CEO di sebuah perusahaan rintisan.

Terancam Kriminal di Bank atau ATM? Simak Cara Membela Diri yang Mudah di Sini!, Pluang

Tindakan Kejahatan dengan Senjata Api Juga Bisa Mengancam di ATM

Berkaca dari kasus di atas, kamu pun perlu hati-hati, Sobat Cuan! Sebab, ancaman semacam ini bukan hanya mengintai di jalanan.

Kasus serupa marak terjadi di bank atau bahkan di bilik ATM sekalipun. Kalau nasib tidak  mujur, kebayang, kan, bagaimana uang yang sudah kita kumpulkan susah-susah, eh, malah ludes dalam sekejap?

Sejauh ini, tidak banyak data rinci mengenai kasus-kasus itu, kecuali yang dibagikan warganet di media sosial. Namun, satu contoh perampokan di ATM telah terjadi di Kantor BRI Unit Kukun di Rajeg, Kabupaten Tangerang pada Selasa (30/3) dini hari.

Kawanan perampok pada peristiwa itu berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah, dan korban bahkan tidak sempat menerapkan cara membela diri. Bundelan uang itu dirampok saat hendak dimasukkan ke dalam mesin ATM BRI Unit Kukun oleh penyetor.

Sama seperti MFA, mereka pun membawa senjata api. Selain membawa kabur uang, mereka juga menembak satu orang. Korban tertembak pada bagian kaki kanan bawah paha.

Seram, ya, Sobat Cuan? Penodongan, penjambretan, dan tindak kejahatan lain memang ada di sekitar kita. Jangan sampai nyawa kita yang jadi taruhannya. Terus, apa, dong, yang bisa kita lakukan?

Baca juga: Jangan Tunda Lagi! Ini 8 Langkah Mengatur Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang!

Cara Membela Diri untuk Hadapi Tindak Kejahatan

Demi meminimalisir terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan, sebaiknya yuk kita persiapkan teknik pertahanan  diri (self-defense).

Instruktur Syena Martial Arts Jakarta, Joe Uno, menyebutkan bahwa adegan kejahatan yang kita tonton di film boleh jadi amat berbeda dengan di kehidupan nyata.

“Yang ada di film itu sudah terkoreografi. Saat kekerasan di dunia nyata, korban yang diserang tidak mendikte lawan. Kekerasan dalam dunia nyata itu brutal dan bersifat cepat,” jelasnya.

Menurutnya,melarikan diri dari tempat kejadian adalah cara pertahanan diri yang baik. Orang-orang yang mendalami bela diri mungkin akan menganggap ini sikap pengecut. Namun, bagi orang yang tidak biasa menerapkan cara membela diri, taktik melarikan diri bisa jadi diperlukan.

Namun, ada kalanya situasi tidak memungkinkanmu untuk langsung melarikan diri dan perlu menghadapi sang lawan. Apa yang perlu dilakukan jika demikian? Pahami teknik-teknik pertahan diri berikut, ya, untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang mungkin terjadi.

1. Usahakan Berdiplomasi

Ini tentu jalan yang damai untuk dilakukan. Mengajak sang pelaku kejahatan untuk berbicara, dengan tangan ke depan seperti gerakan menolak, katakan dengan lantang, “Mau apa, sih? Jangan ganggu saya!” bisa jadi taktik cara membela diri yang mujarab dalam situasi tertentu.

Dalam situasi ramai, cara ini bisa membuat orang di sekitar tahu kita dalam kondisi bahaya dan memberikan pertolongan pada kita.

2. Jangan Dekati Lawan

Usahakan jaga jarak dengan pelaku tindak kekerasan. “Jangan berusaha bergulat dengan lawan, apalagi bila lebih dari satu,” ujar Joe.

Joe menyarankan, bila situasi ini terjadi, cara membela diri yang aman adalah dengan menerapkan posisi kaki kiri di depan lalu kedua tangan agak maju seperti gerakan tangan menolak.

Hal ini membuat adanya jarak antara korban dan lawan. Konon, ini adalah sinyal kepada lawan yang mengatakan bahwa kita tidak ingin disakiti oleh lawan dan karenanya siap mempertahankan diri dengan cara apa pun.

Jika mundur, pastikan tidak lebih dari dua langkah, ini untuk menghindari korban jatuh bila ada lubang di belakang. Lebih baik mundur satu langkah lalu mengarahkan badan ke kiri atau kanan.

3. Saat Perlu Terapkan Cara Membela Diri, Seranglah Titik Lemah Lawan

Bila melawan dengan gerakan fisik tidak terhindarkan, maka ingatlah untuk melawan dengan secara strategis menyerang titik lemah kawan. Jika lawan mulai mencoba menyentuh dan melakukan hal yang tidak diinginkan, jangan setengah-setengah untuk balik menyerang titik lemahnya.

“Seberapa  kuat pun seseorang, ada titik lemah yang bila dipukul dengan keras akan ada efeknya,” kata Joe. Bagian tersebut umumnya adalah mata, leher, selangkangan, dan tulang kering. Saat sang lawan sudah  merasa tidak nyaman, itulah saat yang tepat buatmu untuk kabur alias melarikan diri.

4. Dorong Hingga ke Bawah

Bila kamu sudah menjalankan teknik cara membela diri di atas, kamu bisa lanjut menerapkan taktik ini. Yakni, dengan mendorongnya hingga tersungkur ke bawah. Secara mental, orang yang berada di bawah akan merasa dirinya tidak seberapa kuat. Bila sudah aman untukmu buat kabur, maka lanjutkanlah dengan melarikan diri sebagai bentuk pertahanan.

Baca juga: Sukses dalam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

Hal-hal yang Perlu Kamu Hindari Saat Menerapkan Cara Membela Diri

Hindari untuk melakukan hal-hal berikut ketika menerapkan cara membela diri di atas:

  • Jangan tendang area di atas pinggang, apalagi bagi korban yang lebih pendek dari lawan. Karena, jika kita menendang area atas pinggang, hal ini cenderung membuat badan kita tidak seimbang setelahnya.
  • Hindari bermain-main
  • Jangan meninju dengan tangan mengepal
  • Sebaiknya jangan mengikuti permainannya
  • Jangan menggunakan teknik salah untuk melawan. Pastikan kamu mencerna situasi dan kondisi dengan sebaik-baiknya, barulah menerapkan strategi cara membela diri yang sesuai.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNN IndonesiaTribun NewsLiputan 6

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img