Mengisi Faktur Pajak Lewat Aplikasi e-Nofa? Begini 3 Cara Mudahnya

Jika kamu memutuskan buka usaha dan baru menjadi pengusaha, kamu perlu mencari tahu cara membuat faktur pajak. Eits, tapi apa itu faktur pajak?

Setiap pengusaha di Indonesia yang dikategorikan sebagai pengusaha kena pajak (PKP) wajib membuat faktur pajak. Faktur pajak adalah bukti dari pungutan pajak yang dibuat oleh PKP sebagai bagian dari kewajibannya sebagai wajib pajak.

Faktur pajak adalah tanggungan dari PKP yang harus diserahkan kepada dinas perpajakan berupa penyerahan jasa kena pajak (JKP) atau penyerahan barang kena pajak (BKP).

cara membuat faktur pajak

Namun, sebelum kamu bertanya apa itu faktur pajak atau cara membuat faktur pajak, kamu perlu mengetahui tentang pengukuhan PKP oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Wajib pajak baru dikenai kewajiban untuk menyerahkan faktur pajak setelah dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Setelah dikukuhkan, barulah PKP otomatis dikenai kewajiban untuk membayar pajak pertambahan nilai (PPN).

UU PPN menyebutkan terdapat sekurang-kurangnya tiga jenis faktur pajak: 1) faktur pajak bentuk standar, faktur pajak bentuk gabungan, dan faktur pajak bentuk sederhana.

Yuk, cari tahu cara membuat faktur pajak untuk ketiga jenis faktur ini.

Baca juga: Sebelum 31 Maret 2020, Begini Lho Caranya Lapor Pajak Secara Online

#1 Cara membuat faktur pajak bentuk standar

apa itu faktur pajak
Sumber: CERMATI

Faktur pajak dibuat oleh PKP mengacu pada ketentuan Dirjen Pajak No. Kep-53/PJP/1994, berlaku sejak 29 Desember 1994. Kewajiban ini dilaksanakan per Januari 1995.

Faktur pajak jenis ini berbentuk kuarto. Cara membuat faktur pajak ini adalah dengan menyertakan keterangan berikut:

  • NPWP, alamat, dan nama PKP yang melakukan penyerahan dan/atau pembelian BKP atau JKP
  • Memasukkan informasi barang atau jasa, dengan jumlah harga jual atau penggantian dan potongan harga
  • Jumlah PPN dan/atau PPnBM yang dipungut
  • Nomor, seri, kode dan tanggal pembuatan faktur pajak
  • Jabatan, nama terang, dan tanda tangan pihak terkait

#2 Bentuk gabungan

Mengisi Faktur Pajak Lewat Aplikasi e-Nofa? Begini 3 Cara Mudahnya, Pluang
Sumber: CERMATI

Faktur pajak gabungan adalah faktur pajak standar yang penggunaannya diizinkan untuk dijalankan oleh PKP jika terjadi beberapa kali penyerahan BKP/JKP kepada pembeli atau penerima jasa yang sama dan dilakukan dalam satu masa pajak.

Jenis faktur ini wajib dibuat oleh PKP selambat-lambatnya di akhir bulan berikutnya setelah terjadi penyerahan BKP/JKP.

#3 Bentuk sederhana

cara membuat faktur pajak
Sumber: CERMATI

Faktur pajak jenis ini merupakan dokumen yang secara fungsional disamakan fungsinya dengan faktur pajak. Dokumen ini diserahkan kepada pembeli dan/atau pengguna BKP/JKP dalam bentuk sobekan kecil, hampir sama seperti karcis. Bisa juga berbentuk bon kontan atau faktur bukti penjualan BKP atau penggunaan JKP.

Baca juga: 5 Poin Penting Perpajakan yang Diatur RUU Omnibus Law, Apa Saja?

Cara membuat faktur pajak dan mengisi faktur pajak 

Faktur pajak elektronik
Sumber: https://efaktur.pajak.go.id/login

Demi meningkatkan kemauan dan kemudahan masyarakat, terutama PKP, untuk melakukan setoran pajak ini, pemerintah telah menerbitkan e-Faktur atau faktur elektronik.

Terobosan ini diharapkan agar warga tertib membayar pajak sekaligus sebagai wujud kemauan bersama untuk menciptakan masyarakat tertib pajak.

E-faktur ini diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.

Berikut ini tahap-tahap yang bisa ditempuh untuk mengisi faktur pajak demi menghindari kesalahan audit:

#1 Mengisi faktur pajak – tahap pertama

  • Masukkan nomor seri dan kode faktur pajak yang diperoleh dari DJP, sekaligus nama, NPWP, dan perusahaan yang menyerahkan barang/jasa kena pajak pada kolom PKP
  • Pada kolom pembeli BKP/penerima JKP/, masukkan nama, alamat, dan NPWP perusahaan yang membeli atau menerima barang/jasa kena pajak

#2 Mengisi faktur pajak – tahap kedua

  • Masukkan nomor urut sesuai urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan dan nama barang/jasa kena pajak yang diserahkan
  • Pada kolom harga jual, penggantian atau uang muka dan termin dimasukkan nominal harga

#3 Mengisi faktur pajak – tahap ketiga

  • Pada kolom harga jual atau penggantian, uang muka, atau termin, masukkan total harga keseluruhan
  • Total nilai potongan BKP/JKP ditulis setelah dikurangi dengan potongan harga
  • Jika terjadi penerimaan uang muka sesuai penyerahan BKP/JKP, nominal uang ditulis pada kolom nilai uang muka yang telah diterima
  • Keseluruhan jumlah penggantian/harga jual/uang muka/termin dikurangi dengan potongan harga dan uang muka yang telah diterima, ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak
  • Pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak, ditulis jumlah PPN 10% yang terutang
  • Untuk bagian kolom PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), hanya diisi apabila terjadi penyerahan dari penjualan barang yang tergolong mewah saja
  • Selanjutnya, isi bagian kolom nama, tanda tangan, serta stempel dari pejabat yang ditunjuk perusahaan

Tiga tahapan ini sebagai cara membuat faktur pajak harus kamu lakukan jika kamu tergolong PKP yang akan melakukan penyerahan BKP/JKP kepada konsumen.

Sumber: Cermati, Pajakku

Simak juga:

Pelemahan KPK Jadikan Indonesia sebagai Surga Pajak Koruptor?

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Pengin Jalan-jalan ke Luar Negeri? Ini Caranya Bikin Paspor Online

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Dibanderol Rp193 M, Majesty 140 Berhasil Jadi Yacht Termahal di Dunia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img