Currently set to Index
Currently set to Follow

Mau Nambang Bitcoin? Simak Modal dan Biaya yang Perlu Kamu Keluarkan!

Tren kenaikan harga Bitcoin membuat banyak orang tergiur. Mulai dari berinvestasi hingga menambang Bitcoin secara langsung. Jika kamu salah satu yang ingin tahu cara menambang bitcoin, ada baiknya cek dulu biaya menambang yang perlu dikeluarkan. Terlebih, kini menambang Bitcoin adalah usaha yang mendulang cuan, lho.

Hal ini sesuai dengan data Coin Metrics yang dianalisis CoinDesk, yang menunjukkan bahwa penambang Bitcoin mendulang US$1,36 miliar di Februari, atau naik 21% dibandingkan posisi Januari.

Lonjakan pendapatan Februari lalu datang seiring meroketnya harga Bitcoin dalam rentang periode yang sama, yakni dari US$33.000 ke level tertinggi baru sepanjang masa di atas US$58.000.

Bahkan, nilai pemerimaan ini adalah yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Adapun, terakhir kalinya penambang Bitcoin tersenyum lebar karena dapat untung gede adalah Desember 2017 yakni US$1,25 miliar.

Menurut data dari Luxor Technologies, jika diukur dengan hitungan terahash per second (TH/s), pendapatan penambang melonjak antara US$0,23 dan US$0,38 hingga Februari. Meski, di akhir Februari, angka itu telah mendekat ke angka US$0,30.

Di sisi lain, biaya jaringan mencapai US$186 juta pada bulan Februari, atau 13,7% dari total pendapatan. Angka itu merupakan peningkatan persentase yang signifikan dari 10,3% biaya bulan sebelumnya. Berdasarkan data Coin Metrics, biaya ini mencapai nilai tertinggi sejak Januari 2018.

Baca juga: Panduan Cara Menambang Ethereum

Mau Nambang Bitcoin? Simak Modal dan Biaya yang Perlu Kamu Keluarkan!, Pluang

Cara Menambang Bitcoin: Bisakah Menambang Bitcoin Secara Gratis dan Tanpa Biaya?

Meskipun perangkat lunak penambangan Bitcoin gratis, ada biaya luar biasa yang terlibat dalam biaya perangkat keras dan listrik. Perangkat keras penambangan khusus dapat berharga antara beberapa ratus dolar hingga US$10.000, atau sekitar Rp150 juta.

Peralatan penambangan juga sangat haus energi listrik. Bergantung pada biaya listrik di area penambang, mungkin diperlukan biaya US$73.000 untuk memproses satu bitcoin dalam waktu satu bulan.

Menurut data EliteFixtures, berdasarkan kesulitan penambangan per awal Januari 2018, alat penambang AntMiner S9 akan menggunakan 17,77 juta kilowatt listrik dan membutuhkan waktu 548,56 hari untuk menambang koin.

Sementara itu alat penambang AntMiner S7 butuh 45,88 juta kilowatt dan memakan waktu 1580,2 hari. Adapun Avalon 6 butuh 55,29 juta kilowatt listrik dan membutuhkan 2.194,22 hari untuk satu koin.

Salah satu cara untuk mengurangi biaya ini adalah bergabung dengan kumpulan penambang yang memanfaatkan kekuatan komputasi perangkat keras yang dimiliki oleh banyak penambang. Namun, trik menambang paket hemat ini pun ada kekurangannya. Yakni, setiap penambang hanya menerima sebagian kecil dari setiap bitcoin yang ditambang.

Bagaimana, Sobat Cuan? Masih niatkah menambang Bitcoin?

Baca juga: Ini 5 Skenario Masa Depan Bitcoin di 2030!

Cara Menambang Bitcoin: Negara dengan Biaya Menambang Bitcoin Termahal dan Termurah

Kalau kamu kekeuh ingin menambang Bitcoin dengan murah, mungkin ada baiknya kamu pindah ke negara-negara yang punya ongkos penambangan Bitcoin yang irit.

Pada 2018 lalu, EliteFixtures merilis data terkait ongkos penambangan Bitcoin dari yang paling murah hingga yang bikin kantong menangis. Dari daftar tersebut, Venezuela masuk sebagai negara dengan ongkos menambang termurah, yakni US$531 untuk setiap satu keping Bitcoin. Ini lantaran tarif listrik mereka disubsidi besar-besaran oleh pemerintahnya.

Kalau pergi ke Venezuela terlalu jauh, mungkin kamu bisa memilih pindah ke Myanmar. Sebab, ongkos menambang Bitcoin di negara tersebut hanya US$1.983 per satu keping Bitcoin. Ongkos menambang Bitcoin di dua negara tersebut lebih murah ketimbang Indonesia, yakni US$4.329 atau Rp60,6 juta hanya untuk mendapat satu keping Bitcoin.

Namun, kamu jangan pernah pergi ke Korea Selatan hanya untuk menambang Bitcoin lantaran ongkosnya cukup mahal. Bayangkan, untuk menambang satu keping Bitcoin saja, umat manusia yang ada di Korea Selatan harus mengeluarkan modal US$26.170. Di Indonesia sendiri, angka segitu mungkin sudah bisa menambang sekitar empat keping Bitcoin.

Tak hanya Korea Selatan, terdapat pula negara lain di mana ongkos menambang Bitcoin terbilang mahal, yakni Niue, Bahrain, Kepulauan Solomon, dan Kepulauan Cook. Untuk data lengkapnya, silakan cek infografis di bawah ini.

Table of Bitcoin mining costs by country around the world
Sumber: EliteFixtures.com

Amerika Serikat masuk sebagai negara termurah ke-41 untuk penambangan dengan harga US$4.758. Rusia, pusat penambangan utama, hanya sedikit di bawah AS dengan harga US$4.675. Sementara China masuk sebagai negara termurah ke-17 dengan harga US$3.172.

Data menunjukkan bahwa lokasi sangat mempengaruhi biaya penambangan bitcoin, itulah sebabnya banyak penambang akan menggunakan jaringan pribadi virtual. Dan tentu saja, berapa biayanya mengubah seberapa banyak penambang bisa untung.

Sebelum menambang, mungkin ada baiknya untuk menanyakan kepada perusahaan listrik setempat untuk mengetahui dengan tepat berapa banyak biaya yang sekiranya bakal kamu butuhkan. Dan yang paling penting, pastikan kamu udah cukup modal ya, untuk menambang Bitcoin!

Baca juga: Harga Emas Tahun Ini Bersiap Dekati Rekor Tertinggi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Coindesk, EliteFixtures, Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img