Currently set to Index
Currently set to Follow

Kamu Susah Jadi Kaya? Yuk, Ubah 7 Pola Pikir Ala Kaum Kelas Menengah Ini!

Kamu pastinya sudah familiar dengan istilah “the rich gets richer” alias “yang kaya mah makin kaya”. Dan jadinya, mungkin dibuat bertanya-tanya: Apa memang segitu tidak ada cara atau kesempatan menjadi kaya untuk orang biasa?

Garap kerjaan tambahan di kala petang sembari kerja banting tulang pagi sampai sore, tapi kadang nasib mujur tidak juga datang. Bukan kaya yang didapat, namun hanya rasa lelah yang mencuat. Jadi, sebenarnya apa, sih, yang menghambat kita jadi kaya?

Steve Siebold, seorang kontributor CNBC, pernah dengan serius mencari tahu kesalahan yang kerap dilakukan orang biasa-biasa seperti kita (alias kelompok kalangan kelas menengah) sehingga tidak kunjung juga kaya. Ia melakukan riset sampai 36 tahun, mempelajari dan mewawancarai lebih dari 13.000 multimilyuner dan kalangan kelas menengah.

Ia menemukan bahwa kunci dari kaum jet set ini adalah karena mereka memiliki sejumlah pedoman hidup dan strategi yang berbeda dari orang kebanyakan. Eureka! Ternyata betul ada “cara menjadi kaya” yang “berbeda” tersebut, lho! Rahasia sekitar 13.000-an orang dalam menjadi kaya adalah bahwa mereka tidak melihat uang bekerja secara mekanis untuk mereka.

Dengan kata lain, untuk menjadi orang kaya, kamu harus berpikir selayaknya orang-orang kaya ini dan menghindari berbagai miskonsepsi. Alias, cara berpikir yang keliru dan menghambatmu jadi kaya.

Apa saja konsep-konsep keliru yang berkembang di tengah masyarakat dan menghambat kita dari potensi menjadi lebih kaya? Yuk, simak “mitos-mitos kaya” berikut.

Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

1. “Bekerja Keras, dan Menolerir Pekerjaan yang Tidak Sesuai Passion, Bisa Bikin Kita Jadi Kaya.”

Banyak orang bertahan di pekerjaan yang mereka benci, khawatir dipecat, dan bekerja keras saban hari demi memperoleh pensiun yang menjamin masa tua kelak nanti.

Padahal, kaum ultra-kaya melakukan yang sebaliknya. Cara menjadi kaya versi mereka adalah dengan mencintai apa yang kamu kerjakan dan menjadikan apa yang kamu cintai sebagai pekerjaan. Mereka tidak menaruh kepercayaan besar pada “kerja keras” dan lebih menekankan “kerja bagi pemenuhan diri’.

Begitu mereka menemukan pekerjaan yang mereka cintai, mereka menaruh pula seluruh hati dan jiwa mereka untuk pekerjaan itu. Saking cintanya mereka pada pekerjaan tersebut, mereka bahkan menjadi yang terbaik di bidangnya. Tak pelak, mereka lantas diganjar sejumlah besar kekayaan untuk kehebatan dan keahlian mereka di bidang itu.

Ubah pola pikirmu: Tentukan bidang yang betul-betul kamu cintai, dan bekerja keras di bidang itu. Tingkatkan kemampuan dengan menemukan sosok mentor yang tepat dan juga passionate di bidang yang sama. Tanyakan pada mereka, apa yang mengantarkan mereka pada kesuksesan di bidang itu.

2. “Kamu Tidak Bisa Kaya Tanpa Pendidikan Formal yang Memadai.”

Berapa dari kita yang menyadari bahwa cara berpikir semacam ini salah besar ketika melihat Susi Pudjiastuti, yang notabene hanya tamatan SMP, bisa menjadi pengusaha sukses? Dan bahkan menjadi menteri di negara ini?

Kalangan kelas menengah kebanyakan memang percaya bahwa investasi pada pendidikan formal akan menentukan kekayaan. Bisa jadi, hal ini akan berlaku bagi beberapa orang. Tapi bukan berarti syarat itu bersifat mutlak.

Malahan, kesuksesan finansial tidak ditentukan dari sehebat apa kita menghafal informasi dari textbook kuliahan. Buktinya, sebagian besar milyuner dunia malah tidak memegang ijazah kuliah.

CEO Dell Technologies Michael Dell dengan net worth-nya senilai US$32 milyar, contohnya, adalah mahasiswa yang di-DO dari Universitas Texas. Steve Jobs bahkan menyebut bahwa DO dari Reed College adalah “salah satu keputusan terbaik” yang dibuatnya dalam hidup.

Ubah pola pikirmu: cara menjadi kaya lewat institusi pendidikan formal tidak bekerja untuk setiap orang. Jika kamu cinta bidang marketing, atau ingin menjadi pengembang web dan belajar programming, kamu bisa mengambil kursus daring yang bisa memperkuat kemampuanmu di bidang itu. Bill Gates bahkan menyebut bahwa kesuksesannya adalah dari hobinya membaca hingga 50 buku setahun, dan bukan dari bangku sekolahan.

3. “Cara Menjadi Kaya? Mana Bisa! Kan Kamu Memang Ditakdirkan Tidak Kaya”

Orang kebanyakan berpikir bahwa cara menjadi kaya hanya bisa dilakukan oleh kalangan yang lahir dengan privilese. Alias, orang-orang yang dari sononya sudah terlahir tajir.

Sementara, pada kenyataannya, tidak semua kalangan ultrakaya berasal dari latar belakang mentereng. Jack Ma memulai kariernya dari jadi kuli rendahan. Begitu pula banyak pebisnis perusahaan teknologi hari ini yang memulai usaha mereka hampir dari nol.

Mereka berhasil menempuh cara menjadi kaya karena mereka menanyakan ke diri mereka sendiri: “Jika aku membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain, mengapa tidak aku memperoleh profit darinya juga?”

Ubah pola pikirmu: Alih-alih memfokuskan pada berhemat dengan memotong jatah duit bulananmu, mengapa tidak brainstorm gagasan-gagasan potensial yang bisa dikembangkan menjadi bisnis yang bermanfaat bagi orang banyak dan mendatangkan profit?

Baca juga: Sukses dalaam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

4. “Kekayaan Mengubah Orang-Orang Menjadi… Bukan Diri Mereka Lagi.”

Apakah kamu pernah memiliki rasa takut akan “menjadi orang lain” ketika menjadi kaya? Menjadi sombong, arogan, korup, dan serakah karena menjadi kaya?

Tidakkah pikiran semacam itu terdengar lucu? Berbeda dari keyakinan orang pada umumnya, uang dapat menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat.

Ubah pola pikirmu: Jika pada dasarnya kamu orang yang baik dan jujur, pekerja keras dan rendah hati, kamu malah bisa jadi orang yang jauh lebih baik dengan kekayaanmu itu. Bahkan, kekayaan itu bisa kamu pergunakan untuk hal-hal yang lebih baik.

5. “Cara Menjadi Kaya adalah Bermain Aman dengan Uangmu.”

“Dicarinya susah-susah, jadi sebaiknya duitmu tidak dipergunakan dengan sembarangan.” Seberapa sering kamu berpikir demikian sehingga menghindar dari prospek dan spekulasi?

Padahal, pada kenyataannya, orang yang kaya menjadi lebih kaya lagi karena mereka menggunakan uang mereka untuk diputar dalam bisnis. Darinya, mereka memperoleh lebih banyak uang lagi. Mereka berani mengambil risiko dan menerapkan strategi yang pas untuk bisnisnya.

Ubah pola pikirmu: Yuk, tingkatkan toleransi risikomu. Beranilah untuk mengambil keputusan besar, utamanya tentang menggunakan uang untuk diputar lagi dalam bisnis yang kamu cintai. Pastikan juga, kamu berani mengambil keputusan untuk bisnismu.

6. “Ngapain Mengajarkan Anak Cara Menjadi Kaya Sejak Kecil? Mending Ajarin Nabung Dulu!”

Menurut survei T. Rowe Price pada 2018 pada 1.000 anak muda berusia 18-24 tahun, 30% dari responden mengatakan bahwa orang tua mereka baru mengajarkan tentang pengelolaan uang pada usia 15 tahun. Sementara itu, sebagian besar dari mereka difokuskan untuk menabung uang oleh para orang tua merka.

Namun, kalangan ultrakaya melihat uang dalam perspektif yang lebih dinamis dan ini jadi cara menjadi kaya yang efektif bagi mereka. Mereka melihat dana yang mereka miliki bisa bertumbuh seiring dengan bagaimana mereka memutar kembali dana tersebut.

Ubah pola pikirmu: Menabung memang penting. Tapi, penting juga untuk mengajarkan kepada anakmu tentang betapa lebih penting lagi untuk dapat menumbuhkan dan memutar nilai uang itu. Tunjukkan pada mereka bahwa berinvestasi adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Dan, bahwa, ah oke saja kok menggunakan uang untuk hal yang mereka suka. Kita hidup hanya sekali, bukan?

7. “Uang Membuat Orang Stres dan Emosional.”

Sebagian besar orang gagal mengumpulkan kekayaan yang besar karena melihat uang dari segi negatifnya saja. Mereka tumbuh dengan mitos tentang betapa buruknya hidup untuk cuan sehingga cenderung menghindari ngobrol tentang topik itu. Bahkan, tak jarang kan, kita mendengar istilah “money can’t buy happiness”?

Kalangan ultrakaya melakukan sebailknya. Mereka berhasil memisahkan segi positif dan segi negatif dari uang dan mempertajam insting dan logika mereka soal dua sisi uang tersebut. Saat mereka ingin uang dipergunakan dengan lebih strategis, mereka cenderung menyisihkan emosi dan membiarkan logika mereka bekerja. Sebagaimana kata penulis Irlandia Jonathan Swift, “Orang yang bijak menaruh perkara uang di kepala, dan bukan di hati mereka.”

Ubah pola pikirmu: Gunakan logikamu untuk mengatur strategi finansialmu dan menetapkan cara menjadi kaya yang paling tepat untukmu.

Baca juga: Demi Bisa Menabung, Simak Cara Hidup Hemat dan Sehat dalam 7 Langkah

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img