Currently set to Index
Currently set to Follow

Cetak Rekor Melulu, Ini Alasan Harga Ethereum Bakal Terbang Terus!

Ethereum (ETH), mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, memecahkan rekor dengan menembus level US$2.377 per keping pada Selasa (13/4). Rekor harga Ethereum ini hanya beberapa hari setelah menembus US$2.100 untuk pertama kalinya.

Meskipun tidak jelas apakah ada kaitannya, rekor harga Ethereum terjadi hanya beberapa hari sebelum bursa aset kripto terkemuka AS, Coinbase, mulai melantai di Nasdaq. Hal ini dinilai menjadi salah satu peristiwa dalam industri kripto yang paling diantisipasi. Sebuah tanda bahwa pasar semakin matang dan siap untuk mengadopsi, dengan potensi para investor Wall Street akan mendukung aset kripto untuk meroket.

Dengan menembus level tertinggi baru sepanjang masa, aksi harga Ethereum baru-baru ini menggemparkan pasar aset kripto dan menjadi pemimpin untuk pergerakan harga-harga altcoin. Di mana, peristiwa ini disebut sebagai altcoin season. Ini tak mengherankan, lantaran Ethereum selalu menjadi rujukan bagi keuangan terdesentralisasi dan proyek token lain.

Meskipun banyak proyek token lain yang diberi label sebagai “pembunuh Ethereum”, hal itu tampak tidak serius. Selama bertahun-tahun, Ethereum hanya sekarang menghadapi persaingan yang sebagian besar berasal dari masalah skalabilitas jaringan dan transaksi. Jika tidak ada solusi efektif untuk memperluas jaringannya, Ethereum mungkin akan segera mulai kalah bersaing dengan platform serupa yang sama-sama memiliki fitur smart contract.

Meski demikian, beberapa analis memperkirakan bahwa Ethereum akan kembali mencatat level tertinggi sepanjang masa dan bisa mengungguli Bitcoin di masa mendatang. Sobat Cuan pasti penasaran, faktor apa yang menaikkan harga ETH ke depan?

Cetak Rekor Melulu, Ini Alasan Harga Ethereum Bakal Terbang Terus!, Pluang

Rekor Harga Ethereum Karena Investor institusi

Pembelian Bitcoin senilai US$1,5 miliar oleh Tesla menarik banyak perhatian di komunitas aset kripto. Tidak mengherankan bahwa lebih banyak perusahaan yang ingin melakukan diversifikasi dan mengambil posisi beli di Ether. Menurut laporan Coinbase, investor institusional sekarang mengenali Ethereum sebagai investasi potensial, mirip dengan Bitcoin.

Mungkin aset kripto baru saja mengukuhkan dirinya sebagai kelas aset institusional. Namun, kenyataannya banyak perusahaan Fortune 500 yang telah berinvestasi di Ethereum hampir setahun yang lalu. Menurut penelitian, beberapa alamat dompet Ethereum merujuk ke perusahaan besar seperti JPMorgan Chase, IBM, Microsoft, Amazon, dan Walmart.

Sangat mungkin bahwa investor institusi besar sudah memiliki Ethereum, tetapi belum mempublikasikannya. Tesla melakukan hal itu, dengan mengumumkan investasi Bitcoinnya kira-kira sebulan setelah transaksi. Sementara perusahaan Grayscale terus menumbuhkan kepercayaan Ether, dan perusahaan besar lain juga menimbun Bitcoin dan Ethereum. Jadi jelas bahwa investasi institusional adalah salah satu faktor di balik reli harga terbaru.

Baca juga: Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

Rekor Harga Ethereum Karena NFT Semakin Viral

Belakangan ini, belantika aset kripto dihebohkan dengan penjualan Non-Fungible Token (NFT) yang marak dimanfaatkan oleh artis digital hingga pengembang game. Namun, pemanfaatan NFT tak hanya berhenti di situ. Ternyata, selebritas seperti Logan Paul dan Snoop Dogg telah menggunakan NFT sebagai sarana promosi dan menciptakan sumber penerimaan baru.

Chief Marketing Officer perusahaan platform NFT Blid Boxes, Suz Lee, mengatakan bahwa adopsi NFT yang meluas membuktikan bahwa ekosistem Ethereum benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan di dunia nyata. Makanya, bukan tidak mungkin nantinya permintaan ETH akan meningkat, yang kemudian akan ikut mengerek harganya.

Harga Ethereum Terus Menanjak Karena Adopsi DeFi

Tak hanya didorong oleh demam NFT, harga Ethereum kemungkinan juga masih akan didorong oleh tingginya adopsi aplikasi Decentralized Finance (DeFi). DeFi merupakan ragam aplikasi jasa keuangan aset kripto, di mana kegiatannya mirip dengan jasa keuangan pada umumnya, seperti pinjam meminjam. Hanya saja, transaksi dilakukan dengan aset kripto, bukan uang fiat, dan sistemnya berjalan di atas sistem smart contracts milik Ethereum.

Belakangan, peminat teknologi DeFi terbilang cukup marak, yang tercermin dari banyaknya nilai aset kripto yang tersimpan di dompet DeFi. Pada 14 April 2021, total nilai terkunci (Total Value Locked) di DeFi tercatat sebesar US$68,5 miliar, atau meningkat dari US$55 miliar pada 1 April lalu.

Banyak analis memperkirakan bahwa investor institusi akan semakin membanjiri platform DeFi dan membawa likuiditas dengan nilai lumayan ke dalamnya. Sebab, kini sudah semakin banyak proyek-proyek DeFi yang ditujukan khusus untuk melayani investor institusi, seperti konsultasi manajemen risiko dan lain-lain.

Kemudian, investor diyakini akan beralih ke DeFi setelah menilai bahwa mereka tidak akan menghasilkan imbal hasil dengan melakukan kegiatan keuangan konvensional. Misalnya, menabung atau membuka akun deposito. Ini lantaran bank sentral beberapa negara, khususnya AS, masih memberlakukan rezim suku bunga rendah sampai ekonomi benar-benar pulih.

Apalagi, kini terdapat berbagai aset di platform DeFi yang ditautkan (peg) dengan nilai dolar AS di dunia nyata dan memberikan pertumbuhan return dua digit. Misalnya, di USD Coin (USDC), Tether (USDT), dan beberapa stablecoin lain yang ditopang dan ditautkan dengan nilai dolar AS.

Keunggulan ini akan menarik minat penabung dan investor alternatif yang mendambakan cuan dari menabung dalam waktu lama. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka minat Ethereum akan melejit. Sehingga, harganya akan semakin meroket.

Prediksi Rekor Harga Ethereum: Menuju US$2.500 di Kuartal II?

Perlu juga dicatat bahwa nilai aset kripto ini telah meroket 159,9% sejak awal tahun. Dengan mengingat angka-angka ini, berikut adalah beberapa prediksi harga terbesar yang perlu diingat investor crypto untuk ethereum.

Sheldon McIntyre dari FXStreet menyatakan secara teknis bahwa bahkan jika resistensi muncul, pedagang harus bersiap untuk menaikkan target keuntungan. Ia menilai kenaikan target merujuk ke level retracement Fibonacci di US$2.327,41 dan US$2.504,09.

Sementara itu, Elena R dari Coinpedia menyatakan Ethereum saat ini tengah mencapai ketinggian baru. Bahkan, skenario optimistisnya, Ethereum bisa naik hingga US$7.000 per keping.

“Kami melihat bahwa perusahaan berbasis dana Ethereum dan pasar DeFi akan memperkuat posisi Ethereum yang tersedia dan memberikan premis untuk kenaikan tambahan,” ujarnya.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap cuan di masa depan bersama Ethereum? Yuk, segera investasi Ethereum di Pluang!

Baca juga: Ini Penjelasan Dasar-dasar Protokol Ethereum 2.0

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Coindesk, CoinTelegraph, Nasdaq

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img