Lapor Sebelum 31 Maret 2020, Simak Cara Lapor SPT Tahunan via DJP Online

Apakah kamu sudah melakukan lapor SPT pajak lewat DJP Online? Semua wajib pajak dengan NPWP wajib melengkapi aplikasi pajak online mereka sebelum 31 Maret 2020 ini.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) imbau agar wajib pajak mempelajari cara lapor pajak online. Wajib pajak orang pribadi (WPOP) perlu memenuhi pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT tahunan) yang harus disampaikan setiap tahunnya.

 djp online

Akses laman DJP Online untuk melakukan laporan aplikasi pajak online atau e-Filing

Setiap tahunnya, wajib pajak orang pribadi (WPOP) baik yang bekerja sebagai pegawai maupun pemilik bisnis/pekerja bebas harus melaporkan SPT berisikan total pendapatan kotor dan pajak yang telah dibayarkan pada negara.

UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) mengatur sanksi denda bagi wajib pajak yang tidak lapor SPT tahunan.

Supaya tidak bingung untuk mengisi formulir tahun ini, berikut ini solusi bagimu mengisi formulir SPT tahunan.

Baca juga: Mengisi Faktur Pajak Lewat Aplikasi e-Nofa? Begini 3 Cara Mudahnya

E Filing Pajak DJP Online: Pilih formulir SPT tahunan yang sesuai dengan statusmu

Jika penghasilan kurang dari Rp60 juta/tahun

Bila penghasilanmu kurang dari Rp 60 juta per tahun, pada form DJP online, maka jenis SPT yang perlu kamu gunakan untuk melakukan pelaporan SPT tahunan adalah:

  • 1770SS untuk Pegawai/Karyawan
  • Kategori 1770 untuk Pegawai dengan penghasilan lain
  • 1770 untuk Bukan Pegawai

Untuk penghasilan di atas Rp60 juta/tahun

Bila penghasilanmu di atas Rp 60 juta per tahun, maka jenis SPT yang perlu kamu gunakan untuk melakukan pelaporan SPT tahunan adalah:

  • 1770S untuk Pegawai/Karyawan
  • 1770 untuk Pegawai dengan penghasilan lain
  • 1770 untuk Bukan Pegawai

Kesemua jenis formulir ini bisa diunduh lewat situs web DJP online melalui tautan https://www.pajak.go.id/laporSPT, kamu bisa pilih formulir SPT sesuai dengan statusmu.

Baca juga: 5 Poin Penting Perpajakan yang Diatur RUU Omnibus Law, Apa Saja?

Sediakan dokumen untuk lengkapi aplikasi pajak online

 aplikasi pajak online

Untuk melaporkan SPT tahunan lewat DJP Online, berikut ini dokumen yang perlu kamu sediakan:

E filing pajak untuk kategori SPT Tahunan PPH (sangat sederhana/SS) atau 1770SS

Dokumen yang diperlukan berupa:

  • Bukti potong 1721 A1 (untuk pegawai swasta)
  • Serta bukti potong 1721 A2 (untuk pegawai negeri)

SPT Tahunan PPh (Sederhana/S) atau 1770 S

Untuk kategori ini, kamu perlukan dokumen e filing pajak DJP Online berupa:

  • Bukti potong 1721 A1 (untuk pegawai swasta)
  • Serta bukti potong 1721 A2 (untuk pegawai negeri)

SPT Tahunan PPh Jenis 1770

Kategori ini memerlukan dokumen berupa:

  • Penghasilan lain di luar pekerjaan
  • Bukti potong A1/A2
  • Neraca dan laporan laba-rugi (pembukuan)
  • Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (norma)

Baca juga: Diberlakukan Sistem Upah Berdasarkan Jam Kerja, Untung atau Rugi Bagi Pekerja?

Cara lapor pajak DJP online bagi pegawai/karyawan

djp online
Contoh bukti potong 1721 A1 Sumber: pajakitumudah.com

Kamu perlu mendaftarkan diri dengan akses DJP Online untuk melaporkan SPT tahunan lewat aplikasi pajak online. Pendaftaran bisa kamu lakukan lewat https://djponline.pajak.go.id/account/login

Untuk mengisi formulir SPT tahunan atau melakukan e-Filing, kamu harus punya EFIN atau Electronic Filing Identification Number. Nah, bila kamu sudah punya nomor EFIN, kamu bisa melakukan pelaporan pajak secara daring.

Nomor EFIN ini akan dikirimkan ke surelmu, tapi apabila kamu tidak bisa melakukan pendaftaran daring, kamu bisa pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dan bawa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk isi formulir aktivasi EFIN.

Jika kamu sudah miliki akun DJP online, maka kamu tinggal ikuti langkah berikut ini:

#1 Akses laman resmi DJP online

Buka laman https://djponline.pajak.go.id, ketik nomor NPWP dan password sertakan kode captcha untuk login

#2 Pilih e filing Pajak atau e-Form

Setelah kamu masuk ke laman One-stop Tax Services, kamu akan diberi akses untuk mengisi e-Filing atau e-Form. Pengisian e-Filing mensyaratkan koneksi internet yang stabil, sementara untuk mengisi e-Form komputermu tidak harus terkoneksi ke internet.

Gunakanlah akses e filing pajak utuk isi akses formulir SPT tahunan.

#3 Mulai bikin SPT tahunan

Ketika sudah muncul laman baru E-Filing SPT DJP Online, klik “Buat SPT” di bagian pojok kanan atas

#4 Jawab pertanyaan yang disediakan di formulir DJP online

Ikuti langkah berikutnya dan jawab pertanyaan yang tertera dalam laman, sesuai dengan yang sebenarnya, hingga semua pertanyaan dari DJP Online terjawab.

#5 Pilih formulir yang akan digunakan

Seperti yang dijelaskan di awal soal e filing pajak, jika gajimu di atas Rp60 juta per tahun, maka kamu bisa memilih pengisian SPT “Dengan Bentuk Formulir” atau “Dengan Panduan”, maupun “Dengan Upload SPT”. Bila sudah, akan muncul informasi SPT 1770S yang bisa kamu klik.

Baca juga: Per 30 Januari, Belanja dari Luar Negeri Minimal Rp45.000, Dikenai Pajak

#6 Isi data formulir SPT DJP Online

Setelah kamu masuk ke laman baru yang menuntunmu mengisi formulir, isilah formulir sesuai petunjuk. Pilih tahun SPT Pajak, lalu pilih status PT di “Normal”, dan klik “Langkah Berikutnya”.

#7 Isi lampiran II dan lampiran I/bagian kolom harta

Isilah “Lampiran II”, halaman daftar pemotongan/pemungutan PPh oleh Pihak Lain dan PPh yang Ditanggung Pemerintah. Di sini, akan tertera secara otomatis nama pemotong/pemungut pajak alias perusahaan tempatmu bekerja, dan keterangan lain hingga berisi jumlah nominal potongan pajak.

Pada lampiran I atau bagian kolom harta di laman DJP Online, kamu akan diminta untuk memberi keterangan tentang sejumlah harta seperti tabungan, deposito, investasi, uang tunai yang tersimpan di rumah, dst. Untuk bagian ini, jawab “Ya” pada halaman pertanyaan “Apakah Anda Memiliki Harta?”

Klik icon “Tambah+” pada pojok kanan atas, berikutnya muncul kolom baru yang perlu diisi dengan benar.

Isi harta kekayaan apa saja yang kamu punyai, lalu pilih “Simpan”. Klik “Langkah berikutnya”.

Pada halaman berikutnya, akan muncul pertanyaan “Apakah Anda memiliki utang?” bila kamu punya utang, sebutkan apa saja, termasuk KTA, KPR, dll kecuali kartu kredit.

#8 E filing pajak dengan masuk ke kolom induk

Pada bagian ini, kamu bisa isi identitasmu sesuai dengan status, apakah “Tidak Kawin/Kawin”. Lalu lanjutkan ke langkah berikutnya, “Lanjut ke A”.

Baca juga: Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

#9 Isi setiap kolom e filing pajak DJP Online sesuai dengan kondisi

Lakukan pengisian sesuai petunjuk, mulai dari “Pengisian Netto”, “Penghasilan Kena Pajak”, “PPh Terutang”, “Kredit Pajak” (jika ada), “PPh Kurang/Lebih Bayar” (jika ada), “Angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak Berikutnya” (jika ada).

Centang kolom “Setuju/Agree” pada bagian “Pernyataan”, lalu klik “Langkah berikutnya”.

#10 Informasi SPT nihil

Jika semua langkah pengisian sudah benar, maka tahap terakhir akan muncul informasi bahwa SPT kamu “Nihil”.

#11 Pengiriman token dan kode verifikasi dari DJP Online

Setelah semua urutan tuntas, periksalah email yang terdaftar, pihak DJP Online akan mengirimkan token untuk verifikasi pelaporan SPT kamu. Lalu, masukkan kode verifikasi di bagian kolom yang tersedia di bagian bawah. SPT kamu siap dikirim setelah kamu klik kolom “Kirim SPT”, dan lalu kolom “Selesai” untuk e filing pajak.

Dengan melaporkan SPT tahunan pada DJP Online secara rutin, maka kamu telah berkontribusi menyumbangkan pajak kepada negara untuk membangun infrastruktur bersama.

Mari, jadi warga negara yang taat pajak demi mendukung kesejahteraan bersama!

Sumber: Cermati, Tribun Timur

Simak juga:

Pelemahan KPK Jadikan Indonesia sebagai Surga Pajak Koruptor?

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Pengin Jalan-jalan ke Luar Negeri? Ini Caranya Bikin Paspor Online

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Dibanderol Rp193 M, Majesty 140 Berhasil Jadi Yacht Termahal di Dunia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img