Artikel Duan Yongping 'Bos Smartphone Cina' Lebarkan Sayap Bisnisnya secara Global

Duan Yongping ‘Bos Smartphone Cina’ Lebarkan Sayap Bisnisnya secara Global

Duan Yongping (58 tahun) dipandang sebagai “ayah baptis” bagi industri smartphone Cina terbaik. Ia mengembangkan dua merek, Oppo dan Vivo, sebagai pemain global besar yang bersaing melawan Samsung Electronics, Apple, LG Electronics dan Huawei Technologies.

Selama kurun waktu 10 tahun, merek smartphone Cina terbaik semakin merajai pasar dan memuncaki penghasilan dalam negeri mereka.

Keberhasilan empat merek dari negeri tirai bambu ini dalam menghadapi persaingan pasar global juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Oppo, Vivo, OnePlus, dan Realme baru saja mengembangkan sayap usaha mereka dan berhasil tampil di pasar.

 smartphone cina terbaik

Adalah Duan Yongping yang secara langsung dikaitkan dengan keberhasilan ini. Pendiri dan ketua perusahaan swasta BKK Electronics Corp ini telah 24 tahun mengembangkan rantai pasokan elektronik terbesar dan tercanggih dunia dalam produksi smartphone Cina terbaik.

Kekayaan bersih Duan hingga 10 M yuan (setara USD 1,5 M) menurut 2018 Hurun China Rich List. Pada September 2018, Duan dan istrinya, Li Xin, juga mendirikan Yayasan Enlight. Yayasan ini dikelola keluarga mereka untuk memberi beasiswa kepada para sarjana dan mahasiswa Cina.

Dengan dukungan yayasan ini, para calon mahasiswa akan memperoleh beasiswa sarjana di School of Engineering di Stanford University, Palo Alto, California.

Baca juga: Inovasi Ekonomi Berbagi, 5 Perusahaan Sediakan Platform Sewa Barang Online

Sepak terjang Duan Yongping di bisnis perusahaan teknologi besar

Duan Yongping menjadi pemberitaan utama internasional jelang akhir Juni 2006. Kala itu, ia menyetujui membayar sejumlah USD 620.100 dalam penawaran di eBay.

Penawaran ini untuk makan siang di restoran bistik di New York bersama guru investasi terkenal Warren Buffett, kepala eksekutif Berkshrie Hathaway.

Di balik maraknya merek-merek smartphone Cina, kegelisahan atas keuntungan teknologi yang akan diperoleh negara menjadi pembahasan. Selain istrinya, Duan mengikutsertakan enam temannya untuk makan siang dan membahas hal itu.

Duan Yongping lahir pada Maret 1961 dalam sebuah keluarga sederhana di Nanchang, ibukota provinsi Jiangxi di sebelah tenggara Cina.

Pada 1978, ia masuk Universitas Zhejiang di sebelah timur Hangzhou, tempat ia mengambil jurusan teknik elektronik nirkabel.

Setelah bertugas sebentar sebagai guru di pusat pendidikan orang dewasa di Pabrik Radio Tube Beijing, Duan Yongping melanjutkan studi di kampus elite Beijing.

Adalah Universitas Renmin yang sebelumnya dikenal sebagai People’s University yang mengganjarnya gelar master di bidang ekonomi pada 1989.

Pada tahun yang sama, ia bergabung dengan grup Zhongshan Yihua, di provinsi pesisir selatan Guangdong, untuk mengelola pabrik yang hampir kolaps dan mengubah pabrik itu menjadi bisnis yang menguntungkan.

Baca juga: Berhadiah Rp21 M, Google Tantang Hacker Sedunia Jebol Keamanan Pixel

Jatuh bangun Duan Yongping sebelum merambah bisnis smartphone

Ia mendirikan unit yang memproduksi konsol video game murah, Subor Electronics Industry Corp, di mana ia menjabat sebagai CEO perusahaan itu.

Subor lantas berhasil dalam membuat banyak konsol game bertema pendidikan dan beberapa mesin pembelajaran yang meniru Famicom bikinan Nintendo

Perangkat yang dipopulerkan Subor ini dikenal sebagai “Little Tyrant” dipopulerkan oleh Jackie Chan. Popularitas ini membantu Yihua mencapai laba tahunan sekitar 1 M yuan (USD 148 juta) pada 1995.

Terlepas dari keberhasilan itu, Duan Yongping sempat tampak berselisih dengan Yihua lantaran rencananya untuk memisahkan Subor dan memperoleh saham di perusahaan baru itu ditolak.

Ia meninggalkan Yihua pada 1995 dan lantas pada tahun itu, ia mendirikan perusahaan elektronik BBK di mana ia memiliki 70 persen saham.

Baca juga: Tahun 2020, Tenaga kerja dan Gaji Karyawan Startup Diprediksi Melonjak

Bagaimana Duan mengembangkan bisnis smartphone Cina terbaik

Dalam perkembangannya, Duan membagi bisnis BBK jadi tiga segmen: segmen pendidikan elektronik, dipimpin oleh Huang Yihe.

Pada segmen audiovisual, membuat pemutar VCD dan DVD di bawah Chen Mingyong.

Dan pada segmen komunikasi, yang menghasilkan telepon seluler dan telepon nirkabel di bawah Shen Wei.

Pada 1999, Duan memperkenalkan program kemitraan yang akhirnya mengarah pada penciptaan entitas bisnis independen dan pengurangan saham BBK jadi sekitar 17%.

Itu menyebabkan Oppo Electronics Corp didirikan pada 2004 oleh Chen, sementara Vivo Communication Technology dibentuk oleh Shen pada 2009.

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, Duan Yongping menyebut bahwa membuat ponsel bukan keahliannya. Namun, perusahaan yang dipimpinnya ini pada kenyataannya dapat memproduksi dengan baik di industri ini.

Baca juga: Larry Page & Sergey Brin Pensiun, Percayakan Kepemimpinan Google pada Sundar Pichai

Duan Yongping dan berbagai inovasi mutakhirnya

Keputusan-keputusannya terbukti dapat memutakhirkan pembuatan smartphone Cina terbaik. Penjualan smartphone Android merek Cina lepas landas dengan jaringan seluler 3G dan lantas 4G yang diluncurkan secara global.

Lantaran perkembangan ini, permintaan untuk ponsel merek Cina meningkat dua kali lipat setiap tahun antara 2010 hingga 2012 dan selama periode ketika layanan seluler 3G diluncurkan.

Namun, pergerakan ini secara bertahap melambat dari 2013 jelang penyebaran layanan 4G yang lebih cepat dengan tiga operator jaringan seluler Cina daratan.

Dengan populasi internet dan pasar smartphone terbesar di dunia, Cina memiliki sebanyak 300 perusahaan telepon seluler sekitar tiga tahun lalu.

Jelang 2020 ini, merek smartphone Cina, Oppo, menggandakan investasi R&D untuk mengimbangi para pesaing menjelang penyebaran jaringan teknologi 5G.

Tampak berbagai usaha dilancarkan demi memastikan smartphone Cina mampu bersaing dengan baik dalam pasar teknologi telepon seluler global.

Sumber: South China Morning Post

Simak juga:

Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!

Jualan Drone, Frank Wang Berhasil Raup Keuntungan Hingga Rp27 Triliun

Artikel Terbaru