Currently set to Index
Currently set to Follow

Pasutri China Palsukan Perceraian Agar Dapat KPR

Ekonomi China perlahan mulai pulih setelah dihantam pandemi COVID-19. Salah satu buktinya tercermin pada kenaikan harga properti di dua kota pusat pertumbuhan ekonomi China, yakni Shanghai dan Shenzen.

Namun, di saat yang bersamaan, pemerintah pun berupaya untuk mengekang spekulasi dan bertekad menjaga pasar properti tetap terkendali di dua kota tersebut.

Shanghai Cegah Surat Cerai Palsu Jadi Dokumen KPR

Di Shanghai, contohnya, pemerintah kotanya membatasi setiap keluarga maksimal memiliki dua buah properti. Selain mencegah praktik spekulasi, kebijakan itu dharapkan juga bisa menghambat pertumbuhan inflasi properti di kota tersebut yang tahun lalu mencapai 30% secara tahunan.

Sayangnya, belakangan ini, banyak sekali pasangan suami istri di Shanghai yang memalsukan perceraiannya agar memenuhi syarat untuk membeli lebih banyak properti ataupun mendapatkan hipotek. Alhasil, pemerintah kota Shanghai perlu memutar otak demi menghentikan fenomena tersebut.

Pada Kamis (21/1) lalu, pemerintah kota Shanghai akhirnya mengumumkan kebijakan baru untuk menutup celah penggunaan surat keterangan perceraian palsu sebagai syarat dokumen pembelian properti atau pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Aturan baru di kota tersebut mengatakan bahwa jika pasangan suami istri tersebut baru bercerai di bawah tiga tahun, maka masing-masing dari mereka dianggap memiliki jumlah properti yang sama seperti saat mereka menikah. Artinya, masing-masing dari mereka baru bisa mengajukan pembelian properti atau hipotek minimal di tahun ketiga pasca perceraian mereka.

Tak berhenti sampai situ, pemerintah kota Shanghai juga akan memungut pajak atas penjualan rumah yang dibeli dalam waktu lima tahun, naik dari batasan sebelumnya yakni dua tahun.

Baca juga: 3 Kasus Gelembung Aset dalam Sejarah Investasi yang Perlu Kamu Tahu!

Aturan China: Rumah Untuk Hunian, Bukan Spekulasi Investasi

Pemerintah Kota Shanghai mengatakan bahwa kebijakan ini menegaskan kembali keputusan komite pusat Partai Komunis China bahwa rumah adalah untuk dihuni, bukan untuk spekulasi. Pernyataan tersebut juga mengacu pada Presiden Xi Jinping yang bertekad meningkatkan keterjangkauan perumahan.

“Dengan kebijakan baru ini, Shanghai mengikuti kota-kota besar termasuk Shenzen dan Hangzhou untuk menindak spekulasi perumahan lewat surat perceraian palsu sejak 2018,” ujar Pan Hao, analis properti KE Holdings Inc.

Aturan baru di Shanghai menambah pengetatan persyaratan pembelian rumah sepanjang pemulihan ekonomi China. Pada 2016, ia menaikkan ambang pembayaran uang muka hingga 70% dari nilai properti hunian demi membatasi permintaan.

Kebijakan terbaru diluncurkan lebih cepat dari yang diharapkan dan “berfungsi sebagai peringatan kuat untuk pasar lain,” kata Ding Zuyu, co-president perusahaan real estat China, E-House.

“Ini mungkin meredakan permintaan pasar dalam negeri Shanghai dalam jangka pendek,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tidak mungkin untuk menahannya karena pembelian spekulatif “tidak begitu meluas”.

Sinolink Securities Co. menyebutkan bahwa pihaknya memperkirakan harga properti residensial di Shanghai akan naik. Meski perlahan, peningkatan kebutuhan akan hunian di Shanghai akan tetap naik.

Banner Blog Pluang

Shenzen ikut Batasi Pembelian Properti

Pertumbuhan harga di beberapa daerah pusat kota bahkan dapat dipercepat. Hal ini mengingat permintaan yang tinggi di sana dan tanah yang tersedia untuk pengembangan perumahan di masa depan. Terutama bagi perumahan yang terletak di pinggiran kota.

Sementara itu di Shenzen, pemerintah kotanya juga berjanji akan semakin “mengetatkan” pembelian properti yang dimulai pada Januari lalu. Hal ini dilandasi atas melangitnya harga satu unit apartemen di kota itu, yang saat ini bernilai 43,5 kali lebih tinggi dibandingkan rerata gaji tahunan warga Shenzen.

Meski demikian, keterjangkauan perumahan di Shenzhen sedikit lebih baik daripada Hong Kong. Kota ini berada di urutan ke-80 di antara 80 kota besar, menurut perusahaan real estat E-House (China) Enterprise Holdings Ltd.

Baca juga: Apa Itu Housing Bubble (Pembengkakan Harga Properti)?

Kebijakan Pemerintah Kota di China Didasarkan Pada Ekonomi yang Membaik

Sebagian besar kota di China membatasi permintaan pembelian rumah dengan membatasi jumlah properti yang dapat dimiliki keluarga. Karena itu, surat perceraian kerap menjadi cara untuk melampaui batasan ini.

Otoritas China bertekad mengendalikan risiko perumahan setelah pelonggaran moneter mendorong rebound di pasar perumahan. Bank sentral membatasi pinjaman untuk sektor real estate awal bulan ini untuk kali pertama.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bloomberg

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img