Tetap Tenang di tengah Fluktuasi Pasar Akibat COVID-19, Ini 3 Triknya

Barangkali beberapa minggu terakhir, kamu termasuk yang was-was dan cemas memantau fluktuasi pasar. Dan kamu memandang fluktuasi adalah mimpi buruk dalam krisis akibat pandemi COVID-19 ini.

Sebagian besar orang tentu frustrasi memperhatikan bagaimana investasi mereka anjlok. Berita-berita keuangan penuh dengan potensi masa depan yang menakutkan.

Belum lama kita memantau terus perang dagang AS-Tiongkok dan koreksi pasar yang potensial akibat masalah-masalah geopolitik.

fluktuasi pasar

Tapi sekarang, resesi global dan fluktuasi adalah seperti mimpi buruk yang nyata. Fluktuasi pasar barangkali membuatmu cemas dengan keadaan investasimu.

Saking frustrasinya, kamu mungkin merasa ingin mengambil semua uang yang telah kamu investasikan selama ini. Dan menyimpannya di tempat yang kamu pikir aman: kamarmu, di balik kasurmu.

Terdengar konyol, ya? Tapi, bagaimanapun, ketakutan itu nyata dan masyarakat dunia sedang menghadapi hal yang sama dengan yang kamu hadapi. Tapi percayalah, untuk keadaan saat ini, menarik investasimu dari pasar justru akan memperburuk portofoliomu yang cenderung menurun.

Jika kamu masih merasa terlalu takut menghadapi prediksi yang suram tentang masa depan keuangan dunia, sangat penting buatmu untuk mempelajari cara menjaga ketenangan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk bisa tetap tenang.

Baca juga: Kapan Wabah Akan Berakhir? Ini 3 Skenario Pandemi COVID-19

#1 Tetaplah berpatokan pada keputusan dan strategi finansial jangka panjangmu

fluktuasi adalah

Fluktuasi pasar saat ini barangkali membuatmu mengalami bias kognitif. Segala tindakan yang kita ambil saat ini merupakan dorongan dalam menanggapi rasa takut. Kecemasan dan kepanikan massal memang bukan hal yang bisa kita cerna dengan baik.

Menjual investasi sahammu dengan terburu-buru adalah contoh bias kognitif ini. Mungkin ini terjadi karena kamu terlalu banyak mengonsumsi berita politik dan berita keuangan yang sedang tidak stabil. Mungkin karena kamu ketakutan menghadapi ketidakpastian finansial.

Tapi ingat, ketika memulai investasi, kamu sudah punya tujuan investasi. Karena itu, tetaplah berpatokan pada strategi investasi rasional bahkan ketika terjadi fluktuasi pasar.

Periksa dan rencanakan kinerja investasimu dengan jadwal reguler, baik setiap bulan atau setiap kuartal. Ini akan memberimu informasi yang lebih “sehat” ketimbang berita-berita yang membuatmu ketakutan.

Biasakan menyerap informasi dengan memadai sehingga kamu bisa alokasikan asetmu dengan seimbang, tanpa menjadi korban fluktuasi pasar dan bias kognitif karena rasa takut berlebih.

#2 Perhatikan fluktuasi pasar yang terjadi dalam lini masa sejarah

Meski kinerja masa lalu bukan jaminan hasil di masa depan bagi para analis pasar saham maupun perencana keuangan, ada alasan cukup bagus untuk melihat kinerja pasar masa lalu secara keseluruhan.

Jika kamu mempelajari tren jangka panjang, kamu akan lihat bahwa pasar cenderung meningkat. Pengetahuan ini mestinya membantumu untuk tetap tenang, kan?

Pasar akan pulih, jadi jangan sampai kamu bikin kerugian jangka pendek karena melihat volatilitas pasar. Investor yang cerdas cenderung tidak panik dan berhasil melalui koreksi pasar di tahun 2000 dan 2008.

Sekeras apa pun penurunan pasar, percayalah pada rencana investasimu dan lini masa jangka panjang dari keuangan global.

Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

#3 Buatlah rencana menghadapi fluktuasi pasar dan volatilitas keuangan

fluktuasi pasar

Salah satu alasan kenapa kita cenderung bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi pasar adalah karena kita lupa bahwa volatilitas adalah bagian alami dari pasar keuangan.

Penurunan pasar adalah hal normal dan kita harus berharap untuk bisa melaluinya dengan memikirkan investasi jangka panjang.

Jika kamu sudah punya rencana apa yang mesti dilakukan dalam menghadapi gejolak pasar ini, tetaplah jaga komitmen itu. Pastinya kamu juga punya rencana jangka panjang yang melingkupi keadaan-keadaan darurat dengan fluktuasi pasar besar-besaran.

Kamu mungkin justru bisa beli lebih banyak investasi saham yang “didiskon” murah saat terjadi penurunan ini, alih-alih menjual saham di portofoliomu.

Intinya: jangan panik! Emosi cenderung merenggut rasionalitas kita di saat-saat krisis. Namun, sejauh kamu masih memegang strategi jangka panjang dan punya rencana rasional dalam menghadapi ini, volatilitas ini pun akan lewat.

Jadi, sekarang kamu sudah siap dong melibas fluktuasi pasar di depan mata?

Sumber: Wise Bread

Simak juga:

Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!

Recent Articles

Retained Earnings adalah

Apa Itu Retained Earnings?

Personal Finance adalah

Apa Itu Personal Finance?

gini index adalah

Apa Itu Gini Index?

Leverage Ratio adalah

Apa Itu Leverage Ratio?

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel lainnya