Jangan Sampai Terjerat Tagihan, Ini 3 Alasan Hindari Gestun Kartu Kredit

Gestun kartu kredit kerap dilakukan saat pemilik kartu kredit dalam kondisi darurat keuangan alias kepepet. Demi dapat tarik tunai, beberapa orang menggunakan jasa gesek tunai kartu kredit online. Padahal, ini praktik “jalan pintas” yang sering bikin nahas.

Saat tidak punya cukup dana di tabungan, menggunakan kartu kredit untuk dapat suntikan dana segar memang sangat bisa dilakukan. Mesin-mesin EDC (Electronic Data Capture) bisa melayani keperluan ini.

gesek tunai kartu kredit online

Padahal, gestun kartu kredit termasuk praktik ilegal dan dilarang oleh Bank Indonesia. Kendati, sangat banyak penyedia jasa gesek tunai kartu kredit online maupun alat di pusat perdagangan yang memungkinkan hal ini.

Selain itu, praktik ini membuat pemilik kartu kredit terbebani oleh akumulasi utang. Saat melakukan praktik gestun kartu kredit di merchant, pemilik kartu kredit dikenakan biaya transaksi, dari 2-3%.

Misalnya, kamu menarik Rp5 juta dengan limit kartu kredit Rp5 juta, maka akan dikenakan biaya penarikan 3% oleh penyedia jasa gestun kartu kredit. Jadi, uang tunai yang akan diperoleh dari penarikan itu ialah Rp4,85 juta.

Ketika kamu terlambat melakukan pembayaran, maka kamu akan dikenakan bunga kartu kredit, misalnya sebesar 2,25%. Total tagihan yang akan dikenakan adalah Rp5.112.500.

Jika kamu hitung, dari praktik gestun kartu kredit ini, kamu akan kena pengurangan sekitar 5-10% dari dana yang kamu peroleh.

Baca juga: Lebih Mudah secara Online, Begini Lho Cara Mengajukan Kartu Kredit

Banyak risiko dari gesek tunai kartu kredit online

Pihak Bank Indonesia mengimbau pemilik kartu kredit untuk menghindari praktik gestun kartu kredit karena beberapa hal. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Salah satu alasan pelarangan adalah data transaksi gestun kartu kredit rawan disalahgunakan oleh merchant sehingga potensial menimbulkan kerugian. Ini bisa berbuntut menjerat pemilik kartu kredit ke pinjaman yang semakin besar.

Selain itu, berikut ini risiko menggunakan jasa gestun kartu kredit:

#1 Memperburuk skor kreditmu dan menyebabkan kredit macet

Masalah tagihan kartu kredit ini kerap menjadi persoalan kredit macet di perbankan. Bayangkan saja, kamu menggesek sejumlah uang tunai lewat kartu kredit tanpa batas limit, sementara kamu tidak punya dana untuk segera membayar sejumlah itu secara penuh.

Tagihan akan dikenakan padamu, tapi kamu kesulitan untuk ketemu tambalan dana untuk melunasi tagihan itu.

Mulanya, kelihatan seolah kamu dapat jalan pintas untuk memperoleh dana segar yang kamu butuhkan. Padahal, kebiasaan ini bisa berbahaya untuk kestabilan finansialmu. Apalagi, bila sampai telat membayar tagihan dan membuat skor kreditmu buruk di mata perbankan.

#2 Penyalahgunaan manfaat utama kartu kredit

Pada hakikatnya, kartu kredit digunakan sebagai alat mempermudah pembayaran, bukan untuk berutang. Menggunakannya untuk gestun kartu kredit tentu penyelewengan dari kegunaan yang sebenarnya.

#3 Bunga dan biayanya lebih besar

Saat kamu melakukan tarik tunai dengan kartu kredit, bunga dan biaya administrasi yang dikenakan terbilang cukup besar. Semakin besar nilai gestun kartu kredit, semakin besar pula tagihan biaya dan bunga.

Ini karena bunga yang dikenakan untuk tarik tunai jauh lebih besar dibandingkan bunga transaksi belanja. Selisihnya bisa capai 0,5% hingga 2%, tergantung kebijakan bank penerbit kartu kredit. Biaya tarik tunai kartu kredit umumnya sebesar 3-4%, bahkan ada yang capai hingga Rp50.000.

Baca juga: Enggak Selamanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

Alasan gesek tunai kartu kredit online tetap populer

Meski sudah dilarang oleh pemerintah dan meski ada tiga risiko di atas apabila melakukan gestun kartu kredit, toh tetap saja ada yang melakukan praktik ini.

Salah satunya karena gesek tunai dengan kartu kredit umumnya bisa tanpa batasan, mengikuti jumlah limit yang ditetapkan. Sementara, bila kamu lakukan tarik dana dari ATM, kamu hanya bisa tarik dana sekitar 40-60% dari limit kartu kredit.

Ini mengapa kebanyakan orang akan suka gestun kartu kredit. Sayangnya, biasanya pemilik kartu kredit lupa untuk tidak bersikap boros supaya terhindar dari jerat utang tagihan.

Selain itu, bunga dan biaya penarikannya tergolong rendah bagi sebagian pengguna kartu kredit. Memang, pada situasi darurat atau kepepet, bunga sebesar 3-4% terbilang kecil.

Hanya saja, karena berbagai alasan risiko di atas, sebaiknya kamu hindari lakukan gestun kartu kredit apabila tidak terlalu mendesak.

Jika kamu memang butuhkan melakukan penarikan tunai dengan kartu kredit, ingatlah bahwa setelah itu, kamu wajib segera lunasi tagihan kartu kredit tepat waktu supaya skor kreditmu aman.

Sumber: CNBC Indonesia, Amalan, Okezone, Cermati

Simak juga:

Jadi “Cewek Keren” dengan Menghapus Gaya Hidup Boros

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Menabung Asyik dengan 5 Cara Fun Ini, yuk!

Menikah vs Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img