Mitos Hamil di Kolam Renang Diskreditkan Prosedur Bayi Tabung, Ini Alasannya!

Pernyataan Sitti Hikmawatty, komisioner KPAI, soal hamil berenang selain picu kontroversi, juga viral disorot media asing. Bukannya membahas soal yang lebih kekinian, seperti temuan terbaru seputar reproduksi atau soal biaya bayi tabung, Sitti malah menyebarkan hoaks!

Dalam pernyataannya, Sitti menyebut bahwa perempuan bisa hamil oleh sperma lelaki yang berenang di kolam yang sama. Dasar pendapatnya ini adalah imajinasi Sitti tentang betapa kuatnya sperma dapat berenang di kolam renang!

hamil berenang

Lantaran pernyataan bahwa hamil berenang ini tentu saja keliru secara ilmiah, Sitti meminta maaf. Sejumlah netizen menuntut agar Sitti dipecat dari KPAI, beberapa yang lain membicarakan soal biaya bayi tabung yang dirasa lebih substantif dibahas.

Kontroversi pembahasan soal hamil berenang di kolam ini bermula ketika Sitti diwawancara perihal topik aborsi. Ia menyebutkan beberapa hal yang berisiko membuat seorang perempuan bisa hamil, termasuk hamil berenang bersama antara laki-laki dan perempuan.

Sejauh ini, Sitti telah meminta maaf kepada publik atas pernyataannya. Untuk memperoleh sanksi yang tepat bagi Sitti, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah membentuk Dewan Etik.

Dewan Etik ini terdiri atas tiga orang, Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Dewa Gede Palguna, Mantan Pimpinan Komnas HAM sekaligus Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo, dan Mantan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ernati Wahyurini.

Baca juga: Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati, Berikut Biaya Tes Kesehatan di Jakarta

Hamil berenang? Mitos tentang “Sperma yang Macho”

sperma

Gagasan bahwa jutaan sperma sedang mengikuti olimpiade untuk mencapai sel telur adalah fantasi para pria tentang reproduksi manusia.

Pemahaman ilmiah tentang sel-sel reproduksi seperti sel telur dan sperma adalah temuan yang relatif baru. Sperma tidak diketahui keberadaannya oleh para ilmuwan hingga tahun 1677.

Ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek adalah orang pertama yang mengamati sperma manusia di bawah mikroskop. Pada saat yang sama, ditemukan pula bahwa ovarium perempuan menghasilkan sel telur.

Soal sel telur ini juga baru dilaporkan oleh ahli biologi Jerman Karl Ernst von Baer pada 1827.

Bahkan setelah temuan sperma oleh van Leeuwenhoek, masih dibutuhkan satu abad lagi sebelum mereka menyadari fungsi sperma untuk membuahi sel telur.

Pada 1760-an, seorang imam Italia dan ilmuwan alam Lazzaro Spallanzani bereksperimen pada katak jantan. Dan baru pada 1876, zoolog Jerman, Oscar Hertwig menunjukkan perpaduan sperma dan sel telur dalam bulu babi.

Lantas bagaimana soal hamil berenang? Para ahli tidak melihat pertanda bahwa sperma dapat “bertahan lama” di perairan, apalagi di kolam renang dengan kaporit dan zat kimiawi lainnya!

Mitos Hamil di Kolam Renang Diskreditkan Prosedur Bayi Tabung, Ini Alasannya!, Pluang

Suatu mikroskop yang kuat mengungkapkan bahwa rata-rata ejakulasi manusia dengan volume setengah sendok teh mengandung 250 juta sperma.

Kenapa jumlah spermanya begitu banyak? Penelitian menunjukan bahwa tingkat kehamilan cenderung ditentukan oleh ejakulasi pria yang mengandung lebih dari 100 juta sperma.

Dari sinilah mitos tentang “kompetisi sperma terkuat” berasal. Bahwa, satu sperma kuat punya kemampuan untuk berenang dengan cepatnya menuju sel telur.

Waduh, padahal, ya… ini hanya mitos! Hamil berenang pun enggak bakal disebabkan oleh sperma yang kuat dan mengincar sel telur itu!

Baca juga: Mengenal Terapi Stem Cell, untuk Berbagai Penyakit hingga Perawatan Kecantikan

Produksi sperma dengan kuantitas yang rendah? Ini gunanya prosedur bayi tabung!

Metode bayi tabung adalah proses pembuahan yang terjadi secara in vitro fertilization (IVF). Diawali dengan sel telur dibuahi sperma di luar tubuh, yakni di dalam sebuah tabung.

Ini tentu berbeda dengan bayangan Sitti mengenai hamil berenang dan imajinasinya tentang sperma yang bertemu sel telur di kolam renang. Dalam proses bayi tabung, sel telur dan sperma memang disimpan sedemikian rupa.

biaya bayi tabung

Biaya bayi tabung ditentukan oleh prosedur yang dilakukan, meliputi konsumsi obat-obatan, tindakan bedah hingga inseminasi buatan untuk mengatasi masalah ketidaksuburan.

Selain untuk mengatasi ejakulasi dengan sperma yang lemah, proses bayi tabung ini dibutuhkan untuk sebagian perempuan berusia di atas 40 tahun demi mengatasi infertilitas.

Beberapa persoalan yang disarankan menggunakan prosedur bayi tabung ini di antaranya: gangguan ovulasi, endometriosis, sperma yang tidak mampu melewati cairan leher rahim, dst.

Berikut ini biaya yang diperlukan untuk prosedur bayi tabung:

  • Pembekuan embrio Rp5 juta, simpan bekunya Rp2 juta per 30 hari.
  • Klinik Teratai RS Gading Pluit menyediakan program bayi tabung berkisar Rp39-80 juta
  • RS Sam Marie Basra, Duren Sawit tawarkan biaya bayi tabung Rp53 juta, RS Harapan Kita berkisar Rp20-80 juta, dan RS Daya Medika tawarkan Rp30 juta per siklus.

Sumber: Aeon, Detik, Tempo, Detik, Alodokter, The Asian Parent

Simak juga:

Pelemahan KPK Jadikan Indonesia sebagai Surga Pajak Koruptor?

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Pengin Jalan-jalan ke Luar Negeri? Ini Caranya Bikin Paspor Online

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img