Currently set to Index
Currently set to Follow

Gara-gara Tesla, Harga Bitcoin Tembus Rp644 juta dan Sentuh Rekor Baru

Harga Bitcoin telah menembus angka US$46 ribu per keping, bahkan mencapai titik tertingginya US$46,794, pada Selasa (9/2). Hingga pukul 08.00 WIB, harga Bitcoin masih bertengger di atas level US$46 ribu, atau Rp644 juta, per koinnya.

Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh rencana produsen mobil elektrik Tesla yang berencana untuk menempatkan dana sebesar US$1,5 miliar di Bitcoin. Angka itu mengambil porsi 7,7% dari posisi kas kotor perusahaan besutan Elon Musk tersebut.

Pasar cukup merespons pengumuman tersebut. Bahkan, harga Bitcoin langsung naik US$3 ribu per keping beberapa menit setelahnya.

Baca juga: Cetak Laba Rp10,9 Triliun, Cuan Tesla Meningkat 183% di 2020

Gara-gara Tesla, Harga Bitcoin Tembus Rp644 juta dan Sentuh Rekor Baru, Pluang

Pengumuman Tesla Bikin Geger Harga Bitcoin

Aksi korporasi Tesla tersebut terkuak di dalam dokumen yang dikirimkan perusahaan tersebut kepada regulator pasar modal AS (the Securities and Exchange Commission) kemarin.

Di dalam dokumen yang dimaksud, Tesla menulis akan membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar setelah mengubah kebijakan investasinya pada bulan lalu demi “memberikan imbal hasil maksimal bagi arus kas perusahaan, yang saat ini tidak diwajibkan untuk bersifat likuid”.

Sebagai bagian dari perubahan kebijakan tersebut, Tesla akan menempatkan aset berupa kas ke dalam rangkaian portfolio aset seperti aset digital, emas bullions, emas berjangka, dan beberapa aset lainnya di masa depan.

“Lebih lanjut lagi, kami juga berharap untuk menerima pembayaran menggunakan Bitcoin jika konsumen ingin membeli produk-produk kami di masa depan. Tentu saja, hal ini tergantung dengan hukum dan perundang-undangan di negara masing-masing dan kami baru akan melakukannya secara terbatas,” tegas dokumen tersebut.

Baca juga: Bisa ‘Lihat’ Hantu, Mobil Tesla Bikin Heboh Dunia Maya

Tebak-Tebak Buah Manggis, Siapa Lagi Perusahaan yang Akan Angkat Harga Bitcoin?

Setelah peristiwa tersebut, kini para analis tengah berspekulasi ihwal perusahaan apalagi selain Tesla yang akan menempatkan dananya di Bitcoin.

Analis Royal Bank of Canada Dominion Securities Paul Steves menduga bahwa Apple akan menjadi perusahaan selanjutnya yang mengikuti tren tersebut.

Menurutnya, jika Apple berencana untuk berinvestasi di Bitcoin, maka keputusan itu akan membawa perusahaan teknologi ini menerima pendapatan tahunan sebesar US$40 miliar.

Baca juga: Perusahaan Teknologi akan Borong Bitcoin Februari. Harga Naik?

Perusahaan Teknologi Sudah Diramal Borong Bitcoin Februari

Februari konon akan menjadi waktu krusial bagi perkembangan investasi Bitcoin. Setelah ledakan harga Bitcoin besar-besaran pada Januari lalu, banyak perusahaan teknologi digadang-gadang akan memborong dan menyimpan keping-keping Bitcoin pada bulan ini.

Kepala eksekutif investor terkemuka Ark Investment Management Cathie Wood mengatakan, banyak perusahaan akan menambah Bitcoin ke neraca perusahaan mereka pada bulan ini lantaran menguatnya posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

Selera perusahaan-perusahaan teknologi ini juga meningkat seiring tokcernya pengetahuan mereka akan teknologi aset kripto. “Saya yakin, tidak ada hedge fund yang lebih baik terhadap inflasi selain Bitcoin,” tegas Wood.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph, Cointelegraph, Forbes

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img