Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Bitcoin Melejit Pasca-Pilpres AS, Diprediksi Terus Naik

Di tengah ketidakpastian pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat, harga bitcoin tiba-tiba melejit. Pada perdagangan di hari Jumat (6/11/2020), harga bitcoin mencapai US$15.000 atau setara dengan Rp219 juta. Ini adalah harga tertinggi sejak Januari 2018.

Melansir CNBC Indonesia , Bitcoin sempat dijual dengan harga US$15.533,89 atau setara dengan Rp226,9 juta per koin. Harga bitcoin tertinggi sepanjang masa terjadi pada Desember 2017 dengan nilai US$19.665,39.

Dalam kurun waktu 24 jam harga bitcoin telah menguat sebanyak 9,61%. Artinya para trader dan investor bitcoin dapat meraup keuntungan sebesar US$1.393,67 atau setara dengan Rp20,35 juta dalam waktu semalam.

Baca juga: Memperkenalkan Bitcoin, Mata Uang Elektronik sebagai Investasi Alternatif

Penyebab dan faktor naiknya harga bitcoin

Banyak pengamat menyatakan bahwa penyebab naiknya harga bitcoin dipicu oleh faktor stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Stimulus itu berasal dari pemerintah global dan bank sentral untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19. Yakin, inilah yang menjadikan bitcoin lebih menarik mata uang resmi seperti dolar.

“Sebagian kenaikan kenaikan Bitcoin karena peningkatan stimulus fiskal akan mendevaluasi mata uang secara global,” kata Simon Peters, seorang analis aset kripto di platform investasi eToro, seperti dikutip dari CNBC Indonesia (25/11).

“Akibatnya, ketika bank sentral mengumumkan rencana ekstensif untuk memompa uang ke ekonomi, banyak investor di komunitas crypto menganggap ini sebagai sinyal beli Bitcoin.”

Investor sekarang menanti kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve. Dan diperkirakan bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga semalaman nol dan menyatakan kembali perlunya stimulus fiskal yang lebih banyak.

Namun, ketidakpastian atas hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 berarti kecil sekali. Dan ini terkait kemungkinan kemungkinan paket stimulus virus corona lainnya akan disepakati dalam waktu dekat ini.

“Dengan pemilu AS hampir berakhir, detail dari stimulus fiskal bisa menjadi lebih jelas. Paket seperti itu dapat menyebabkan melemahnya dolar AS dan kenaikan harga bitcoin lebih lanjut di masa mendatang,” kata Peters.

Selain itu ada sentimen positif yaitu keputusan PayPal yang memberikan transaksi bitcoin di platformnya. Ini akan membuat ada peluang bitcoin lebih banyak diterima di sistem keuangan global. Buntutnya, ini menaikkan harga bitcoin ke level yang tak terbayangkan sebelumnya.

Baca juga: Bitcoin vs Ethereu, Kamu Pilih yang Mana?

Harga bitcoin bisa melejit lebih tinggi lagi

Para investor bitcoin berani bertaruh bahwa harga bitcoin bisa melejit lebih tinggi lagi. Mata uang virtual ini dikatakan bisa naik lebih dari lima kali lipat hingga mencapai US $ 100.000 atau setara dengan Rp1,4 miliar dalam diri.

Ini merupakan pertaruhan yang menarik perhatian dari para skeptis. Mereka percaya bahwa cryptocurrency seperti bitcoin yang mudah menguap merupakan aset spekulatif dan bukan penyimpan nilai seperti emas.

Sejak Januari, bitcoin telah naik 160%. Ini didukung oleh permintaan institusional yang kuat. Serta kelangkaan yang disebabkan perusahaan pembayaran PayPal semisal dan membelinya atas nama pelanggan.

Riset terbaru dari perusahaan analisis blockchain, Chainalysis, investor yang bertanggung jawab menyebabkan pasokan dan harga bitcoin naik tajam.

“Kendati pasokan total Bitcoin bertambah setiap hari seiring ditambang, jumlah riil yang tersedia untuk dibeli oleh konsumen apakah pemegang ingin menjualnya,” jelas Chainalysis.

Berapa banyak yang telah ditambang?

Saat ini, 77% dari 14,8 juta bitcoin yang telah hilang dan tidak hilang, disimpan di dalam dompet tidak ada, yakni dompet yang keluar dari 25% bitcoin yang diterimanya.

Investasi besar terhadap bitcoin oleh Square dan MicroStrategy beberapa waktu, dan juga pernyataan publik oleh manajer dana lindung nilai Paul Tudor Jones, adalah indikasi pada investasi oleh investor besar.

Hal ini bursa menguntungkan aset crypto di Amerika, yang menerima aliran masuk bitcoin sejak Januari 2020.

“Hal ini sudah kami duga investor yang mendorong harga bitcoin naik, yang berdomisili di Amerika Serikat dan Eropa, lebih mungin membeli bitcoin di bursa-bursa ini karena lebih mudah dan juga karena alasan regulasi,” jelas Chainalysis.

Bitcoin tengah melihat puncaknya sepanjang masa di bawah US $ 20.000 yang dicapai pada bulan Desember 2017. Bitcoin sendiri memulai debutnya pada tahun 2011 di nol dan terakhir terdaftar pada US $ 18,415.

“Meningkat dari 18.000 dollar AS menjadi 100.000 dollar AS dalam satu tahun krisis yang sulit, kata Brian Estes, kepala investasi di hedge fund Off the Chain Capital.

“Saya telah melihat bitcoin naik 10X, 20X, 30X dalam sekali. Jadi, naik 5X masalah besar, ”terangnya.

Estes memperkirakan bitcoin dapat mencapai antara US$100.000 hingga US$288.000 pada akhir 2021, berdasarkan model yang menggunakan rasio stok-ke-aliran yang mengukur kelangkaan komoditas seperti emas. Model ini, memiliki tampilan 94% dengan harga bitcoin.

Sementara itu analis teknis Citi, Tom Fitzpatrick menyatakan bahwa harga bitcoin bisa naik hingga US$318.000 pada akhir tahun depan, mengutip pasokan yang terbatas, pergerakan lintas batas, dan kepemilikan yang tidak jelas.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Unduh aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera unduh aplikasi Pluang!

Simak juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img