Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Tahun Ini Bersiap Dekati Rekor Tertinggi

Minggu pertama di bawah pemerintahan Biden membawa keberuntungan untuk harga emas, yang naik untuk pertama kalinya sejak pekan terakhir di tahun lalu.

Kinerja Emas Sepekan Terakhir

Dari sisi fundamental, kabar stimulus dari gedung putih memberikan dorongan agresif bagi harga emas.

Awalnya, Presiden AS Joe Biden hanya mengumumkan bahwa pemerintahannya akan menggelontorkan US$1,9 triliun untuk memulihkan ekonomi AS. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan itu hanyalah permulaan saja. Jadi, dapat dibayangkan bahwa nilai mata uang AS akan terus menurun.

Pada penutupan pasar di hari Jumat, emas berada di atas US$1.856 per ons. Level ini berada di selisih US$100 di bawah puncak bulan Januari 2021 dan masih memiliki selisih US$230 di bawah rekor tertinggi Agustus 2020. Harga emas kemudian naik lagi sebanyak  1,4% di hari Minggu kemarin.

Namun, Ed Moya, analis senior di OANDA di New York mengatakan bahwa harga emas masih akan terkonsolidasi lebih lanjut akibat investor masih melanjutkan taruhannya terhadap aset greenback. “Hanya saja, prospek bullish jangka panjang tetap utuh karena membengkaknya defisit dan juga tekanan inflasi yang memanas,” imbuh dia.

Analisa Target Harga Emas di 2021

Skenario Utama

Target Harga Emas di Desember 2021: USD 1.800 / oz

Emas mengalami tahun yang luar biasa di tahun 2020. Harga emas mencapai rekor baru di level US$2.075 per ons pada 7 Agustus 2020.

Tetapi, kemajuan vaksin yang lebih awal dari perkiraan pada kuartal IV tahun 2020 menunjukkan outflow dari dana investasi pada emas. Kondisi tersebut juga membuat investor bertanya-tanya atas kebutuhan aset lindung nilai tersebut pada saat in.

Jadi apa yang kita harapkan di tahun 2021? Analis dari UBS merespon pertanyaan ini dan membaginya dalam dua jangka waktu: tiga bulan ke depan dan enam hingga 12 bulan berikutnya.

UBS menyiratkan bahwa harga ekuilibrium emas akan berada di sekitar US$1.900 ons berdasarkan pendorong selera investasi, yang terdiri atas suku bunga riil AS, indeks dolar AS dan VIX,

Analis juga melihat kurs riil AS yang rendah dan dolar AS yang terdepresiasi akan mendukung minat investor. Akhirnya, kondisi itu akan mendorong pemulihan harga emas yang moderat menjadi sekitar US$1.950 per ons di kuartal 1 2021. Meski memang mereka memprediksi harga emas akan berada di bawah tekanan mendekati pertengahan tahun.

Sebaliknya, permintaan perhiasan emas akan meningkat secara berurutan hingga tahun 2021. Adapun permintaan perhiasan emas di India dan China sempat menurun masing-masing 57% dan 43% secara tahunan pada Januari hingga September tahun lalu.

Harga emas di pasar domestik yang tinggi dan penghentian aktivitas ekonomi terkait pandemi COVID-19 menutup penjualan retail dan mengganggu perayaan hari-hari besar. Namun, permintaan yang meredam pada pekan lalu akan kembali mendorong pemulihan harga seiring dampak pandemi yang diperkirakan menurun.

Tak hanya itu, embusan angin segar juga akan datang dari sisi kebijakan akomodatif bank sentral. Pelaku pasar juga dapat mengantisipasi pemulihan yang moderat di tahun mendatang, dengan sekitar 300 ton pembelian emas yang diharapkan pada tahun 2021, atau tumbuh dibanding 250 ton pada 2020.

Analis juga mempertimbangkan pasokan tambang yang lebih kuat secara global sebagai basis perbaikan harga emas.

Produksi emas tahun ini diperkirakan di angka 3.350 ton pada 2021, atau naik 10% secara tahunan dibandng tahun lalu. Kenaikan produksi ini dipicu oleh pembukaan kembali aktivitas tambang setelah lockdown yang terjadi sejak kuartal II pekan lalu.

Dengan ini, analis UBS membuat perkiraan harga emas menjadi US$1.800 per ons pada akhir tahun 2021.

Skenario Positif

Target Harga Emas di Desember 2021: US$2.000–2.100 per Ons

Ini dapat terjadi jika The Fed memperkenalkan putaran yang lebih agresif pada pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing). Atau, ketika ketegangan geopolitik dan perdagangan meningkat lagi, yang akhirnya dapat mendukung permintaan emas.

Skenario Negatif

Target Harga Emas di Desember 2021: US$1.500–1.600/oz

The Fed kembali menjadi hawkish, menaikkan suku bunga riil AS yang akan memicu arus keluar substansial dari dana ETF emas.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img