Currently set to Index
Currently set to Follow

AS Cetak Inflasi Tertinggi dalam 13 Tahun, Harga Emas Tembus US$1.900

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Jumat (11/6) pukul 09.30 WIB, menguat 0,1% ke US$1.900,47 per ons. Penguatan lebih tajam terjadi di pasar COMEX sebesar 0,33% ke US$1.902,7 per ons.

Dengan demikian, harga emas kembali beranjak di atas US$1.900 per ons setelah selama sepekan tiarap di kisaran US$1.800 per ons.

Menguatnya harga emas hari ini disebabkan oleh loyonya dua musuh bebuyutan emas, yakni nilai dolar AS dan tingkat obligasi pemerintah AS.

Di Jumat pagi, yield obligasi AS dengan tenor 10 tahun berada di titik 1,43%, atau melemah dibanding kemarin 1,48%.

Melemahnya yield tersebut membuat investor kembali berpaling dari obligasi dan menjadi katalis positif bagi harga emas. Penjelasan lengkap tentang hubungan harga emas dan yield obligasi pemerintah bisa dibaca di artikel berikut.

Sementara itu, musuh bebuyutan logam mulia lain, yakni dolar AS, pagi ini menyentuh 90,01 atau melemah dibanding kemarin 90,14.

Melemahnya nilai dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas meningkat, dan kemudian mengerek naik harganya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Stagnan Seiring Investor Menanti Data Inflasi

AS Cetak Inflasi Tertinggi dalam 13 Tahun, Harga Emas Tembus US$1.900, Pluang

Sentimen Utama Harga Emas Hari Ini

Harga emas melonjak pada hari ini setelah Biro Statistik AS merilis data inflasi AS pada Mei. Hasilnya, inflasi tahunan AS pada Mei (year-on-year) menyentuh 5%, atau naik dibanding April yakni 4,2%. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2008 silam.

Alhasil, investor pun memborong emas untuk melindungi nilai kekayaannya dari inflasi. Inisiatif itu pun didukung oleh janji bank sentral AS, The Fed, yang hingga saat ini masih berjanji tak akan mengetatkan kebijakan moneternya.

Hanya saja, beberapa investor masih meragukan janji tersebut. Sebab, data inflasi, plus data ketenagakerjaan yang dirilis di hari yang sama, kian menegaskan optimisme ekonomi di negara Paman Sam itu. Adapun data ketenagakerjaan yang dimaksud adalah jumlah pendaftar bantuan pengangguran sebesar 376.000 tunakarya, atau titik terendah dalam 15 bulan terakhir.

Selain itu, data polling Reuters mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan mengumumkan pengetatan kebijakan moneter pada Agustus atau September mendatang. Meski memang, kebijakannya diperkirakan akan berlaku efektif awal tahun depan.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Stagnan Seiring Antisipasi Data Inflasi AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img