Currently set to Index
Currently set to Follow

Waswas Optimisme Ekonomi AS Bayangi Harga Emas Hari Ini

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Selasa (13/4) pukul 09.00 WIB, menguat 0,09% ke US$1.734,36 per ons. Sementara itu, harga emas COMEX juga menguat tipis 0,01% ke angka US$1.732,8 per ons.

Meski menguat tipis di pagi hari, sejatinya harga emas masih tertekan oleh kinclongnya kinerja obligasi pemerintah Amerika Serikat. Pada Senin (12/4) waktu setempat, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sudah mendekati 1,68%, atau menanjak sedikit dari 1,67% kemarin.

Melonjaknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tentu akan bikin investor berpaling dari emas, yang ujungnya bikin harga logam mulia melemah. Sebab, secara logis, investor tentu akan memilih menggenggam aset yang kinerjanya sedang moncer dibanding emas, sebuah aset yang tidak memiliki imbal hasil periodik.

Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS ini merupakan imbas dari meningkatnya optimisme ekonomi dan ekspektasi inflasi di negara adidaya tersebut.

Meski demikian, The Fed nampaknya tidak akan merespons ekspektasi kenaikan tingkat inflasi di AS dengan kebijakan suku bunga acuan. Di dalam wawancaranya dengan CBS, Ketua The Fed Jerome Powell berjanji bahwa bank sentral AS “sangat tidak mungkin” untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya di tahun ini.

Baca juga: Apa Itu Inflasi?

Waswas Optimisme Ekonomi AS Bayangi Harga Emas Hari Ini, Pluang

Sentimen Harga Emas Hari Ini

Harga emas hari ini kemungkinan akan digerakkan oleh dua sentimen utama. Yakni, penjualan obligasi pemerintah AS dan laporan inflasi utama negara Paman Sam tersebut.

Pada Senin (12/4) waktu setempat, pemerintah AS sudah mulai menawarkan lelang surat berharga dengan total mencapai US$271 miliar. Namun, permintaan surat utang tersebut diperkirakan akan melemah, sehingga harga Surat Berharga Negara (SBN) AS akan menurun dan imbal hasilnya akan melejit.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan memantau ketat data indeks konsumen AS yang rencananya akan dirilis pada Selasa (13/4) waktu setempat. Jika nilai indeksnya bertumbuh, maka investor bisa membacanya sebagai perbaikan optimisme ekonomi. Dengan kata lain, potensi kenaikan inflasi di AS akan semakin nyata.

Jika data indeks konsumen AS membaik, hal itu akan menambah daftar kabar baik bagi AS selama dua pekan ini. Terakhir, pada Jumat (9/4), Departemen Ketenagakerjaan AS mengatakan bahwa indeks harga produsen AS naik 1% secara bulanan (month-to-month) atau 4,2% secara tahunan (year-on-year). Kenaikan indeks secara tahunan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2011.

Sebuah survei yang dilakukan The Fed New York menunjukkan bahwa indeks konsumen AS pada Maret lalu terindikasi meningkat dan akan menjadi pemicu bagi pembukaan lapangan kerja baru.

Memang, meningkatnya ekpektasi inflasi AS ini seharusnya menjadi angin segar bagi harga emas. Sebab, ketika tingkat inflasi meningkat, investor tentu akan beralih ke emas untuk melindungi nilai kekayannya.

Namun, perlu diingat bahwa emas punya “saingan” ketika inflasi sedang membara. Yakni, obligasi pemerintah. Sebab, kenaikan inflasi bikin investor mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan bank sentral. Nah, akibatnya, imbal hasil obligasi AS meningkat, dan bikin investor memalingkan diri dari emas.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Menguat Berkat Inflasi dan Stimulus AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img