Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Jatuh Sakit Setelah Obligasi AS Kembali Bangkit

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (15/4) pukul 09.00 WIB, melemah 0,05% ke US$1.735,52 per ons. Sementara itu, harga emas COMEX juga melemah 0,03% ke angka US$1.735,7 per ons.

Biang kerok pelemahan harga emas hari ini adalah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Pada Kamis pagi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) AS bertenor 10 tahun sudah di titik 1,63%, atau melemah tipis dibanding kemarin yakni 1,62%.

Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi ini disebabkan oleh merangkaknya ekspektasi inflasi di negara adidaya tersebut. Hal ini terjadi setelah Departemen Ketenagakerjaan AS merilis indeks harga konsumen AS yang melesat 2,6% secara tahunan. Ini adalah rekor pertumbuhan indeks tertinggi sejak 2011.

Tak hanya itu, ekspektasi inflasi juga tercermin dari kenaikan indeks harga produsen AS yang naik 4,2% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut adalah yang tertinggi dalam 9,5 tahun terakhir.

Baca juga: Harga Emas Hari ini Ditopang Data Inflasi AS yang Moncer

Harga Emas Jatuh Sakit Setelah Obligasi AS Kembali Bangkit, Pluang

Alasan Obligasi AS Menekan Harga Emas Hari Ini

Sejatinya, momen kenaikan tingkat inflasi akan menjadi angin segar bagi permintaan emas. Pasalnya, investor pasti akan berburu emas untuk melindungi kekayaannya dari penurunan nilai. Sesuai hukum ekonomi, maka permintaan emas yang meningkat akan ikut mengerek harganya.

Namun, perlu diingat bahwa logam mulia memiliki “pesaing” dalam memanfaatkan momentum inflasi. Kompetitor itu adalah obligasi pemerintah. Mengapa demikian?

Ketika inflasi naik, maka investor berharap bahwa bank sentral akan meresponsnya dengan mengerek suku bunga acuan. Jika hal itu terjadi, maka imbal hasil obligasi pemerintah juga akan naik. Kondisi ini tentu saja akan bikin investor berpaling emas, mengingat logam mulia tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Namun, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS ini tidak akan menaikkan suku bunga acuannya sebelum menurunkan laju pembelian obligasi bulanannya secara berkala. Ini mengindikasikan bahwa perubahan suku bunga acuan bisa terjadi berbulan-bulan atau bertahun-tahun ke depan.

“Namun, di kuartal II ini, kelihatannya indikator makroekonomi masih akan menghambat laju harga emas. Apalagi, kami memprediksi bahwa nilai dolar AS masih akan kokoh secara sementara,” jelas analis Standard Chartered Suki Cooper.

“Meski demikian, kami berharap dolar AS kembali ke tren melemah, sehingga ekspektasi inflasi akan membakar kembali selera investor untuk menggenggam emas,” imbuh dia.

Baca juga: Waswas Optimisme Ekonomi AS Bayangi Harga Emas Hari Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img