Currently set to Index
Currently set to Follow

Buruknya Data Ritel AS Bawa Harga Emas ke Titik Tertinggi 3 Bulan Terakhir

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Senin (17/5) pukul 9.00 WIB, menguat 0,41% ke US$1.851,03 per ons. Penguatan juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,74% ke angka US$1.851,7 per ons.

Harga emas akhirnya menembus level tertinggi dalam tiga bulan terakhir setelah dua musuh bebuyutan emas, nilai dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, anjlok.

Pagi hari ini, nilai indeks dolar AS merosot ke titik 90,3 setelah hampir menyentuh 91 akhir pekan lalu. Pelemahan nilai dolar AS tentu membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas bertambah, dan ujungnya mengerek harga sang logam mulia.

Di sisi lain, tingkat imbal hasil obligasi AS juga tenggelam dari 1,69% di pekan lalu menjadi 1,3% di awal pekan ini. Penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS membuat investor memalingkan wajah dari instrumen tersebut dan kembali beralih ke aset lain. Salah satunya adalah emas.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Melemah Setelah Obligasi AS Kembali ‘Berulah’

Buruknya Data Ritel AS Bawa Harga Emas ke Titik Tertinggi 3 Bulan Terakhir, Pluang

Penyebab Utama Kenaikan Harga Emas Hari Ini

Anjloknya nilai dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS tersebut disebabkan oleh buruknya data penjualan ritel negara Paman Sam tersebut pada April. Departemen Perdagangan AS pada Jumat (14/5) merilis data penjualan ritel yang mangkrak bulan lalu meskipun terjadi peningkatan 10,7% pada Maret.

Hal ini mengindikasikan bahwa paket stimulus jumbo AS mungkin kurang manjur dalam memulihkan daya beli masyarakat. Sehingga, pemulihan ekonomi AS dianggap masih kurang mantap. Meski demikian, beberapa analis yakin bahwa akselerasi ekonomi akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Lesunya data penjualan ritel AS bikin investor lega soal kemungkinan inflasi di masa depan. Sehingga, bank sentral AS, The Fed, kemungkinan tidak akan segera mengerek suku bunga acuan Fed Rate dalam waktu dekat. Lagipula, otoritas moneter itu sebelumnya berjanji bahwa perubahan suku bunga acuan mungkin akan dilakukan jika inflasi menyentuh angka 2%.

Kenaikan suku bunga acuan selalu dibarengi dengan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi. Sehingga, kenaikan yield obligasi AS tentu tertunda jika kenaikan suku bunga acuan juga diramal tidak segera terjadi. Alhasil, investor pun memilih untuk menjauhi obligasi.

Kini, emas sudah bisa didapatkan dengan mudah dan murah, terutama di aplikasi Pluang!
Di Pluang, kamu bisa mendapatkan emas digital mulai dari Rp10.000 saja dan tanpa biaya admin sepeser pun! Selain itu, kamu juga bisa menikmati spread transaksi rendah hanya 1,75% saja. Yuk, download aplikasi Pluang di sini!

Baca juga: Data Ketenagakerjaan AS Masih Topang Harga Emas Hari Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img