Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Kian Berkilau Ditopang Angin Segar The Fed

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (18/3) pukul 09.00 WIB, menguat 0,37% ke US$1.751,74 per ons. Harga emas di pasar berjangka komoditas COMEX juga menunjukkan penguatan, bahkan dengan angka yang lebih signifikan 1,45% ke US$1.752,2 per ons.

Penguatan harga emas hari ini disebabkan oleh keputusan bank sentral AS The Fed yang mengatakan bahwa ekonomi AS akan bertumbuh dengan laju tercepat dalam 40 tahun terakhir. Namun, petinggi The Fed berjanji akan membantu akselerasi ekonomi AS meski penguatan ekonomi bisa berdampak ke kenaikan tingkat inflasi.

Ekspektasi penguatan ekonomi tentu berdampak pada ekspektasi kenaikan inflasi. Di saat-saat seperti itu, investor kemudian akan memborong dolar AS untuk melindungi kekayaannya dari gerusan nilai inflasi. Alhasil, harga emas pun kemudian akan menanjak.

Pengumuman The Fed ini melengkapi sentimen yang diciptakan oleh penggelontoran stimulus fiskal AS sebesar US$1,9 triliun pekan lalu.

Selain ekspektasi inflasi, harga emas juga didorong oleh pelemahan dolar AS setelah bank sentral AS itu mengumumkan tidak akan mengubah suku bunga acuannya Fed Rate. Bahkan, otoritas moneter itu berjanji akan terus memasang suku bunga acuan mendekati 0% setidaknya hingga 2023 mendatang.

Pelemahan indeks dolar AS, yang turun 0,5%, tentu akan bikin harga emas relatif lebih murah, utamanya bagi mereka yang jarang menggunakan dolar AS untuk bertransaksi. Akibatnya, permintaan emas akan bertambah, dan mengerek harganya ke atas.

Baca juga: Harga Emas Menguat di Bawah Bayang Antisipasi The Fed dan Obligasi AS

Harga Emas Hari Ini Kian Berkilau Ditopang Angin Segar The Fed, Pluang

Harga Emas Hari Ini Dibayangi Imbal Hasil Obligasi AS

Hanya saja, kilau logam mulia ini bisa saja kembali redup lantaran imbal hasil obligasi AS tercatat masih bertengger di posisi atas.

Menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sempat menyentuh 1,69% pada Rabu (17/9). Namun, setelah pengumuman otoritas moneter tersebut, imbal hasil obligasi AS turun ke posisi 1,41%.

Meski angkanya turun, namun angka imbal hasil obligasi AS ini masih lebih tinggi dibanding posisi awal tahun yakni 0,9%.

Selama sebulan terakhir, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi menjadi momok bagi harga emas. Sebab, investor tentu akan lebih tertarik berinvestasi di aset yang punya imbal hasil tinggi ketimbang menggenggam emas, sebuah aset yang memang tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Setelah Obligasi AS Rekor dalam Setahun

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img