Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Dekati Titik Tertinggi Dalam 7 Pekan Terakhir

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Senin (18/4) pukul 08.30 WIB, menguat 0,05% ke US$1.777,40 per ons. Penguatan harga emas juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,02% ke angka US$1.780,5 per ons.

Harga emas pada Senin pagi kini sudah mendekati titik tertingginya selama tujuh pekan terakhir. Moncernya harga emas disebabkan oleh melemahnya nilai tukar dolar AS disertai dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dua biang kerok yang selama ini membayangi harga logam mulia.

Pada Senin pagi, nilai indeks dolar AS berada di posisi 91,69. Atau, melorot dari posisi sepekan sebelumnya di kisaran 92. Pelemahan nilai dolar AS bikin harga emas relatif lebih murah bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan emas. Sehingga, mereka pun memborong emas, dan harganya pun ikut terkerek.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS masih melandai setelah anjlok drastis pada pekan lalu. Pada Senin pagi, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun berada di angka 1,56%, atau masih jauh dari titik pekan kemarin yakni 1,66%.

Penurunan imbal hasil tersebut akan membuat investor beralih dari obligasi pemerintah dan kembali menggenggam emas.

Baca juga: Harga Emas Menanjak Seiring Ketakutan Investor Atas Kenaikan Inflasi

Harga Emas Hari Ini Dekati Titik Tertinggi Dalam 7 Pekan Terakhir, Pluang

Harga Emas Hari Ini Masih Didorong Angin Segar Pekan Lalu

Pelemahan nilai dolar AS serta imbal hasil obligasi AS pada hari ini nampaknya masih berasal dari data-data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu dan mengarah ke kenaikan inflasi.

Pada Kamis (15/4), Departemen Perdagangan AS merilis data bahwa penjualan ritel meningkat 9,8% pada Maret. Angka ini melebihi ekspektasi analis Dow Jones yakni 6,1%.

Kemudian, Departemen Ketenagakerjaan AS merilis laporan bahwa jumlah pendaftaran bantuan pengangguran pada pekan lalu hanya 576.000 pengajuan baru. Alias, menurun drastis dibanding pekan lalu sebesar 710.000. Kedua indikator ekonomi tersebut mengindikasikan adanya perbaikan daya beli dan bisa mengarahkan tingkat inflasi ke tren meningkat di jangka menengah.

Biasanya, dalam kondisi tersebut, investor berekspektasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuannya demi merespons kenaikan inflasi. Hal itu kemudian bisa menyebabkan kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS. Alhasil, investor akan berbondong-bondong menggenggam surat berharga tersebut.

Namun nyatanya, imbal hasil obligasi AS melemah. Beberapa analis menyebut, kondisi ini bisa jadi cerminan reaksi pelaku pasar yang takut bahwa inflasi ke depan bisa benar-benar tinggi. Sehingga, mereka beralih ke emas untuk melindungi nilai kekayaannya (hedging) di masa depan.

Baca juga: Harga Emas Jatuh Sakit Setelah Obligasi AS Kembali Bangkit

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img