Currently set to Index
Currently set to Follow

Dikelilingi Banyak Sentimen Positif, Harga Emas Terbang Tinggi Hari Ini

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Rabu (21/4) pukul 09.00 WIB, menguat 0,12% ke US$1.780,93 per ons. Penguatan harga logam mulia juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,21% ke US$1.782 per ons.

Penguatan harga emas hari ini disebabkan oleh melandainya kembali imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang merupakan “musuh bebuyutan” emas sejak Februari lalu.

Pada hari ini, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS berada di level 1,56%, atau turun dari 1,6% di pekan kemarin. Penurunan imbal hasil obligasi ini disebabkan atas sikap investor yang mengantisipasi hasil laporan keuangan perusahaan-perusahaan terbuka AS di kuartal I.

Hal tersebut tentu menjadi angin segar bagi permintaan logam mulia. Sebab, investor tentu akan berpaling dari obligasi karena imbal hasilnya jatuh, dan membuat mereka kembali menggenggam emas. Akibatnya, harga emas pun merangkak naik.

Penguatan harga emas juga didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap beberapa basket mata uang. Kemarin, nilai indeks dolar AS sempat berada di titik 90,91, yang merupakan titik terendah dalam sebulan terakhir.

Pelemahan dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan denominasi tersebut. Alhasil, permintaan emas bertambah, dan kemudian mendorong naik harganya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Digoyang Lagi Oleh Yield Obligasi AS

Dikelilingi Banyak Sentimen Positif, Harga Emas Terbang Tinggi Hari Ini, Pluang

Inflasi Masih Jadi Sentimen Harga Emas Hari Ini

Pelemahan nilai dolar AS serta tingkat imbal hasil obligasi, yang akhirnya mendorong harga emas, sejatinya disebabkan oleh dua hal utama. Yakni, ketakutan investor atas melonjaknya inflasi AS serta kecemasan atas gelombang baru COVID-19.

Pada pekan kemarin, data-data ekonomi AS seperti indeks harga konsumen dan data penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan mumpuni. Hal ini mengindikasikan bahwa daya beli tengah menguat, yang ujungnya akan mengarah ke meroketnya inflasi.

Dalam kondisi ini, investor tentu akan langsung berburu emas untuk melindungi nilai kekayaannya dari gerusan inflasi.

Memang, antisipasi peningkatan inflasi sudah terjadi sejak Maret, yakni saat pemerintah AS mengesahkan stimulus fiskal jumbo US$1,9 triliun. Hanya saja, emas tidak bisa memanfaatkan momentum tersebut. Justru, sentimen positif itu malah dimanfaatkan oleh obligasi pemerintah AS.

Selama sebulan terakhir, imbal hasil obligasi pemerintah AS menanjak setelah investor meyakini bahwa bank sentral AS The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat untuk merespons antisipasi inflasi. Sekadar informasi, kenaikan suku bunga acuan nantinya juga akan meningkatkan imbal hasil obligasi AS.

Hanya saja, harapan investor pupus setelah The Fed mengatakan untuk tidak mengubah suku bunga acuannya, dan terus memfasilitasi percepatan ekonomi AS. Selain itu, investor juga meyakini bahwa tingkat inflasi bisa lebih tinggi. Makanya, selama sepekan terakhir, emas terbilang menang dalam melawan obligasi pemerintah AS.

“Meski demikian, investor tetap harus menunggu rapat bulanan The Fed pada 27 hingga 28 April nanti dan mengantisipasi perubahan kebijakan suku bunga otoritas moneter,” jelas kepala perdagangan logam mulia derivatif BMO Tai Wong.

“Namun sejauh ini, harga emas mungkin akan di kisaran baru US$1.760 hingga US$1.810 per ons.”

Baca juga: Apa Itu Inflasi?

Perkembangan COVID-19 Pengaruhi Harga Emas Hari Ini

Selain perkara inflasi, harga emas hari ini mungkin juga akan bergerak seiring kekhawatiran investor atas “angkatan” baru infeksi COVID-19. Pada akhir pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi dalam dua bulan terakhir malah bertambah dua kali lipat. Hal ini terjadi meski beberapa negara telah menjalankan program vaksinasi massal.

Pada bulan lalu, beberapa negara Eropa memperlihatkan sinyal gelombang ketiga infeksi COVID-19. Sementara itu, tingkat konfirmasi COVID-19 di India juga meroket beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini tentu bikin investor meyakini bahwa ekonomi mungkin akan menuju pembatasan kembali. Di saat seperti ini, tentu berinvestasi emas menjadi pilihan yang terbaik.

Baca juga: Waswas Optimisme Ekonomi AS Bayangi Harga Emas Hari Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img