Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Lagi-Lagi Dihantam Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Senin (22/3) pukul 09.00 WIB, melemah 0,44% ke US$1.737,55 per ons. Pelemahan juga terjadi di harga emas pasar berjangka komoditas COMEX sebesar 0,4% ke US$1.736,9 per ons.

Pelemahan harga emas hari ini disebabkan oleh penguatan nilai dolar AS secara mendadak pada pekan ini. Nilai aset greenback itu menguat setelah investor agak waswas dengan perkembangan yang terjadi di Turki.

Pada Sabtu (20/3), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tiba-tiba memecat gubernur bank sentral Turki Naci Agbal dan menggantinya dengan Sahap Kavcioglu, anggota dewan legislatif dari partai yang berkuasa di Turki saat ini.

Hanya saja, Kavciogku tidak menyukai rezim moneter yang ketat, sehingga investor takut hal tersebut akan melemahkan nilai Lira Turki ke depan. Alhasil, investor Turki pun berbondong-bondong menggenggam dolar AS untuk meredam kekhawatiran tersebut.

Selama ini, kenaikan indeks dolar AS memang menjadi sentimen negatif bagi emas. Pasalnya, hal itu akan harga emas lebih mahal bagi investor yang tidak terbiasa menggunakan denominasi dolar AS untuk transaksi sehari-hari. Akibatnya, permintaan emas menurun, yang kemudian ikut melorotkan harganya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Setelah Obligasi AS Rekor dalam Setahun

Harga Emas Hari Ini Lagi-Lagi Dihantam Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, Pluang

Harga Emas Hari Ini: Obligasi AS Masih Menjadi Ancaman

Selain itu, harga emas hari ini juga masih dihantui oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS yang kian berkibar.

Kondisi ini terjadi setelah bank sentral AS, The Fed, akan mewajibkan lagi perbankan untuk meningkatkan rasio utang suplementernya terhadap obligasi AS dan depositnya di bank sentral mulai April mendatang. Kebijakan ini diumumkan The Fed pada Jumat kemarin.

Sejak pekan lalu, pengumuman The Fed selalu menjadi biang keladi dari kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Dua hari sebelum pengumuman tersebut, imbal hasil surat utang pemerintah AS juga di atas awan setelah The Fed akan “menghiraukan” dampak inflasi dari penguatan daya beli dan ekonomi AS. Yakni, dengan mempertahankan tingkat suku bunga acuan mendekati 0% setidaknya hingga 2024 mendatang.

Namun, para investor meyakini bahwa The Fed akan meningkatkan suku bunga acuannya lebih cepat dari apa yang dijanjikan. Ini mengingat bank sentral tersebut juga telah merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonominya dan tingkat inflasi.

Pada Senin (22/3), imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sudah di angka 1,68%. Angka ini memang sudah mereda dibanding akhir pekan lalu di angka 1,7%. Namun, angka imbal hasil ini adalah yang tertinggi selama setahun terakhir.

Selama sebulan terakhir, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi menjadi momok bagi harga emas. Sebab, investor tentu akan lebih tertarik berinvestasi di aset yang punya imbal hasil tinggi ketimbang menggenggam emas, sebuah aset yang memang tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Baca juga: Setelah Dihajar Dolar, Harga Emas Hari Ini Keok Dihantam Obligasi AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img