Currently set to Index
Currently set to Follow

Setelah Obligasi, Kini Harga Emas Digeruduk Dolar AS

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (25/3) pukul 09.00 WIB, melemah 0,13% ke US$1.732.41 per ons. Pelemahan juga terjadi di pasar berjangka komoditas COMEX, yakni sebesar 0,05% ke US$1.734,60 per ons.

Pelemahan harga emas hari ini dipicu oleh penguatan nilai dolar AS. Sekadar informasi, kenaikan indeks dolar AS akan membuat harga emas lebih mahal bagi investor yang tidak terbiasa menggunakan denominasi dolar AS untuk transaksi sehari-hari. Akibatnya, permintaan emas menurun, yang kemudian ikut melunturkan kilau harganya.

Penguatan nilai dolar AS kali ini disebabkan oleh dua faktor utama. Yakni, kondisi COVID-19 terbaru di Eropa dan rencana kebijakan fiskal AS.

Pada pekan ini, nilai dolar AS menguat terhadap euro setelah investor khawatir bahwa gelombang ketiga COVID-19 sudah menghadang benua Eropa. Mereka takut, kenaikan tingkat infeksi tersebut akan membuat negara-negara melaksanakan kebijakan lockdown dan membuat aktivitas ekonomi terhenti.

Salah satunya adalah Jerman. Negara maju itu mengumumkan akan melangsungkan kebijakan lockdown saat libur paskah mendatang.

Tak hanya Jerman, Perancis pun mengambil langkah serupa. Negara itu telah me-lockdown Paris dan 15 kota lannya sejak akhir pekan lalu seiring peningkatan jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut.

Selain takut akan infeksi baru COVID-19, investor juga menunjukkan ketakutan terhadap rencana pemerintah AS untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Pada pidatonya Selasa (23/3), Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa pemerintah AS perlu menambah penerimaan pajak demi menambal besarnya belanja infrastruktur dan penggelontoran stimulus fiskal sebesar US$1,9 triliun.

Wacana tersebut membuat investor menjauhi aset-aset berisiko, seperti saham, karena takut bahwa kenaikan pajak akan “menyunat” kinerja keuangan beberapa perusahaan di negara adidaya tersebut. Hal ini tercermin dari lesunya pergerakan indeks Dow Jones dan S&P 500, yang masing-masing mencatat penurunan 0,01% dan 0,55%.

Akibatnya, investor lebih memilih menggenggam dolar AS. Kini, nilai indeks dolar AS sudah menyentuh 92,6, atau merangkak naik dari posisinya pekan lalu di kisaran 91.

Baca juga: Kenapa Kamu Harus Menabung Emas Online? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Setelah Obligasi, Kini Harga Emas Digeruduk Dolar AS, Pluang

Harga Emas Hari Ini: Apa Kabar Obligasi Pemerintah AS?

Harga emas sejatinya bisa menguat tajam pada hari ini jika nilai dolar AS tidak merongrong. Ini lantaran imbal hasil obligasi pemerintah AS kian melandai di pekan ini. Saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sudah berada di angka 1,63%, atau melorot dibanding Rabu (24/3) yakni 1,68%.

Selama sebulan terakhir, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi selalu menahan laju harga emas. Sebab, investor tentu akan lebih tertarik berinvestasi di aset yang tengah menghasilkan imbal hasil yang sedang naik daun ketimbang menggenggam emas, sebuah aset yang memang tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Nilai imbal hasil obligasi AS tengah menurun lantaran investor tengah menanti “kejutan lain” dari pidato kedua Ketua bank sentral AS The Fed Jerome Powell di hadapan kongres pekan ini.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Setelah Obligasi AS Rekor dalam Setahun

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img