Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Gagal Terbang Gara-Gara Data Ekonomi AS

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Jumat (30/4) pukul 09.00 WIB, melemah 0,21% ke US$1.768,42 per ons. Pelemahan juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,23% ke angka US$1.789,80 per ons.

Harga emas hari ini terjadi setelah musuh bebuyutan logam mulia, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, kembali menanjak. Pada pagi hari ini, yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sudah berada di angka 1,65%, atau melesat dibanding kemarin yakni 1,61%.

Penyebab kenaikan yield tersebut adalah membaiknya data ekonomi negara adidaya tersebut di kuartal I. Pada Kamis (29/4) waktu setempat, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam ini tumbuh 6,4% pada triwulan I 2021. Angka tersebut terbilang menyamai hasil polling ekonom Dow Jones yakni 6,5%.

Kenaikan imbal hasil obligasi tersebut tentu akan menjadi momok bagi permintaan emas. Sebab, investor pasti akan selalu memburu aset-aset yang pertumbuhan cuannya sedang meningkat. Alhasil, mereka berpaling dari emas, dan harga logam mulia pun akan jatuh.

Namun, di sisi lain, tanda-tanda pemulihan ekonomi justru belum secara total diperlihatkan oleh data Departemen Ketenagakerjaan. Lembaga itu melaporkan bahwa jumlah pengangguran yang mengajukan bantuan pemerintah pada pekan lalu di angka 553.000 orang, atau di atas ekspektasi yakni 528.000.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Membara Setelah Pengumuman The Fed

Harga Emas Hari Ini Gagal Terbang Gara-Gara Data Ekonomi AS, Pluang

Sentimen Lain Harga Emas Hari Ini

Meski melemah di pagi hari, harga logam mulia sejatinya masih punya beberapa sentimen utama yang bisa membawa terbang harganya. Apa sajakah hal tersebut?

  1. Dewan Emas Dunia (World Gold Council) mengatakan bahwa permintaan emas China, salah satu negara importir emas terbesar, akan bertumbuh di tahun ini. Asal, situasi ekonomi dan geopolitik global tidak menunjukkan perubahan drastis.
  2. Presiden AS Joe Biden mengajukan stimulus sebesar US$1,8 triliun di bidang pemberdayaan keluarga dan pendidikan. Hal itu ia sampaikan di hadapan kongres AS pada Rabu (28/4). Pemberian stimulus ini diperkirakan akan mempengaruhi nilai dolar AS dan juga ekspektasi inflasi di negara adidaya tersebut.
  3. Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 secara global ternyata semakin parah. Data Reuters menunjukkan bahwa virus ini telah menyerang 149,67 juta orang dan menyebabkan 3,3 juta diantaranya meninggal dunia. Bahkan, jumlah kasus baru harian COVID-19 secara global mencapai rekor tertinggi pada 29 April dengan jumlah 894.099 kasus. Jika demikian, maka pembatasan ekonomi dan sosial bisa terjadi kembali.
  4. Bank Sentral AS The Fed berjanji belum akan mengerek lagi suku bunga acuannya. Otoritas moneter itu berjanji untuk melonggarkan kebijakan moneter, termasuk melakukan operasi pasar terbuka.

Baca juga: Antisipasi The Fed Masih Bayangi Harga Emas Hari Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: ReutersBloombergCNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img