Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Kian Tersungkur Setelah Kembali Dikepung Dolar AS dan Obligasi

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Selasa (30/3) pukul 09.00 WIB, melemah 0,16% ke US$1.709,45 per ons. Pelemahan juga terjadi di pasar berjangka komoditas COMEX, yakni sebesar 0,27% ke US$1.710 per ons.

Harga emas hari ini makin terbenam setelah dolar AS semakin kokoh melawan mata uang lainnya ditambah dengan imbal hasil obligasi AS yang mulai merangkak nakik kembali.

Pada hari ini, indeks dolar AS sempat hampir menyentuh angka 93 setelah kemarin bertengger di kisaran 92. Ini terjadi setelah investor meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut mulai pulih seiring cepatnya program vaksinasi massal di sana.

Kemudian, Presiden AS Joe Biden juga mengumumkan pada Selasa (29/3) bahwa 90% orang dewasa di Amerika Serikat terbilang layak untuk menerima suntikan vaksin. Pemerintaha Biden sendiri memang menargetkan untuk memberikan vaksin kepada 200 juta orang selama 100 hari pemerintahannya.

Tak hanya di Amerika Serikat, optimisme serupa juga ditunjukkan oleh China. Negara tirai bambu tersebut juga menunjukkan sinyal adanya pertumbuhan aktivitas industri yang moncer di bulan Maret, seperti yang ditunjukkan oleh polling Reuters.

Kenaikan indeks dolar AS akan membuat harga emas lebih mahal bagi investor yang tidak terbiasa menggunakan denominasi dolar AS untuk transaksi sehari-hari. Akibatnya, permintaan emas menurun, yang kemudian ikut melunturkan kilau harganya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Lagi-Lagi Dihantam Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS

Harga Emas Kian Tersungkur Setelah Kembali Dikepung Dolar AS dan Obligasi, Pluang

Obligasi AS Menekan Harga Emas Hari Ini

Tak hanya dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ternyata juga menekan laju harga emas hari ini. Pada Selasa (30/3), imbal hasil surat utang pemerintah bertenor 10 tahun bahkan sudah menembus 1,74%, melesat dibanding sehari sebelumnya yang masih di kisaran 1,6%.

Serupa dengan dolar AS, kenaikan imbal hasil ini juga merupakan imbas dari optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Kini, mereka semua kembali meramal bahwa inflasi kemungkinan akan terjadi dari peningkatan daya beli masyarakat akibat kondisi tersebut.

Investor obligasi pemerintah tentu akan diuntungkan dengan ekspektasi inflasi yang meningkat. Ini lantaran bank sentral kemungkinan akan meresponsnya dengan mengerek suku bunga acuannya, yang juga akan berimbas ke kenaikan imbal hasilnya. Akibatnya, mereka mulai berpaling emas, sebuah aset yang tidak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Sebulan belakangan, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS selalu menghantam laju harga emas. Namun, dalam sepekan terakhir, obligasi pemerintah AS tidak merongrong harga logam mulia tersebut setelah percaya bahwa inflasi tak akan berlari kencang di tahun ini.

Baca juga: Obligasi AS Runtuh, Harga Emas Hari Ini Kian Kukuh

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, CNBC, Bloomberg

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img