Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Hari Ini Runyam Setelah Investor Kian Doyan Genggam Saham

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (8/4) pukul 09.00 WIB, melemah 0,14% ke US$1.735,26 per ons. Lesunya harga emas juga terjadi di pasar berjangka komoditas COMEX sebesar 0,34% ke angka US$1.735.7 per ons.

Kilau harga emas hari ini melorot seiring selera investor yang mulai meninggalkan emas. Sebab, mereka kian tertarik menggenggam aset berisiko, terutama saham.

Hal ini terjadi setelah bank sentral AS The Fed berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pemulihan ekonomi AS sampai benar-benar stabil. Meskipun, tanda-tanda pemulihan ekonomi di negara adidaya tersebut sudah kentara.

Selama sepekan terakhir, ekonomi Amerika Serikat dihujani kabar positif. Pada Selasa (6/4), Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat tambahan lowongan pekerjaan baru sebanyak 268.000 pada Februari. Dengan pertumbuhan bulanan mencapai 4,9%, angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Januari 2019.

Sebelumnya, Departemen Ketenagakerjaan AS menunjukkan bahwa dunia usaha di negara adidaya tersebut mampu menciptakan 916.000 pekerjaan baru pada Maret, atau hampir dua kali lipat dibanding angka Februari.

Selain itu, data indeks jasa AS pun menunjukkan penguatan. Nilai indeks tersebut berada di angka 63,7 pada Maret, atau meningkat dibanding 55,3 di Februari.

Seluruh kabar tersebut mendorong investor kembali tertarik menggenggam saham. Indeks saham Dow Jones, misalnya, kemarin ditutup menguat ke level 33.446,26. Sementara itu, indeks saham S&P 500 juga ditutup menguat ke 4.079,95.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Loyo Seiring Kencangnya Optimisme Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Runyam Setelah Investor Kian Doyan Genggam Saham, Pluang

Sentimen Optimisme Ekonomi Tak Akan Menekan Harga Emas Hari Ini

Meski begitu, cuaca cerah diprediksi tak akan selalu berada di atas bursa saham AS. Di waktu yang sama, Presiden AS Joe Biden kembali menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan AS perlu menyetor nilai Pajak Penghasilan (PPh) badan lebih tinggi demi membiayai stimulus fiskal AS. Utamanya, stimulus sebesar US$2 triliun untuk infrastruktur dan energi hijau.

Langkah tersebut bisa menjadi badai di pasar saham AS. Sebab, ada kemungkinan kenaikan tarif pajak akan menggerus pendapatan bersih para emiten-emiten yang melantai di Wall Street. Sehingga, dividen yang dibagikan kian menyempit, dan bikin investor beralih ke aset lain.

Selain itu, harga emas hari ini masih ada potensi menguat, ditopang oleh pelemahan nilai dolar AS. Hari ini, indeks dolar AS tercatat di posisi 92,44, atau melemah dibanding kemarin yakni 92,6. Pelemahan nilai aset greenback ini sejatinya menjadi angin segar bagi harga emas. Sebab, emas akan menjadi lebih murah bagi para investor yang tidak terbiasa bertransaksi dengan dolar AS. Akibatnya, harga emas menjadi naik.

Baca juga: Analisis: Harga Emas Terancam Ancang-Ancang The Fed dan Optimisme Ekonomi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img