Currently set to Index
Currently set to Follow

Profit Taking Buat Harga Emas Melemah di Jumat Pagi

Harga emas di pasar spot pagi ini melemah 0,29% ke angka US$1.864,52 per ons pada Jumat (22/1) pukul 09.00 WIB. Penurunan juga dialami harga emas di pasar komoditi berjangka COMEX sebesar 0,18% menuju US$1.866 per ons.

Penurunan harga emas ini dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah harga emas mengalami reli yang energik sepanjang pekan ini.

“Ini hanyalah akibat dari aksi ambil untung biasa akibat reli harga sebelumnya,” jelas Direktur Perdagangan Metal High Ridge Futures David Merger.

Meski demikian, Merger menyebut prospek harga emas sepanjang tahun ini tetap akan cemerlang. Hal itu akan ditopang sentimen nilai dolar AS yang akan terus melemah, yang kemungkinan terjadi sebagai imbas rencana kebijakan stimulus yang diinisiasi Presiden AS Joe Biden.

Biden, yang disumpah sebagai Presiden AS pada Rabu pekan ini, mengatakan bahwa pemerintahannya akan menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$1,9 triliun. Namun, rencana tersebut harus disetujui terlebih dulu oleh kongres AS.

Jika stimulus diberikan, maka peredaran uang bertambah dan meningkatkan daya beli masyarakat. Kondisi ini akan menyebabkan inflasi dan bisa menggerus nilai kekayaan seseorang.

Untuk menangkal kondisi itu, investor biasanya mengalihkan kekayaannya ke aset lindung nilai, salah satunya adalah emas.

Baca juga: Harga Emas Diprediksi Naik Hari Kamis Ditopang Optimisme Stimulus AS

Banner Blog Pluang

Kenaikan Permintaan Dalam Negeri Diramal Dongkrak Harga Emas

Produsen emas nasional, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengatakan optimistis bahwa penjualan emas tahun ini akan gemilang. Sebab, perusahaan yakin kesadaran masyarakat berinvestasi logam mulia akan meningkat. Kondisi tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan penjualan emas perusahaan yang melemah tahun lalu.

Sepanjang 2020, Antam mencatat penjualan emas 21.797 kilogram (Kg), atau melorot 36% dibanding tahun sebelumnya 34.023 kg.

“Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas, Antam juga fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik,” ujar Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Hendrapawoko dalam siaran persnya.

Prediksi serupa juga dilontarkan oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX). Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang optimistis permintaan emas akan meningkat, setidaknya hingga kuartal I tahun ini.

Adapun, sentimen pasar yang mempengaruhi adalah rencana pemerintah AS yang ingin menggelontorkan stimulus demi mendongkrak ekonomi negara adidaya itu. Sentimen lain adalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang efektif pada 1 Januari 2021, di mana itu akan mempengaruhi kontrak antar mata uang yang selama ini diajukan menggunakan denominasi Poundsterling.

“Di bursa berjangka, dinamika ini akan sangat mempengaruhi animo masyarakat untuk masuk ke kontrak emas,” jelas Paulus di sesi diskusi live Instagram bersama Pluang Rabu (20/1).

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img