Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Emas Melemah Mencapai $1.800/ounce

Harga emas melemah turun lebih dari 3% untuk minggu ini dan sempat menyentuh level $1,800/ounce. Kemajuan dalam pengembangan vaksin COVID-19 dan transisi Presiden terpilih AS Joe Biden ke Gedung Putih telah mendukung sentimen risiko.

Pelemahan di Awal Minggu

Harga emas mencatat penurunan tajam kedua berturut-turut di hari Selasa (24/11), tetapi bertahan di atas level dukungan kunci lainnya. Emas mengalami penurunan di tengah kemajuan pengobatan dan perawatan COVID-19. Selain itu, ekspektasi meningkat mengenai mantan Wakil Presiden Joe Biden yang akan melihat transisi lebih mulus ke White House setelah diizinkan akses ke sumber daya penting oleh administrasi Trump.

Di sesi tersebut, harga emas merosot sebanyak $33.20, atau 1.80%, dan menetap di $1,804.60 per ounce.

Emas tengah berjuang untuk bertahan di atas level kunci $ 1.799,94. Hal ini terjadi setelah dua hari mengalami kerugian yang telah mengakibatkan emas jatuh 3,6% sepanjang minggu ini. Emas ditutup di sekitar level terendah sejak 17 Juli, menurut data FactSet.

Penurunan emas pada sesi ini juga terjadi karena Dow Jones Industrial Average DJIA, menyentuh tonggak sejarah di 30,000 untuk pertama kalinya. Ini mencerminkan meningkatnya selera untuk aset yang dianggap berisiko dan jauh dari yang disebut safe-haven.

Secara perlahan, di pertengahan minggu harga emas mulai naik. Kenaikan ini  dikarenakan oleh investor yang kembali beralih pada aset safe-haven setelah rilis data pekerjaan AS yang lemah, meningkatnya angka COVID-19, dan sebagai lindung nilai terhadap penurunan saham.

Baca juga: Apa Itu Dow Jones Industrial Average?

Harga Emas Stabil di Akhir Minggu

Emas naik pada Jumat pagi (27/11) di perdagangan Asia. Harga emas berjangka naik tipis 0,09% pada $ 1,807.20, melewati level $ 1,800. Pasar mencerna potensi keterbatasan dalam peluncuran vaksinasi global yang memberikan dorongan pada harga emas. Namun, peningkatan risk-on appetite mendorong harga ke arah yang berlawanan.

Kekhawatiran atas proses program vaksinasi yang layak secara global mendorong kenaikan harga emas. Beberapa ilmuwan menyatakan pandangan skeptis tentang seberapa efektif program semacam itu untuk jangka pendek hingga menengah.

Transisi kekuasaan antara Biden dan pemerintahan kepresidenan AS Trump sekarang telah lancar, mengurangi beberapa ketidakpastian yang mendorong aset safe-haven naik. Pasar saham global telah menarik sebagian besar minat investor minggu ini, dengan pasar AS menetapkan rekor tertinggi baru karena selera risiko meningkat.

Sebuah kabar positif untuk emas datang dari kepala ekonom Bank Sentral Eropa. Phillip Lane telah mendesak stimulus ekonomi lebih lanjut untuk zona euro.

Pernyataan tersebut merupakan dorongan untuk emas, karena suku bunga yang lebih rendah dan euro yang lebih lemah membuat pembelian emas lebih murah untuk mata uang selain euro. Namun, harga emas lebih dipengaruhi oleh pergerakan dolar.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!etheruem

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img