Angin Positif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Harga Emas Naik Rp942 ribu per Gram

0
311
harga emas sekarang

Harga emas sekarang telah mencapai rekor baru, yakni USD1.800 per ons. Perubahan grafik emas tersebut membawa angin positif di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh ramainya arus masuk di ETF. ETF (exchange-traded fund) atau dikenal dengan reksa dana dalam bentuk kontrak investasi kolektif. ETF termasuk dalam unit yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Grafik emas menunjukkan arus masuk ETF emas di semester pertama 2020 telah melebihi rekor satu tahun penuh 2016. Hasilnya, harga emas sekarang naik ke Rp942 ribu.

Ketidakpastian ekonomi di tengah second wave virus COVID-19 berdampak terhadap tindakan bank sentral dan melemahnya dolar AS.

Namun, keadaan tersebut direspons terbalik oleh grafik emas. Harga emas sekarang menunjukkan jika emas masih menjadi aset andalan dalam menghadapi masa krisis.

Baca juga: Jika Kita Investasi Emas 10-20 Tahun Lalu, Berapa Ya Cuannya Hari Ini?

Harga emas sekarang naik!

Harga emas sekarang, 15 Juli 2020, menjadi Rp942.000 per gram. Posisi hari ini naik sebesar Rp4.000 dari Selasa kemarin (14/7).

Sinyal positif ini diikuti oleh pembelian kembali (buyback) yang naik sebesar Rp5.000 per gram. Atau menjadi Rp841.000 dari Rp836.000 di hari Selasa (14/7).

Antam mengeluarkan daftar harga emas sekarang. Berikut urutan harga emas, berdasarkan ukuran:

harga emas sekarang

Perlu dicatat bahwa harga di atas sudah termasuk dengan Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi mereka yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sementara itu, pajak akan dikenakan 0,9 bagi mereka yang tidak menyertakan NPWP pada saat transaksi.

Akankah keadaan berbalik?

Keadaan berbalik terlihat di pasar emas global. Pasar Commodity Exchange COMEX, pasar acuan perdagangan internasional, menunjukkan penurunan emas sebesar 0,07 persen. Harga emas sekarang di global berada USD1.812,1 per troy ons. Perdagangan on spot pun stagnan, Pada pagi tadi, emas berada di USD1.809,32 per troy ons.

Harga emas akan naik kembali pada hari ini, papar Ariston Tjendra, analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo. Hal ini disebabkan adanya perluasan kebijakan penguncian wilayah atau lockdown yang kembali diberlakukan di sebagian negara bagian di AS.

Seperti yang kita ketahui, kebijakan lockdown dilakukan untuk menekan laju persebaran virus COVID-19. Ini juga tentukan harga emas sekarang. Pandemi dikhawatirkan akan menahan laju pemulihan ekonomi, sehingga kebijakan lockdown kembali diterapkan, terang Ariston.

Ariston menunjukkan bahwa pasar merespons kebijakan lockdown secara negatif. Kebijakan ini menyebabkan aktivitas bisnis akan terhenti lagi, dan dikhawatirkan ekonomi malah akan jatuh.

“Kekhawatiran ini mendorong pelaku pasar mencari aset aman seperti emas,” pungkas Ariston.

Dia memperkirakan harga emas di pasaran internasional hari ini akan berada di sekitar USD1.795 hingga USD 1.820 per troy ons.

Baca juga: Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?

Analisis emas global di tengah arus positif ETF

Harga emas sekarang diketahui telah menyentuh USD1.800. Bullish menjadi latar belakang kenaikan harga ini. Goldman Sachs memperkirakan emas bisa mencapai USD 2.000 dalam kurun 12 bulan ke depan. Bank of America juga melihat optimisme pasar ini. Mereka memprediksi emas akan menyentuh USD 3.000 per ons dalam 18 bulan.

Meskipun permintaan untuk emas dalam bentuk perhiasan, koin, dan batangan menurun di beberapa daerah, emas mengalami kenaikan pada tahun ini. Penurunan terjadi di pasar besar Cina dan India karena.

Menurut World Gold Council, arus masuk global ke ETF emas adalah USD 39,5 M pada paruh pertama 2020. Arus masuk ini termasuk juga pengaruhi harga emas sekarang.

Angka tersebut merupakan rekor baru setelah 2016, di mana ETF emas berada di USD 23 M. Jika dihitung berdasarkan ton, hasil enam bulan ini telah melampaui hampir 100 ton dari rekor setahun penuh tahun 2009 yang berada pada 646 ton. Atas permintaan yang tinggi, arus masuk enam bulan pertama 2020 melampaui tingkat rekor multi-dekade emas yang dibeli oleh bank sentral pada 2018-19.

Ketakutan second wave dari virus COVID-19 membuat dunia keuangan tidak stabil. Sementara itu, kemampuan bank sentral untuk membeli aset juga menurun. Hasilnya, keadaan ini mendorong harga lebih tinggi dan melemahnya dolar AS.

Ketika harga emas sekarang naik 17% selama semester pertama 2020, kepemilikan ETF emas pun ikut naik sebesar 2%. Volume perdagangan harian global mencapai rekor pada USD 233 M di bulan Maret dan berada di USD 156,9 M di bulan Juni. Harga tersebut lebih baik dari harga rata-rata harian di 2019 sebesar USD 145,7 M. Di akhir Juni, diketahui jika ETF emas memiliki 3.620 ton emas atau setara dengan USD 206 M.

Sumber: Investopedia, CNN Indonesia

Simak juga:

Catat! Ini 4 Pertanyaan Dasar untuk Tentukan Strategi Investasi

3 Jenis Modal Usaha, Dasar-dasar Financing Bisnis untuk Pemula

Cuan dari Bisnis Kuliner? Bikin Populer Restomu di Grabfood lewat 7 Cara Ini

Catat! 7 Rahasia Sukses Hidup Minimalis Seperti Mark Zuckerberg

E-book Gratis; Mengenal Pasar Saham Amerika (Indeks S&P 500)

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here