Dunia Berlomba Produksi Vaksin COVID-19, Indonesia Juga Tak Kalah

Menghadapi pandemi COVID-19, vaksin adalah jawaban yang ditunggu-tunggu seluruh dunia. Melinda Gates bicara tentang harga vaksin corona yang kini sedang dikembangkan oleh berbagai perusahaan raksasa farmasi.

“Kita harus memastikan vaksin ini harganya sangat rendah dan ada dana untuk membelinya bagi setiap orang, apakah Anda berada di negara berpendapatan rendah, menengah, atau tinggi. Dan itu bisa dilakukan,” ujar Melinda.

harga vaksin corona

Lebih dari 10 perusahaan kembangkan vaksin corona. Perusahaan farmasi dan bioteknologi berkejaran dengan waktu untuk menyediakan antivirus ini. Mereka tahu vaksin adalah jawaban persoalan saat ini. Tapi berapa kiranya harga vaksin corona yang ditaksir mereka?

Sejauh ini, seorang ilmuwan Oxford University menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 akan siap pada September mendatang, dengan beberapa syarat.

“Ini barulah kemungkinan, jika semuanya berjalan dengan sempurna. Kami akan berusaha untuk itu. Tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jaminan, tidak ada seorang pun yang bisa menjanjikan ini akan bekerja. Serta tidak ada yang bisa menentukan tanggal tepatnya rampung. Tapi kami mengerjakan semampu kami, secepat yang kami bisa,” ujar Sarah Gilbert, profesor bidang vaksin dari Oxford.

Berikut ini daftar perusahaan farmasi dan bioteknologi yang sedang “berkejaran” dengan waktu untuk mempersiapkan vaksin dan menentukan harga vaksin corona dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 9 Cara Positif Atasi Resesi Ekonomi Akibat COVID-19

Deretan perusahaan farmasi dan bioteknologi kembangkan vaksin, tentukan harga vaksin corona terjangkau bagi masyarakat

vaksin adalah

#1 Moderna Therapeutics

Mereka merupakan perusahaan yang paling awal melakukan pengembangan vaksin. Dengan label mRNA-1273, vaksin ini dikembangkan sejak Februari lalu.

Pengembangan vaksin ini juga didukung oleh pemerintah Amerika Serikat. Kementerian Kesehatan AS mengucurkan dana USD 483 juta atau setara Rp7,5 T untuk percepatan pembuatan vaksin.

#2 Johnson & Johnson

Raksasa farmasi AS ini menyatakan bahwa vaksin produksi mereka akan dapat diujicobakan pada September mendatang dan mulai tersedia di pasar pada 2021.

Mereka juga menyebutkan kesepakatan yang telah dibuat dengan pemerintah, yakni sebesar Rp15,5 T untuk memperluas produksi vaksin dan menekan harga vaksin corona.

#3 Inovio Pharmaceuticals

Sejauh ini, perusahaan farmasi ini telah melalui fase pertama uji coba klinis vaksin COVID-19 pada 6 April. Inovio telah berpengalaman menghadapi penyakit menular dengan mengembangkan antivirus Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS).

#4 Novavax Inc dan Emergent Bio Solutions

Perusahaan bioteknologi ini menargetkan kandidat vaksin bernama NVX-CoV2373 untuk diujicobakan pada manusia bulan Mei ini.

Jika sukses diujicobakan, maka bersama Emergent Bio Solutions, Novavax akan memproduksi vaksin secara massal dan menentukan harga vaksin corona yang dapat dijangkau.

#5 Pfizer dan BioNTech

Perusahaan AS ini berduet dengan perusahaan Jerman untuk mengembangkan vaksin berbasis asam ribonukleat sejak Maret.

Saat ini, Pfizer juga sedang menjajal obat rheumatoid-arthritis Xeljanz. Ini dilakukan untuk melihat apakah obat ini potensial dalam melawan virus SARS-CoV-2.

Selain kelima perusahaan ini, Sanofi dan GlaxoSmithKline, CanSino Biologics, Takara Bio Inc, AJ Vaccines, Arcturus Therapeutics, dan British American Tobacco juga mengembangkan vaksin dan memperhitungkan harga vaksin corona yang akan terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga: Pandemi COVID-19 Bakal Panjang, Apakah Indonesia Siap Hadapi Krisis?

Indonesia juga kembangkan vaksin dan siapkan harga vaksin corona yang pas

harga vaksin corona

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengklaim telah melakukan pembahasan dengan PT Bio Farma (persero) untuk membuat vaksin COVID-19. Ini juga terkait sifat vaksin adalah terkait dengan mutasi gen dari virus yang berbeda di setiap wilayah.

Pembahasan awal dengan PT Bio Farma terkait pengambangan virus 2019-nCoV pun telah dilaukan. Tampaknya, kita bisa mengharapkan hadirnya vaksin dengan harga vaksin corona yang memadai.

Peneliti LBM Eijkman David Handojo Muljono mengatakan bahwa mereka sedang memastikan ketersediaan isolat virus corona sebelum membuat vaksin. Kendati, pembuatan vaksin tidak sepenuhnya bergantung dari isolat.

Penguasaan kemampuan bioinformatika untuk melakukan kajian in-silico (menggunakan komputer) dalam mengidentifikasi bagian-bagian antigenik COVID-19 dapat dilakukan. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan karena informasi genetik virus COVID-19 telah tersedia di Gene-Bank. Ringkasnya, pembuatan vaksin bisa dilakukan dengan cepat berkat dukungan prediksi dan bioinformatika.

“Soal produksinya itu sebetulnya tidak terlalu lama. […] ya sekitar satu setengah tahun masuk akal,” ujar David.

Selanjutnya, LBM Eijkman dan PT Bio Farma akan bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit pendidikan untuk melakukan uji coba vaksin.

Sumber: Katadata, Detikinet, Detikinet, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, CNN Indonesia

Simak juga:

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img