Currently set to Index
Currently set to Follow

Indeks S&P 500 Cetak Rekor, Diprediksi Tumbuh 14% Tahun Ini

Nilai indeks saham 500 perusahaan terbesar Amerika Serikat S&P 500 mencatat rekor baru pada Kamis (11/3) waktu setempat dengan ditutup pada level 3.939,4. Dengan demikian, indeks S&P 500 tumbuh 1,04% dibandingkan kemarin dan melampaui rekor sebelumnya yang dicetak pada 16 Februari.

Tak hanya S&P 500, namun indeks-indeks saham utama AS juga menguat di hari yang sama. Indeks Dow Jones Industrial Average, misalnya, naik 0,58% ke 32.485,59. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite juga naik 2,52% ke 13.398,67.

Baca juga: Investor Wait-and-See, Harga Emas Hari Jumat Ini Diprediksi Stagnan

Indeks S&P 500 Cetak Rekor, Diprediksi Tumbuh 14% Tahun Ini, Pluang

Apa Penyebab Kenaikan Nilai Indeks S&P 500?

Kenaikan indeks S&P 500 disebabkan oleh tiga dorongan utama: stimulus fiskal AS, berita terkini soal pandemi COVID-19, dan data inflasi.

Pada Kamis (11/3), Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa pemerintah AS telah mengesahkan Undang-Undang (UU) stimulus fiskal jumbo bernilai US$1,9 triliun. Hal ini dianggap bisa mendorong daya beli masyarakat dan bisa memulihkan ekonomi, yang ujung-ujungnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi AS.

Selain itu, di waktu yang sama, Biden juga berjanji akan lebih agresif untuk melakukan program vaksinasi massal. Program ini diharapkan dapat mempercepat pembukaan kembali ekonomi (reopening) di negara adidaya tersebut.

“Meski kita berharap bahwa pasar saham akan tetap volatil, namun perkembangan terakhir soal stimulus, berita pandemi, dan data inflasi mengarah ke perbaikan pasar ekuitas AS,” jelas Chief Investment Officer UBS Mark Haefele.

“Apalagi, dampak stimulus ini ternyata lebih besar dari yang diantisipasi di awal tahun ini. Aturan tersebut diramal bisa menyokong pertumbuhan ekonomi dan konsumsi,” imbuh dia.

Tak hanya ketiga hal tadi, namun optimisme pemulihan ekonomi AS juga diperkuat dari penurunan jumlah orang yang mendaftarkan paket stimulus pengangguran.

Pada Kamis, Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat ada 712 ribu pengangguran yang mendaftar paket bantuan pada pekan ini, atau di bawah estimasi sebelumnya yakni 725 ribu orang. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa lapangan pekerjaan sudah mulai dibuka kembali.

Akibatnya, beberapa ekonom yang disurvei oleh Bloomberg kini meramal bahwa ekonomi AS akan tumbuh 5,5% di 2021, atau naik dari prakiraan sebelumnya yakni 4,1% di bulan lalu.

“Ini merupakan reaksi yang kuat terhadap penguatan ekonomi AS,” jelas Chief Global Market Strategist Invesco Kristina Hooper.

Baca juga: Dari Tesla hingga Freeport, Simak Saham-Saham S&P 500 Paling Tokcer Sepanjang 2020

Indeks Saham S&P 500 Diprediksi Naik 14%

Sebelumnya, perusahaan investment bank Goldman Sachs memprediksi bahwa nilai indeks S&P 500 akan menanjak sebesar 14% secara tahunan (year-on-year) di akhir 2021. Hal ini juga merupakan imbas dari prediksi perbaikan ekonomi AS.

Meski memang pertumbuhannya bakal melambat dari 16% di 2020, namun angka ini masih di atas rerata pertumbuhan indeks S&P 500 sebesar 8% sejak 1930.

Baca juga: Mau Jadi Kaya dengan Rebahan di Masa Tua? Yuk, Investasi di S&P 500!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC, The New York Times, S&P Global

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img