Inflasi Terendah dalam 3 Tahun, Ramadan Lalu Daya Beli Masyarakat Indonesia Turun

0
259
inflasi di Indonesia

Bank Indonesia memprediksi menurunnya pertumbuhan ekonomi global akan berdampak pada tren pelemahan inflasi di Indonesia. Pasalnya, tren pelemahan ini akan menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat Indonesia.

Daya beli masyarakat ini tentu berkaitan dengan permintaan barang dan jasa yang menekan laju harga. Hal ini sebagaimana tercatat dalam Laporan Kebijakan Moneter Kuartal I/2020.

daya beli masyarakat indonesia

Hingga minggu keempat Mei 2020, inflasi di Indonesia diperkirakan capai 0,09% secara month to month. Ini menggambarkan bahwa kendati menyongsong bulan Ramadhan, daya beli masyarakat Indonesia menurun lantaran virus corona. 

“Memang inflasi di bulan Ramadhan ini sangat rendah, bahkan bila dibandingkan dengan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi (28/5).

Coronavirus disebutkan sebagai faktor utama yang menyebabkan rendahnya inflasi ini. Di tahun ini, pola kebiasaan masyarakat seperti buka bersama dan berbelanja untuk keperluan lebaran terhitung menurun drastis. “Tak hanya itu, Covid-19 juga membatasi kegiatan ekonomi sehingga menurunkan pendapatan masyarakat,” ujar Perry.

Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

BI optimis capai kisaran sasaran inflasi di Indonesia sebesar 3% plus minus 1%

inflasi di indonesia

Berdasarkan pantauan BI, inflasi di bulan Ramadhan tahun ini terbilang paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2019, persen inflasi mtm sebesar 0,68, pada 2019 sebesar 0,59, dan pada 2017 sebesar 0,69. Namun pada 2020, inflasi mtm hanya sebesar 0,09. Tak pelak, inflasi pada bulan Ramadhan kali ini merupakan inflasi di Indonesia terendah dalam 3 tahun terakhir.

“Covid-19 menurunkan permintaan dari masyarakat akan barang dan jasa. Tahun sebelumnya Ramadan, kita buka puasa di restoran, belanja banyak. Tahun ini, ada Covid sehingga permintaan rendah, terlihat lewat kegiatan ekonomi kita,” jelas perry.

Situasi pandemi ini juga mempengaruhi pendapatan masyarakat yang mengakibatkan melambatnya permintaan.

Begitu pula harga-harga komoditas global yang anjlok turut memberikan pengaruh pada menurunnya laju inflasi di Indonesia. Dengan pelemahan harga komoditas, imported inflation pun diperkirakan melandai.

Stabilitas nilai tukar juga memberikan pengaruh pada gerak inflasi. Namun, ini dalam pemaknaan lebih positif dan optimis. Stabilnya rupiah merupakan wujud koordinasi yang baik antara pemerintah dan bank sentral dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang.

Dengan keadaan saat ini, pihak BI optimis target sasaran inflasi pada tahun ini akan terkendali. Kisaran sasaran inflasi BI sebesar 3% plus minus 1%.

Baca juga: Saat Bunga Tak Sanggup Atasi Inflasi, Coba 3 Cara Ini agar Nilai Uang Tak Tergerus

Jaga kestabilan nilai rupiah dalam hadapi pelemahan ekonomi domestik akibat corona

resesi ekonomi global

Sejauh ini, BI memprediksi bahwa penyebaran Covid-19 masih akan berlanjut hingga Q3 2020. Karena itu, BI merencanakan strategi untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah.

Dua aspek yang dipengaruhi oleh kestabilan rupiah; yakni pengaruhnya terhadap barang dan jasa yang terefleksi dalam inflasi yang stabil, serta kestabilan terhadap mata uang lain.

Sejalan dengan itu, target inflasi di Indonesia pada 2020 ditetapkan sebesar 3% plus minus 1%. Untuk mencapai target ini, BI melaksanakan kebijakan moneter berkelanjutan, konsisten, transparan, dan mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.

Upaya menjaga kestabilan nilai rupiah juga ditempuh lewat peningkatan intensitas kebijakan intervensi baik di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder. BI juga memperluas instrumen dan transaksi di pasar uang dan pasar valas.

Respons kebijakan BI ini diperkuat melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Mei 2020. RDG memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,25%.

Sementara itu, dengan target inflasi di Indonesia tersebut beserta menjaga nilai rupiah, BI juga memperkuat berbagai kebijakan yang diarahkan untuk mitigasi risiko penyebaran pandemi COVID-19. Ini ditempuh sembari menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan secara keseluruhan demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here