Currently set to Index
Currently set to Follow

Tips Menjaga Berat Badan di Tengah Pandemi

Melonjaknya berat badan menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh banyak orang di tengah pandemi Covid-19. Bagaimana cara kamu menjaga berat badan selama pandemi?

Keharusan untuk tetap berada di rumah ditambah lagi penutupan fasilitas olahraga setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan membuat banyak orang terjerumus ke gaya hidup tidak sehat.

Belum lagi kebiasaan mengemil yang makin menjadi-jadi lantaran dapat dilakukan dengan leluasa sembari bekerja atau belajar di rumah. Ditambah lagi hadirnya layanan pesan antar makanan lewat ojek daring yang mendukung kebiasaan tersebut.

Lantas, bagaimana sebenarnya pola makan yang tepat untuk menjaga berat badan ideal dan tentunya terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh pola konsumsi yang keliru?

Baca juga: Begini Cara Terbaik Jaga Kesehatan Mental, Tanpa Keluar Uang Lho!

Jaga Berat Badan Dengan Asupan Sehat

Menurut Ahli gizi dari Ahli gizi dr. Tan & Remanlay Institute dr. Tan Shot Yen, untuk menjaga agar berat badan tetap ideal dan tidak mudah tertular penyakit caranya mudah saja. Cukup terapkan pola makan gizi seimbang dan batasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih setiap harinya.

Gizi seimbang demi berat badan

Gizi seimbang untuk menjaga berat badan yang dimaksud adalah konsumsi makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan dengan porsi yang tepat. Sesuai dengan kebutuhan masing-masing, bergantung pada usia, aktivitas yang dilakukan, hingga kondisi fisiologis.

Jumlah gula dibatasi

Adapun untuk konsumsi gula, garam, dan lemak yang cocok untuk menjaga berat badan bisa mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 30/2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Jumlah gula yang boleh dikonsumsi setiap harinya tak boleh lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan. Kemudian untuk garam dan lemak masing-masing setiap harinya maksimal dikonsumsi 5 gram (satu sendok teh) dan 67 gram (lima sendok makan).

Baca juga: Mau Coba Tren Bisnis Goyang Lidah? Ini 17 Ide Usaha Makanan Unik Untukmu

Batasi makanan olahan demi berat badan 

Kemudian yang tak kalah penting dalam menjaga berat badan adalah mengurangi konsumsi makanan olahan, terlebih yang menggunakan bahan baku gula rafinasi.

Rafinasi adalah produk yang awalnya bersumber dari alam, tetapi dengan rentetan proses akhirnya tiba di tangan konsumen sebagai barang yang beda banget dengan kebaikan aslinya.

Makanan olahan dengan bahan baku gula rafinasi juga punya potensi membuat daya tahan tubuh melemah. Tentunya bukan hal yang baik, terlebih di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

Selain gula rafinasi, yang perlu diperhatikan adalah keberadaan gula tersembunyi pada makanan olahan. Keberadaannya seringkali tak disadari dan tak tertulis pada tabel informasi nilai gizi.

Gula tersembunyi ini biasanya diberi nama lain dengan akhiran -ol seperti (manitol, sorbitol, xylitol dll.), diimbuhi madu, dan terakhir adalah sirup jagung atau high fructose corn syrup.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Baca juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img