Currently set to Index
Currently set to Follow

Udah Kaya Makin Kaya! Harta Orang Kaya Sejagat Nambah US$1,3 T di 2020

Setelah setahun pandemi, apa sih yang kamu bayangkan berubah dari dirimu dan lingkungan sekitarmu? Tentunya, kamu melihat makin banyak orang makin kesulitan secara ekonomi, kan? Tapi, apakah kamu juga membayangkan bahwa ternyata para orang terkaya di dunia bukannya kehilangan kekayaan, tapi malah jadi kian tajir?

Fakta menunjukkan, kekayaan 657 orang kaya sejagat bertambah setidaknya US$1,3 triliun di 2020. Kalau para orang kaya ini menggabung kekayaan mereka, kekayaan bersih totalnya sekitar US$4,3 triliun.

Tidak berhenti di sana. Bahkan dalam daftar itu, ada 43 miliarder (triliuner, jika dikonversikan ke rupiah) pendatang baru yang namanya sebelumnya tidak terdeteksi dalam radar orang terkaya sejagat.

Angka itu berasal dari laporan terbaru dari Institute for Policy Studies, lembaga pemikir progresif yang telah melacak kekayaan miliarder sejagat selama pandemi. Laporan Institute for Policy Studies yang bekerja sama dengan American for Tax Fairness didasarkan pada data yang dikumpulkan dari 18 Maret 2020 hingga 18 Maret 2021.

Kekayaan lima belas miliarder tumbuh maksimal saat pandemi. Termasuk Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg, dengan peningkatan kekayaan gabungan mencapai US$563 M sejak 18 Maret 2020, hari pertama karantina skala global diberlakukan.

Namun, kondisi ini juga menggambarkan situasi yang ironis. Di sisi lain, juga di 2020, hampir 80 juta orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan per 27 Februari 2021, sementara 18 juta lainnya masih pengangguran.

Baca juga: Tak Terpengaruh Pandemi, Ini 5 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes 2020

Udah Kaya Makin Kaya! Harta Orang Kaya Sejagat Nambah US$1,3 T di 2020, Pluang

10 Teratas Orang Terkaya di Dunia yang Sudah Kaya Makin Kaya

Orang terkaya di dunia yang mengalami peningkatan persentase tertinggi dalam kekayaan mereka, di antaranya:

  • Bom Kim, pendiri Coupang: US$7,7 miliar, peningkatan sebanyak 670%
  • Dan Gilbert, pendiri dan ketua Quicken Loans: US$41,7 miliar, peningkatan sebanyak 642%
  • Ernest Garcia II,pemegang saham utama Carvana: US$13,6 miliar, peningkatan sebanyak 567%
  • Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX: US$137,5 miliar, peningkatan sebanyak 559%
  • Brian Armstrong, CEO Coinbase: US$5,5 miliar, peningkatan sebanyak 550%
  • Bobby Murphy, salah satu pendiri Snapchat: US$10,1 miliar, peningkatan sebanyak 531%
  • Evan Spiegel, salah satu pendiri Snapchat: US$9,3 miliar, peningkatan sebanyak 490%
  • Jack Dorsey, salah satu pendiri dan CEO Twitter dan Square: US$10,3 miliar, peningkatan sebanyak 396%
  • Anthony Wood, pendiri dan CEO Roku: US$5,3 miliar, peningkatan sebanyak 331%
  • Jeff Green, pendiri, CEO, dan ketua Trade Desk: US$3 miliar, peningkatan sebanyak 300%

Para orang terkaya di dunia dari sektor teknologi memang memperoleh keuntungan terbesar, termasuk pendiri Snapchat Murphy dan Spiegel; Dorsey dari Twitter; dan Anthony Wood dari Roku.

Selain bidang teknologi, bidang keuangan dan investasi juga memperoleh keuntungan besar selama pandemi, seperti Gilver dari Quicken Loans. Sementara, para orang terkaya di dunia dalam sektor industri otomotif mengalami peningkatan kekayaan terbesar, dan sebagian besarnya disumbangkan oleh Tesla-nya Musk.

Zoom, aplikasi yang kita gunakan saban hari untuk berjumpa dengan kerabat atau rapat dengan klien, malahan menggasak keuntungan hingga 4.000%. Ya, kamu tak salah baca, 4.000%, yakni dari US$16 juta pada 2019 menjadi US$660 juta pada 2020.

Kekayaan salah seorang pendiri aplikasi itu, Eric Yuan, meningkat 153% dari US$5,5 miliar menjadi US$13,9 miliar dalam setahun. Menariknya, namanya tidak berhasil masuk ke dalam rekor 10 besar “pencetak keuntungan tertinggi saat pandemi” dalam daftar di atas meski meraup cuan bejibun.

Baca juga: Ini Daftar Orang Terkaya Indonesia 2020 Versi Forbes

Faktor Penentu Perbedaan Kekayaan Orang Terkaya di Dunia dan Orang Pada Umumnya

Eric Yuan bisa dikatakan adalah satu dari orang-orang terkaya di dunia yang masuk dalam kalangan “1% superkaya”. Mereka yang masuk kategori ini berhasil meningkatkan kekayaan hingga US$4 triliun pada 2020. Artinya, menurut studi terbaru dari The Fed, mereka menyumbang 35% dalam total kekayaan nasional.

Sebaliknya, separuh warga termiskin Amerika Serikat mendapat hanya sekitar 4% saja dari pendapatan keseluruhan negara tahun 2020.

Kesenjangan kekayaan yang semakin melebar selama pandemi ini menjadi pendorong utama kebijakan yang disusun oleh pemerintahan Presiden Joe Biden. Para pejabat menjadikannya alasan untuk kenaikan pajak yang lantas diusulkan kepada kalangan 1% superkaya itu.

Faktor apa saja yang menyebabkan kekayaan orang terkaya di dunia berbeda dari rata-rata kebanyakan orang? Berikut ini statistik yang menjelaskannya.

1. Saham dan Reksadana

Berbeda dari pandangan umum yang melihat indeks saham seluruh dunia memerah sepanjang pandemi, rupanya kekayaan para orang kaya ini justru berasal dari profit dari saham dan reksadana. Selain itu, juga dari aset mereka di bisnis swasta.

Kepemilikan mereka atas ekuitas menyumbang keuntungan terbesar tahun lalu di antara rumah tangga berpenghasilan tertinggi.

2. Faktor Pendidikan

Statistik menunjukkan, kekayaan bersih kelompok rumah tangga yang kepala rumah tangganya tidak mengantongi gelar sarjana cenderung menurun pada 2020. Sementara, sebanyak 71,8% penyumbang total kekayaan nasional adalah mereka yang memegang gelar sarjana. Kelompok dalam segmen pendidikan ini menambahkan kekayaan bersih sebanyak US$9,3 triliun.

Sementara itu, rumah tangga yang kepala rumah tangganya tanpa gelar sekolah menengah menghadapi penyusutan kekayaan hingga US$111 miliar. Dalam kalkulasi, mereka hanya menyumbangkan 1,6% saja pada total kekayaan negara, dan ini merupakan rekor terendah sejak 1989.

3. Usia

Kelompok dari kalangan usia 55 hingga 69 tahun sedang mengalami represi kekayaan. Alias, sebagian besar keuntungan saat pandemi justru dibukukan oleh kelompok umur yang usianya tepat di atas atau di bawah mereka.

Mereka yang berusia di bawah 40 tahun mengalami nasib yang lebih baik, meski masih memegang kurang dari 6% kekayaan nasional, atau kira-kira setengah bagian mereka pada akhir 1980-an.

4. Ras

Tantangan kesetaraan ras adalah faktor pertimbangan melihat kalangan orang terkaya di dunia dengan mereka yang tidak seberuntung itu. Karenanya, dalam kebijakan ekonomi Biden, isu ini teramat diprioritaskan.

Data The Fed menunjukkan bahwa kekayaan yang dipegang oleh orang kulit putih AS melebihi US$100 triliun pada 2020. Dan ini terjadi untuk kali pertama, angkanya dua kali lipat dari saat terjadi Resesi Hebat pada 2008-2009.

Terlepas dari itu, toh saat pandemi ini, tingkat kepemilikan rumah di kalangan kelompok kulit hitam justru meningkat. Kelompok ras ini memperoleh hampir US$150 miliar ekuitas real estate tahun lalu, angka fantastis dalam empat tahun terakhir.

5. Kekayaan Rumah Tangga

Orang kulit putih AS, yang merupakan lebih dari 60% dari total populasi negara adidaya tersebut, memiliki waktu lebih banyak untuk mengumpulkan kekayaan. Sementara itu, sekitar 18,5% populasi adalah Hispanik dan 13,4% berkulit hitam.

Peneliti The Fed menunjukkan bagaimana kekayaan diwariskan dalam rumah tangga di AS dan berdampak pada keberlangsungan dinasti orang terkaya di dunia. “Keluarga kulit putih lebih mungkin menerima warisan dan juga lebih mungkin mengharapkan untuk menerima warisan,” menurut sebuah penelitian tahun lalu.

6. Kekayaan Likuid

Satu perubahan cukup besar saat pandemi ini menurut data The Fed adalah perubahan kecenderungan untuk mengelola kekayaan bersih. Sebagian besar rumah tangga cenderung menyimpan sebagian besar kekayaan mereka dalam bentuk yang paling likuid. Jumlah total simpanan dan dana yang dapat dipergunakan manasuka melonjak melewati US$3 T dibandingkan kuartal lalu. Alias, naik dari US$1,2 T pada akhir Maret.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Fast Company, Bloomberg

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img