Currently set to Index
Currently set to Follow

Profil Jeff Bezos, Pria Tertajir di Dunia yang Pelesiran ke Angkasa

Bulan ini, nama Jeff Bezos muncul setiap hari di linimasa setiap pengguna media sosial. Betapa tidak, dengan hasil kekayaannya, ia berhasil makan popcorn di luar angkasa dengan roket yang didanainya.

Peristiwa itu terjadi pekan lalu ketika perusahaan yang didanai Bezos sejak tahun 2000, Blue Origin, berhasil membawanya melintasi luar angkasa dengan roket tercanggihnya, New Shepard.

Di atas sana, sang miliarder bersama tiga kru lainnya mengapung pada zona bebas gravitasi selama 4 menit. Perjalanan berdurasi 10 menit itu berhasil mencuri perhatian dunia, terutama orang-orang kaya lain yang katanya sudah mulai memesan perjalanan serupa bersama Blue Origin.

“Saat ini saya merasa luar biasa!” Seru Bezos saat konferensi pers yang digelar langsung usai perjalanan monumental tersebut.

Peristiwa ini membuktikan bahwa menjadi astronot bukan satu-satunya jalan menuju luar angkasa. Sekaligus membuktikan bahwa orang kaya memang bebas mau ngapain aja. Betapa tidak, berdasarkan Forbes, Bezos memang orang terkaya sejagat dengan nilai kekayaan US$210 miliar per 2021 ini.

Namun, darimana kekayaan Bezos berasal? Dan apakah memang dia sudah kaya sejak lahir? Yuk, kenalan bersama-sama dengan profil Jeff Bezos berikut!

Jeff Bezos Adalah Investor Wall Street

Siapa sangka bahwa pria paling tajir sejagat itu juga mengawali karier sebagai pekerja kantoran. Persis seperti sebagian besar Sobat Cuan yang membaca artikel ini.

Pria capricorn lulusan Princeton University itu memulai kariernya di Wall Street pada berupa-rupa perusahaan sejak 1986 hingga 1994. Di tahun terakhir kariernya di Wall Street, ia menemukan fakta bahwa internet sedang berkembang pesat. Sebagai sarjana teknik elektro dan sains komputer, Bezos paham betul apa artinya perkembangan internet yang pesat itu.

Berbekal keilmuan, dan pengalamannya, Bezos pun mendirikan Amazon di tahun 1994 dan meninggalkan New York. Toko buku digital itu dimulai dari garasi rumahnya di Seattle. Bermodalkan US$10.000 dari kocek pribadinya, istrinya, plus dua programmers lainnya, Amazon diluncurkan setahun setelahnya dan langsung melayani pengiriman buku ke seluruh Amerika Serikat beserta 45 negara lain di seluruh dunia.

Para investor awal Amazon menaruh dana US$50.000 untuk kepemilikan 1% saham Amazon. Saat ini, investasi itu nilainya diestimasikan mencapai US$16,71 miliar!

Baca juga: Cari Pacar Baru? Ini 7 Alasan Kenapa Pengusaha Cocok Jadi Pendamping Hidupmu

Profil Jeff Bezos, Pria Tertajir di Dunia yang Pelesiran ke Angkasa, Pluang

Amazon Melampaui Ekspektasi

Pada Juni 1996, Amazon memperoleh suntikan dana dari perusahaan modal ventura Keilner Perkins senilai US$8 miliar. Setahun kemudian, Amazon jadi perusahaan publik setelah berhasil melewati ledakan internet yang banyak memakan korban start up kecil seperti Amazon.

Untungnya, Bezos berhasil membalikkan modal tersebut menjadi hujan keuntungan yang mumpuni. Contohnya, Bezos sempat menargetkan penjualan mencapai US$74 juta pada 2000 lalu. Padahal kenyataannya, penjualan Amazon sudah menembus US$1,67 miliar hanya sepanjang tahun 1999 saja.

Tentu saja pertumbuhan masif seperti itu butuh modal besar untuk berekspansi. Sempat kehabisan modal, Bezos berhasil menghimpun dana dari para investor, angel investor hingga pendanaan di pasar modal. Tapi, mendanai orang brilian dan perusahaan berprospek besar seperti Amazon memang tak ada ruginya.

Belajar dari ujian ledakan internet, Amazon mulai mendiversifikasi layanannya. Tak butuh waktu lama hingga Amazon mengukuhkan posisinya sebagai pionir yang memimpin pasar.

Penjualan tahunan Amazon di tahun 1995 yang “hanya” US$511.000 pun meningkat jadi US$3 miliar per tahun dalam enam tahun kemudian. Amazon terus mencetak angka-angka bombastis yang menjungkal ekspektasi, apalagi selama pandemi popularitasnya makin dominan.

Baca juga: Bikin Kaget Fans Marvel Comic Universe, Siapakah Kang The Conqueror?

Jeff Bezos, Orang Terkaya di Planet Bumi

Siapa bilang pandemi bikin semua orang jadi susah? Jeff Bezos malah jadi orang terkaya berkat Amazon yang naik daun saat seluruh dunia dipaksa karantina.

Harga saham Amazon tumbuh 450% dari Januari 2016 hingga Januari 2021. Dalam setahun saja, yakni sejak Januari 2020 hingga Januari 2021, nilai saham Amazon tumbuh 75%. Penyebabnya adalah pertumbuhan keuntungan sebesar US$385 miliar atau tumbuh 38% di periode tersebut.

Pada RUPS tahunan lalu, Bezos dinyatakan memiliki kepemilikan saham Amazon sebanyak 70 juta lembar. Pasti sudah terbayang kan, betapa tajirnya Jeff Bezos dengan hanya menggenggam saham Amazon saja?

Merasa sudah kaya dan perusahannya pun sudah mapan, Bezos yang semula duduk sebagai CEO pun turun tahta jadi komisaris. Tapi tetap saja, pundi-pundinya yang sudah terlanjur gendut mendudukkannya sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes dengan nilai kekayaan mencapai US$210 miliar.

Dengan pundi segendut itu, Bezos adalah orang terkaya di planet bumi yang pernah dicatat Forbes sejak awal berdiri di tahun 1982.

Baca juga: Apa Itu Hawkish dan Dovish?

Diversifikasi Investasi Jeff Bezos

Meski dikenal lewat kepiawaiannya membesarkan Amazon, Bezos adalah investor yang cerdik. Dia nurut nasihat Markowitz untuk membuat diversifikasi investasi.

Bezos adalah salah satu investor awal Google senilai US$250.000. Entah berapa nilainya saat ini mengingat Google sudah menjadi raksasa internet tiada tandingannya. Selain itu, dia juga membeli Washington Post senilai US$250 juta pada 2013 silam.

Dia juga diketahui berinvestasi senilai US$30 juta pada perusahaan transportasi Uber. Twitter, Bussines Insider, Zocdoc Inc hingga Nextdoor pun menerima dana investasi darinya.

Tak lupa, dia pun merupakan investor terbesar Blue Origin, perusahaan penerbangan luar angkasa yang bercita-cita besar menciptakan koloni manusia di atas sana. Langkah Jeff Bezos terbang dengan New Shepard milik perusahaan ini akan menandai awal dari visi besar tersebut.

Tentunya, Bezos pun punya koleksi real estate bernilai puluhan miliar di bumi. Termasuk di dalamnya kantor Amazon yang katanya terbesar di Seattle.

Terbukti kan, bagaimana diversifikasi investasi bisa bikin kamu kaya? Makanya, yuk investasi saja di Pluang!

Di aplikasi Pluang, kamu bisa berinvestasi emas, S&P 500, reksa dana, hingga aset kripto hanya dalam satu aplikasi saja. Pastinya praktis, aman, dan cuan!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes, New York Times, Investopedia, DW News

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img