Currently set to Index
Currently set to Follow

Lagi Merajalela, Simak Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal COVID 19 Delta!

Melonjaknya kasus infeksi COVID 19 yang memasuki gelombang kedua di Indonesia disebabkan oleh Covid 19 Delta Varian. Mutasi genetis dari virus corona ini ditemukan pertama kali di India dan kini sudah menyebar ke seluruh dunia.

Sejak varian anyar ini ditemukan di Indonesia, angka kasus COVID-19 meroket lagi. Tak tanggung, bahkan saat ini angka hariannya sudah tembus lebih dari 21.000 kasus per hari dan bikin total akumulasi kasus COVID-19 di Indonesia menembus 2 juta kasus, Sobat Cuan!

Tanpa bermaksud fear mongering, situasi sekarang ini sangat penting untuk kamu perhatikan. Terutama, kamu yang belum bisa sepenuhnya work from home (WFH) agar lebih waspada saat berkegiatan di luar rumah.

Idealnya sih memang sebaiknya kamu di rumah saja untuk menekan angka penularan karena memang variannya ini cukup berbahaya. Lantas, apa saja sih yang perlu kamu ketahui tentang varian B.1.617.2 ini?

Covid 19 Delta Varian Ditemukan Di India

Covid 19 Delta varian yang menggegerkan seluruh dunia itu merupakan mutasi keempat yang ditemukan oleh World Health Organization (WHO). Masing-masing mutasi varian dinamakan berdasarkan alfabet Yunani yang mewakili urutan ditemukannya varian tersebut.

Varian ini pertama kali ditemukan pada Oktober 2020 di Mahasthra, India. Sejak saat itu varian ini terus menyebar ke seluruh dunia hingga memperoleh label variant of concern (VOC) pada Mei 2021 lalu.

Tak tanggung, varian ini telah ditemukan di 80 negara lain di dunia, termasuk Indonesia dan berhasil menginisiasi gelombang kedua pandemi COVID-19. Indonesia sendiri kewalahan meladeni varian ini hingga menyebabkan lumpuhnya pelayanan kesehatan.

Berdasarkan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, ditemukan sebanyak 55 dari 70 sampel VOC merupakan COVID-19 Delta Varian. Tak hanya di Jakarta, varian ini juga ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Madura dan menyebabkan wilayah-wilayah tersebut kembali jadi zona merah.

Cara COVID-19 Delta Masuk ke Indonesia

COVID-19 varian Delta pertama kali terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, di mana terdapat 28 warga setempat yang terkonfirmasi positif COVID-19 jenis tersebut.

Hanya saja, sampai saat ini pemerintah masih belum mengetahui asal muasal virus tersebut. Sejauh ini, pemerintah mengatakan bahwa penyebaran virus COVID-19 Delta berasal dari transmisi lokal. Alhasil, COVID-19 varian tersebut kian merajalela dan bikin wilayah tersebut berstatus zona merah.

Sangat Menular

Tak hanya di Indonesia, COVID-19 Delta bertanggung jawab atas 90% infeksi baru di Inggris dan 20% di Amerika Serikat. Tipe ini sangat mendominasi penularan Covid saat ini lantaran mutasi genetisnya membuat virus jadi sangat mudah menular.

Para ahli berpendapat bahwa satu orang yang terinfeksi COVID-19 Delta bisa menularkan pada setidaknya 6 orang lainnya hanya dengan berpapasan. Varian ini menurut Public Health England (PHE) 60% lebih mudah ditularkan dibanding varian alpha.

Gara-gara varian ini, protokol kesehatan terkait masker di Indonesia diperbaharui. Kamu tidak hanya diharapkan mengenakan masker medis sekali pakai saja, tapi juga melapisnya lagi dengan masker kain.

Atau, kalau tidak perlu keluar rumah, demi keamanan bersama lebih baik #dirumahaja.

Baca juga: Terserang Sakit Gigi Dadakan? Yuk, Sembuhkan dengan 10 Obat Alami Ini!

Gejala COVID-19 Delta Varian

Varian ini memiliki gejala khusus yang cukup berbeda dengan COVID pada umumnya, yakni sakit perut disertai hilangnya selera makan. Selain itu, penderitanya juga mengalami mual, muntah, nyeri sendi dan gangguan pendengaran.

Umumnya, mereka yang terjangkit varian ganas ini harus menerima perawatan intensif di rumah sakit. Gejalanya sangat mirip dengan flu berat sehingga penderitanya hanya mengira dia sedang sakit flu sembari terus beraktivitas normal dan menularkan orang lain.

Pada titik tertentu, saat flu sudah terasa semakin berat, penderita harus menerima bantuan pernafasan dan perawatan intensif lainnya. Inilah yang menyebabkan sistem kesehatan negara di seluruh dunia sampai kewalahan.

Lagi Merajalela, Simak Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal COVID 19 Delta!, Pluang

Bermutasi Lagi Jadi Covid 19 Delta Plus

Jika COVID-19 Delta varian sudah membuatmu bergidik, baru-baru ini mutasi varian baru dari virus delta ini malah ditemukan lagi. Kasus pertamanya dilaporkan oleh PHE ditemukan lagi-lagi di India pada 11 Juni kemarin.

Tak butuh waktu lama, Sobat Cuan, pada 16 Juni laporan lanjutan menyebutkan bahwa varian ini sudah ditemukan di Inggris, Kanada, Jepang, Nepal, Polandia, Portugal, Swiss, Turki dan Amerika Serikat.

Sama seperti seniornya, varian ini juga langsung masuk daftar VOC.

Pasalnya, tak hanya menjangkiti mereka yang belum mendapat vaksin, di India seorang perempuan yang sudah mendapat dua dosis vaksin COVID-19 pun terjangkit virus delta reborn ini. Meski telah terkonfirmasi positif, berkat vaksinnya gejala yang dialami pasien ini tergolong tidak bergejala dan telah dinyatakan pulih.

Baca juga: Mengenal Jenis Vaksin Corona yang Dipesan Indonesia

Makanya, Segera Vaksin dan Di Rumah Saja!

Perempuan penyintas Covid 19 Delta Plus di India tersebut diketahui telah mendapat dosis lengkap Covaxin sebelum terjangkit. Tak hanya Covaxin, merek vaksin lain juga diketahui efektif menangkat Covid 19 dan seluruh mutasinya meski tidak 100% loh, Sobat Cuan.

Penelitian yang diselenggarakan di Inggris membuktikan bahwa dua dosis AstraZeneca dan Pfizer-BioNtech efektif juga menekan penularan COVID-19 Delta varian dan delta plus. Tapi, kamu perlu memastikan sudah mendapat dosis lengkap ya. Karena penelitian ini juga menyebut bahwa satu dosis vaksin tidak efektif pada varian ganas ini.

Selain itu, karena penyebarannya cukup menular, Sobat Cuan saat ini lebih baik di rumah saja, ya. Hindari bepergian jika tidak perlu dan tetap patuh pada protokol kesehatan.

Nah, sembari kamu di rumah, kenapa kamu tidak sekalian cari cuan saja? Yuk, coba investasi di Pluang sembari kamu #DiRumahAja

Baca juga: Vaksin Covid Ditemukan 95% Efektif, Apa Reaksi Pasar?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: AP News, Aljazeera, CNN Indonesia, The Guardian

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img