Currently set to Index
Currently set to Follow

Waspada Penipuan Online! Ini Cara Menghindarinya!

Penipuan digital atau penipuan online marak terjadi di sekitar kita. Apalagi kini aktifitas online masyarakat kian meningkat, bisa dibilang hampir semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan mudah secara online. Namun, kamu tak boleh lengah dan harus tetap waspada saat transaksi online dan menjaga keamanan akun-akun digital yang kamu miliki.

Ingat, jangan sampai akun digital dan data-data pribadimu diretas oleh penjahat siber. Oleh sebab itu, penting sekali bagimu untuk paham dan tahu apa saja ciri-ciri modus penipuan digital yang sering muncul dan cara menghindarinya agar tak jadi korban penipuan digital.

Apa saja modus penipuannya? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Terlengkap! Daftar Kode Bank di Indonesia Agar Transaksi Perbankanmu Aman

Waspada Penipuan Online! Ini Cara Menghindarinya!, Pluang

Jenis-Jenis Modus Penipuan Online

1. Modus penipuan dengan foto selfie dan identitas diri

Selfie atau swa foto adalah hal biasa yang dilakukan banyak orang. Bahkan berkat kecanggihan teknologi, swa foto dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk) kerap dijadikan sebagai salah satu cara paling cepat dan modern dalam melakukan registrasi layanan online.

Sayangnya, apabila kamu tidak berhati-hati penipuan online, foto selfie dengan identitasmu bisa jadi sasaran empuk penipuan digital. Sebaiknya, kamu jangan pernah mengunggah foto selfie dengan memegang kartu identitas seperti KTP, SIM, NPWP hingga Kartu Kredit di platform sosial media (Facebook, Instagram, Twitter, TikTok), maupun website dan aplikasi yang tidak kamu kenal.

2. Modus penipuan via WhatsApp

Modus penipuan melalui aplikasi komunikasi online WhatsApp yang umum terjadi adalah kiriman link hadiah atau voucher diskon. Kamu harus waspada dengan hal ini sebab apabila kamu meng-klik tautan link tersebut lalu kamu diarahkan untuk mengisi data diri pribadi sebagai syarat penebusan hadiah, maka itu adalah penipuan.

Agar aman, hapus saja link tersebut dan jangan pernah tergoda untuk mengkliknya, karena bisa jadi link tersebut telah disusupi malware atau virus yang bisa menyalin data-data di ponselmu.

Baca juga: Cara Jitu Menghindari Penipuan Kartu Kredit!

3. Modus penipuan ganti nomor ponsel

SIM swap fraud adalah modus dimana penipu akan mengambil alih akun media sosial atau akun bank korban dengan menggunakan nomor kartu SIM. Penipu biasanya melakukan penyusuran melalui akun media sosial korban hingga mendapatkan data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung.

Setelah pelaku sudah memiliki data korban, pelaku mendatangi gerai seluler dan meyakinkan operator seluler untuk melakukan ganti nomor ponsel korban dan mengurus kembali nomor baru.

Setelah berhasil mendapatkan nomor baru, penipu akan dengan mudah melakukan transaksi perbankan dan menguasai akun digital lainnya sebab kode OTP akan dikirimkan ke nomor baru yang dimiliki oleh pelaku.

4. Modus penipuan via SMS

Modus penipuan melalui SMS tergolong jadul tapi masih marak terjadi. Pastinya, kamu sendiri sering mendapatkan pesan melalui SMS, yang isinya mulai dari tawaran pinjaman kilat, hingga informasi menang hadiah menggiurkan seperti uang tunai, mobil, motor hingga emas logam mulia.

Umumnya, ciri modus penipuan via SMS ini adalah isi SMS berupa link dengan ajakan untuk mengklik link tersebut atau membalas SMS dengan menyertakan informasi seperti nomor identitas KTP, rekening bank, kode OTP (One-Time Password)(OTP), atau tiga digit nomor Card Verification Value (CVV).

Baca juga: Tertipu! Yosua Putra, Talent Investasi Bodong Binomo Ternyata Hidupnya Susah

5. Modus penipuan via telepon

Kamu jangan gembira dulu apabila mendapatkan telepon dengan kabar menang undian. Waspadai modus penipuan klasik ini, karena zaman now ada banyak modus penipuan dengan cara mengaku dari pihak-pihak perbankan, perusahaan e-commerce (Shopee, Tokopedia, BukaLapak, dll) hingga dompet digital.

Ciri dari penipuan via telp ini mudah dikenali, yakni menginformasikan Anda menang undian, kemudian syarat menebus undian tersebut adalah kamu diminta untuk memberikan nomor rekening ataupun nomor handphone yang aktif di dompet digital (OVO, Go-Pay, Dana, LinkAJa), dan kode OTP.

6. Modus penipuan via e-mail

Penipuan via email ini juga kerap terjadi hingga saat ini. Cirinya, penipu akan mengirimkan pesan melalui email yang berisikan link website tertentu. Lalu, kamu akan digiring untuk membuka situs tersebut, login dan mengisikan username dan password.

Modus penipuan ini biasa dikenal dengan phishing. Yaitu, suatu metode pencurian informasi penting seperti username dan password korban yang akan digunakan penipu digital untuk akses ke rekening bank/kartu kredit/dompet digital korban.

Jadi sebaiknya kamu jangan gegabah atau terburu-buru meng-klik email tak dikenal, selalu teliti kembali link URL situs website sebelum login atau transaksi online.

Baca juga: Hindari Investasi Bodong, Ketahui 8 Modus Pialang Ilegal Menurut Bappebti Ini

7. Modus penipuan atas nama bank

Modus penipuan mengatasnamakan bank masih kerap terjadi. Cirinya, penipu akan menghubungi atau mengirimkan pesan singkat melalui SMS/WhatsApp dan menginformasikan kepada nasabah untuk memperbaharui data-data pribadinya.

Modus penipuan phishing untuk mendapatkan data-data seperti username dan password saat transaksi online di internet banking harus kamu waspadai.

Penipu akan menyamar dari pihak bank dan mengatakan bahwa kamu wajib untuk segera memperbaharui atau update datamu agar tidak diblokir oleh pihak bank.

Ingat, hal seperti ini jelas penipuan, kamu harus ketahui bahwa pihak bank tidak pernah menghubungi nasabahnya dari nomor ponsel seperti +62 123 456 789 maupun mengirimkan link yang isinya meminta untuk update data diri.

Waspadai Phishing dan Pencurian Data Online, Lakukan Tips Ini

1. Miliki password yang kuat dan aman di semua akun digital

Hindari menggunakan kata sandi atau password yang sama untuk semua akun digitalmu, seperti email, akun perbankan, akun e-commerce, akun dompet digital, dan lainnya. Rajinlah memperbaharui password setiap 3 bulan sekali dan maksimal 6 bulan sekali agar keamanannya terjaga.

2. Pahami pentingnya merahasiakan kode OTP

Pahami bahwa kode OTP merupakan bentuk keamanan digital dalam setiap transaksi yang dilakukan secara online. Kode OTP biasanya dikirimkan dalam bentuk SMS atau e-mail oleh pihak bank, aplikasi, atau operator terkait itu bersifat rahasia.

3. Jangan posting data pribadi ke media sosial

Pahami bahaya dari memposting data-data pribadi di media sosial, termasuk foto selfie dengan KTP/SIM/NPWP/Kartu Kredit/Paspor dan lain sebagainya. Data-datamu bisa dengan mudah di curi oleh penjahat siber. Waspadalah dengan sosial media/website/aplikasi abal-abal yang dibuat sangat mirip dengan akun resminya.

4. Jangan sembarangan unduh aplikasi di ponsel dan laptop

Hindari asal download aplikasi di ponsel dan laptop, sebab hal ini bisa menyebabkan kamu menjadi sasaran kejahatan phishing. Apalagi kini ada banyak aplikasi yang bisa di unduh secara gratis selain dari Google Play Store maupun iOS Apple, selalu waspada ya!

5. Jaga kerahasiaan data

Hal yang satu ini penting sekali dan kamu wajib menjaga datamu sendiri seperti user ID, Password, kode OTP, Pin ATM, nomor CVV (3 digit angka di bagian kartu kredit dan debit).

Baca juga: Mengapa Kamu Tak Boleh Membagikan Kode OTP? Ini, Lho, Jawabannya

6. Pastikan selalu log-out setelah transaksi

Apapun kegiatanmu secara online, pastikan kamu tidak lupa untuk check out, log-out ya supaya terhindar dari aksi penyusupan penjahat digital.

7. Wajib cek link URL dengan teliti saat online

Jangan menyepelekan hal kecil ini, sebelum login maupun transaksi online apapun, cek dengan teliti URL situs website. Lihat, apakah sudah dimulai dengan ‘https’, yang secara sederhana bisa diartikan web tersebut secure (aman). Apabila ada hal yang mencurigakan, sebaiknya batalkan untuk login/transaksi.

Nah, Sobat Cuan pernah mengalami modus-modus di atas? Semoga dengan informasi ini, kalian bisa lebih waspada dan menghindarinya, ya.

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi online, ada baiknya kamu mengenali dan mempelajari cara menghindari investasi bodong berkedok OJK ini.

Kalian juga bisa mempelajari tips menghindari investasi bodong kripto, di artikel ini.

Salah satu platform yang bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi dengan aman adalah Pluang! Kamu bisa menabung emas, S&P 500, serta aset kripto, hingga reksadana. Hanya dengan tiga ketukan melalui smartphonemu, mulai dari harga Rp10.000. Praktis, aman, dan cuan!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Partnerships Manager

0

Business Development Manager

0

Chief Marketing Officer

0

Relationship Manager

0

Human Resources Business Partner

0
spot_img