Currently set to Index
Currently set to Follow

13 Eksekutif Keuangan AS Niat Investasi Bitcoin. Harga Bakal Naik?

Sebanyak 5% eksekutif keuangan di perusahaan-perusahaan AS berencana untuk investasi di Bitcoin sebagai sarana penempatan dana. Sementara itu, 11% lainnya mengatakan akan melakukan hal serupa pada 2024 nanti.

Hal itu adalah temuan dari survei yang dilakukan oleh perusahaan jasa informasi teknologi Gartner. Survei tersebut dilakukan setelah mengamati langkah Tesla yang membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar dan MicroStrategy yang berinvestasi aset kripto tersebut senilai US$600 juta beberapa waktu terakhir.

Survei tersebut mewawancarai 77 eksekutif keuangan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, di mana 50 diantaranya menjabatr sebagai direktur keuangan. Artinya, terdapat 13 dari 77 eksekutif keuangan yang sudah berencana untuk menempatkan aset perusahaan di Bitcoin.

Baca juga: Gara-gara Tesla, Harga Bitcoin Tembus Rp644 juta dan Sentuh Rekor Baru

13 Eksekutif Keuangan AS Niat Investasi Bitcoin. Harga Bakal Naik?, Pluang

Pandangan Berbeda Tentang Investasi Bitcoin

Meski demikian, ternyata masing-masing responden ternyata memiliki pandangan berbeda-beda terkait investasi Bitcoin.

Sebanyak 84% responden khawatir bahwa investasi Bitcoin punya risiko yang tinggi lantaran nilai asetnya yang berfluktuasi. Sementara itu, 70% dari responden mengatakan akan “memantau” dulu langkah perusahaan lain dalam berinvestasi Bitcoin.

Adapun, kekhawatiran lain yang ditakutkan eksekutif keuangan dalam berinvestasi Bitcoin adalah mekanisme dalam menghindari risiko (39%), lamanya adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran dan nilai tukar (38%), minimnya pengetahuan aset kripto (30%), risiko siber (25%), dan proses pembukuan Bitcoin yang kompleks (18%).

Kepala Riset Gartner Alexander Bant mengatakan, survei ini membuktikan bahwa eksekutif keuangan tidak memandang Bitcoin sebagai aset spekulatif semata. Meski pun survei ini berskala kecil-kecilan, meningkatnya minat korporasi ke Bitcoin tentu akan berdampak ke permintaannya nanti.

“Namun, perlu diingat bahwa fenomena ini adalah fase awal dari linimasa yang panjang dari tren penempatan dana aset korporasi di jangka panjang,” jelas dia.

Baca juga: Perdagangan Bitcoin Jadi Aksi Jual-Beli Aset Paling Ramai di AS Bulan Ini

Perusahaan Kini Marak Menggenggam Investasi Bitcoin

Dalam dua pekan terakhir, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Bitcoin, atau menyampaikan dukungan terhadap Bitcoin, telah mengerek harga Bitcoin. Bahkan, harga aset kripto tersebut sudah ke titik tertingginya menembus US$50 ribu, atau Rp700 juta, pada Selasa (16/2).

Selain Tesla dan Grayscale, terdapat pula Mastercard yang berencana untuk mengakomodasi sistem pembayaran menggunakan Bitcoin. Ada juga BNY Mellon, yang berencana untuk membuka jasa penerbitan dan pengiriman Bitcoin.

Jika perusahaan yang berinvestasi di Bitcoin kian bertambah, maka kenaikan harga Bitcoin menjadi tak terelakkan.

Perusahaan firma investasi ARK Investment sebelumnya menyebut bahwa harga Bitcoin bisa tembus US$90 ribu jika masing-masing perusahaan S&P 500 menginvestasikan 1% kas yang mereka miliki ke Bitcoin.

Namun, jika masing-masing perusahaan S&P 500 menaikkan investasinya di Bitcoin menjadi 10% dari kas mereka, maka harganya bahkan bisa menembus US$400 ribu per kepingnya.

Baca juga: Setelah Sentuh All-Time High, Ke Mana Arah Bitcoin Berikutnya?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph, Market Insider

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img