Investasi Dana Pendidikan, Pilih Saham atau Emas?

Liburan sekolah sudah usai. Namun, investasi dana pendidikan anak rasanya belum akan beres sebelum anak lulus perguruan tinggi.

Tidak heran bila banyak orang tua sangat fokus dalam mempersiapkannya. Jika hanya menunggu dan mengandalkan gaji dan tabungan, tentu akan sulit memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.

Sementara, biaya pendidikan selalu naik tiap tahun. Lantas, bagaimana supaya tidak galau lagi untuk mengamankan dana pendidikan?

Investasi bisa jadi jawaban yang tepat. Akan tetapi, jenis investasi amat beragam. Mana yang terbaik sebagai investasi dana pendidikan yang dibutuhkan?

Emas atau saham masuk dalam opsi. Pasalnya, dana pendidikan merupakan tujuan finansial dalam jangka panjang. Untuk mencapainya, instrumen emas dan saham tampaknya patut jadi pertimbangan.

Investasi Dana Pendidikan Anak lewat Emas

Emas atau logam mulia merupakan instrumen investasi yang riil, bisa dilihat wujudnya, serta bisa disentuh. Di Indonesia, emas batangan yang populer diproduksi oleh PT Aneka Tambang (Antam) dengan kadar emas 99,99%.

Untuk memastikan keaslian, pembeli atau pemilik emas Antam mendapat sertifikat emas yang memiliki nomor seri, sesuai dengan nomor seri yang diukir pada emas batangan.

Investasi emas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Biasanya investor membeli sejumlah emas dan menyimpannya. Lalu, untuk meraup keuntungan, investor menjual emas tersebut saat harga sedang tinggi.

Nah, orang zaman dahulu sudah sering melakukan investasi seperti ini. Mereka membeli dan menyimpan emas.

Kemudian, ketika anak hendak masuk sekolah, baik TK, SD, SMP, SMA, ataupun perguruan tinggi, mereka menjualnya untuk membayar biaya pendidikan karena memang emas batangan tersebut diniatkan sebagai investasi dana pendidikan anak.

Secara jangka panjang, harga emas bersifat fluktuatif. Akan tetapi, harganya cenderung stabil. Jarang sekali harga emas naik drastis ataupun turun drastis dalam sehari.

Untuk memberikan gambaran kestabilan harga emas, mari lihat perbandingan ini. Pada 2016, harga emas per gram sekitar Rp588 ribu. Kini harga emas mencapai Rp727.000 per gram.

Ini menunjukkan ada kenaikan selama tiga tahun terakhir. Namun, bila dibandingkan harga emas kemarin dengan hari ini, kenaikan atau penurunan kira-kira hanya Rp2.000 per gram. Cukup stabil, bukan?

Investasi Dana Pendidikan Anak lewat Saham

Investasi dana pendidikan anak dengan saham cenderung lebih rumit dibandingkan logam mulia. Saham diklasifikasikan sebagai ekuitas.

Sebagai investor atau pemegang saham, kamu memiliki bagian dari perusahaan yang menerbitkan saham. Kamu akan menghasilkan keuntungan ketika perusahaan membagikan dividen dan harga saham yang meningkat.

Namun, kamu juga akan menanggung risiko bila perusahaan merugi, bahkan bangkrut. Siap-siap modal kamu ludes seketika.

Investasi di pasar saham sangat mungkin mampu memberikan imbal hasil terbaik dalam jangka panjang dibanding logam mulia. Dengan catatan, kamu memilih saham perusahaan yang tepat. Itu pun kamu perlu mempertibangkan bahwa harga saham sangat dipengaruhi kondisi pasar modal, baik dalam maupun luar negeri.

Menurut jejak rekam Bursa Efek Indonesia, dalam sepuluh tahun terakhir, investasi di pasar saham bisa memberikan keuntungan rata-rata 11,3% per tahun. Tentu angka ini tepat untuk investasi dana pendidikan.

Pasalnya, kenaikan biaya pendidikan sekitar 10% tiap tahun. Maka, logis bila sebagai orang tua, kamu memilih investasi dana pendidikan anak dengan menanam dana di pasar saham untuk membiakkan danamu.

Harga saham bisa anjlok apabila kondisi makroekonomi global terpuruk. Hal ini justru berbanding terbalik dengan emas. Harga logam mulia ini justru semakin bagus saat kondisi global mengalami krisis.

Setelah membandingkan keduanya, bisa ditarik kesimpulan bahwa kalau kamu mengejar keuntungan, saham jadi pilihan terbaik. Tapi jika kamu butuh keamanan, emas merupakan pilihan yang tepat.

Akan lebih cerdas lagi bila kamu memiliki dua instrumen investasi tersebut sebagai bentuk diversifikasi investasi. Ketika harga emas anjlok, investasi saham bisa jadi penyelamat. Begitu pula sebaliknya.

Jadi, silakan mempertimbangkan investasi dana pendidikan anak sesuai kenyamananmu.

Recent Articles

apa itu market share

Apa Itu Market Share?

faang stocks adalah

Apa Itu FAANG Stocks?

definisi regresi

Apa Itu Regresi?

wall street adalah

Apa Itu Wall Street?

volatilitas adalah

Apa Itu Volatilitas?

Related Stories