Currently set to Index
Currently set to Follow

Investasi S&P 500 Bisa Bikin Kamu Sultan Lho, Simak 3 Alasannya!

Tujuan utama investor membenamkan dananya di salah satu medium investasi adalah untuk meraup cuan. Baik itu dalam instrumen investasi S&P 500, saham, reksa dana, emas, aset kripto ataupun jenis investasi lainnya, semuanya dimaksudkan untuk bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Tentunya, dengan mempertimbangkan semua faktor risiko yang juga melekat.

Namun, apakah memang benar semuanya bisa menjamin kamu pensiun dengan tenang di masa tenang? Nah, dalam hal ini, raja saham Amerika Serikat Warren Buffett punya triknya.

Beberapa tahun yang lalu, Buffett mengatakan bahwa ia sangat mengidolakan indeks saham S&P 500 lantaran pertumbuhan nilainya fantastis dalam jangka panjang. Menurutnya, itu adalah salah satu cara yang tepat bagi masyarakat untuk menjadi kaya. Adapun S&P 500 adalah indeks saham yang terdiri dari 500 perusahaan terbuka di Amerika Serikat (AS) yang memiliki aset jumbo.

Bahkan, ia meminta wali amanat hartanya untuk menginvestasikan 90% uang yang dimilikinya untuk diberikan ke istrinya dalam bentuk reksa dana S&P 500 setelah ia meninggal.

Dengan demikian, membincang investasi S&P 500, kamu pun bisa menjadikannya salah satu pilihan untuk persiapan masa pensiun kelak.

Total kapitalisasi pasar dalam Indeks S&P500 mencapai 80% dari total nilai pasar saham. Maka tak ayal, ketika harga saham dalam indeks S&P 500 bergerak, pasar juga ikut bergerak. Saking kuatnya dominasi indeks tersebut, ketika pasar bergerak naik 5% itu sering diartikan bahwa indeks S&P 500 naik 5%.

Mengoleksi salah satu saham yang ada dalam Indeks S&P 500 memang masih lebih baik ketimbang investor menggenggam ratusan saham di sektor yang berbeda untuk meminimalisir risko.

Nah, di bawah ini, konsultan Investasi AS The Motley Fool menjelaskan tiga faktor yang membuat investasi S&P 500 pantas untuk dikoleksi secara jangka panjang dan bisa membuat investor menjadi seorang jutawan.

Baca juga: Beli 3 Saham S&P 500 Ini Akan Bikin Kamu Tenang di Masa Pensiun. Apa Saja?

3 Alasan Investasi S&P 500 Bisa Bikin Kamu Sultan

1. Kekuatan Finansial yang Sudah Terbukti

Tidak sembarang perusahaan bisa masuk dalam Indeks S&P 500. Perusahaan tersebut harus memiliki kekuatan finansial yang baik, model bisnis yang sudah teruji, komite dan pemimpin perusahaan yang berpengalaman serta memiliki basis pelanggan yang kuat.

Seperti Apple, Amazon, Visa atau American Express, merupakan perusahaan yang memiliki basis pelanggan yang kuat. Di mana, penggunanya sudah berada di lintas negara.

Investor tentunya ingin mengoleksi saham-saham perusahaan tersebut untuk bisa menjadi sarana investasi jangka panjang. Ditambah, perjalanan bisnis perusahaan-perusahaan tersebut diproyeksi mampu berjalan selama lebih dari 60 tahun.

2. Pertumbuhan Jangka Panjang yang Kuat

Tingkat pertumbuhan rerata tahunan investasi S&P 500 secara jangka panjang adalah 7% setelah inflasi. Dengan menggunakan angka tersebut, investor sudah bisa menjadi seorang jutawan dalam waktu 30 tahun, asal rutin melakukan investasi sekitar US$880 setiap bulannya.

Bandingkan dengan upaya seseorang yang ingin menjadi jutawan dengan menapaki karir sebagai pekerja. Upah rata-rata di AS adalah sekitar US$53.508 setiap bulan bagi mereka yang berusia di atas 24 tahun, dengan catatan adanya penangguhan pajak 15% atau paycheck deferral dan employer match sebesar 5%.

Artinya, untuk bisa memiliki jutaan dolar AS di tabungan, seseorang harus memilki pendapatan tinggi dan mengalokasikan US$2.500 setiap bulan selama 30 tahun. Tampaknya, hal tersebut baru bisa dicapai dengan penghasilan enam digit dan terus melakukan upaya untuk menekan biaya hidup di angka yang rendah.

Namun, dengan berinvestasi di S&P 500, investor bisa menjadi seorang jutawan dalam jangka waktu kurang dari 30 tahun. Namun, tentu dengan beberapa penyesuaian yang dilakukan guna meningkatkan kontribusi investasinya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyederhanakan pengeluaran rumah tangga dan berinvestasi dalam akun yang memiliki keuntungan pajak. Pastikan juga untuk terus menginvestasikan dividen yang terima ke dalam instrumen investasi lain.

Baca juga: Apa Itu S&P 500?

3. Kelola Volatilitas dengan Dana Darurat

Volatilitas harga dalam indeks saham bisa kapan saja terjadi. Namun, hal tersebut tidak akan membebani keuangan sepanjang tidak melakukan aksi jual saat harga sedang turun. Investor dalam mengurangi risiko tersebut dengan menyiapkan dana darurat sebanyak tiga kali biaya hidup per bulan.

Terpenting adalah, jangan gunakan uang untuk kebutuhan hidup selama lima tahun di sektor investasi. Hal itu dimaksudkan agar ketika harga saham mengalami volatilitas, tidak terjadi panic selling yang pada akhirnya akan membebani keuangan.

Investor yang ingin melakukan investasi langsung di S&P 500 bisa mulai mengoeksi satu per satu dari 500 saham yang tercatat. Namun untuk yang menginginkan biaya lebih rendah, bisa juga dengan cara membeli ETF S&P500 sebagai gantinya.

Tunggu apalagi nih, Sobat Cuan? Apakah tidak mau menjadi kaya dengan berinvestasi di S&P 500? Langsung yuk, investasi S&P 500 di aplikasi Pluang sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Motley Fool

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img